Brasil Tangguhkan Impor Jutaan Dosis Vaksin Virus dari Tiongkok

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro pada Rabu  21 Oktober 2020 bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O’Brien. Mereka mendeklarasikan bahwa  Brasil tidak akan membeli vaksin Tiongkok. 

Sehari sebelumnya, Gubernur Sao Paulo, Brasil, mengumumkan bahwa ia akan membeli puluhan juta dosis vaksin pneumonia komunis Tiongkok atau COVID-19 yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Tiongkok, yang memicu pertentangan dari warga Brasil.

Menurut Reuters, pada tanggal 21 Oktober 2020 lalu Presiden Brasil Bolsonaro bertemu dengan O’Brien, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih. Lalu Bolsonaro mengumumkan bahwa Brazil akan memperkuat pertukaran ekonomi dan perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, tiga perjanjian kerja sama telah ditandatangani dengan Amerika Serikat.

Di hari yang sama, Bolsonaro memposting video pertemuannya dengan O’Brien di akun Facebook-nya. Seorang netizen Brasil meninggalkan pesan di bawah postingannya, meminta Bolsonaro untuk tidak mengimpor vaksin Tiongkok.

Bolsonaro menjawab, “Saya tidak akan membeli vaksin dari Tiongkok. Masalah ini akan diselesaikan hari ini.”

Bolsonaro mengunggah di Facebook tentang apakah pemerintah Brasil membeli vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok. Dia menekankan bahwa sebelum pemerintah Brasil memberikan vaksin apapun kepada warga, itu harus disertifikasi secara ilmiah oleh Kementerian Kesehatan. 

Postingan tersebut menyatakan, “Keputusan saya bukanlah untuk membeli vaksin ini (mengacu pada vaksin Tiongkok).”

Sehari sebelum  tanggal 20 Oktober 2020, Gubernur Sao Paulo, Brazil, João Doria, mengumumkan kepada publik bahwa pemerintah telah memasukkan dua macam vaksin pneumonia dari Tiongkok ke dalam rencana pencegahan epidemi nasional. 

Kedua macam vaksin tersebut adalah vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford di Inggris Raya, dan vaksin yang dikembangkan oleh China Kexing Biotechnology Co., Ltd disebut sebagai “Kexing Vaccine”. 

Doria juga mengumumkan bahwa pemerintah federal telah setuju untuk membeli 46 juta dosis vaksin Kexing, dan program imunisasi terkait dapat dimulai paling cepat Januari 2021. Kemudian, di dunia maya meletus penolakan warga Brasil terkait tindakan sebagai “kelinci percobaan” vaksin Tiongkok.

Pemerintah negara bagian Sao Paulo mengakui pada tanggal 19 Oktober 2020 bahwa dalam percobaan manusia tahap 3 dari vaksin virus Komunis Tiongkok di Brasil, 35% dari 9.000 sukarelawan yang divaksinasi dengan vaksin Kexing memiliki efek samping ringan pada tahap ini. Efek samping itu seperti sakit kepala dan tempat vaksinasi bergejala seperti bengkak,. Namun pemerintah negara bagian juga menegaskan bahwa vaksin secara umum aman.

Pada hari yang sama, Butantan Institute di Sao Paulo mengumumkan bahwa uji klinis pada manusia dari kedua vaksin di atas masih dalam proses. Data efektivitas dan keamanan vaksin tidak akan dirilis sampai percobaan selesai sepenuhnya. 

Brasil selalu menjadi salah satu negara dengan wabah virus Komunis Tiongkok yang paling parah. Menurut data dari Johns Hopkins University di Amerika Serikat, jumlah kasus yang dikonfirmasi di Brazil sejauh ini telah mencapai 5,3 juta kasus, dan jumlah kematian yang tercatat telah mencapai 155.000 kasus. (hui)

Keterangan Foto : Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Andressa Anholete / Getty Images)

https://www.youtube.com/watch?v=b0f_V30qh6g

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine