Senator AS Minta Biden Deklasifikasi Rahasia Intelijen Tentang Laboratorium Wuhan

oleh Mark Tapscott, Lin Yan

Baru-baru ini Senator Republik AS Josh Hawley dari Missouri dan Mike Braun dari Indiana, secara bersama mengajukan RUU yang diberi nama “the COVID-19 Origin Act of 2021”. Isinya meminta Presiden Joe Biden membuka rahasia intelijen yang berkaitan dengan Institut Virologi Wuhan.  Tujuannya agar warga masyarakat Amerika Serikat dapat mengikuti informasi dari badan intelijen AS tentang laboratorium virus di Kota Wuhan dan hal-hal yang berkaitan dengan asal usul penyebaran virus komunis Tiongkok atau COVID-19.

Kantor Direktur Intelijen AS (Office of the Director of National Intelligence -ODNI) telah mengumpulkan informasi yang relevan tentang masalah lab di Wuhan setidaknya sejak bulan April 2020.

RUU yang diajukan itu meminta : ODNI melakukan deklasifikasi dan memberikan informasi sebanyak mungkin tentang asal-usul COVID-19 kepada masyarakat, sehingga Amerika Serikat dan negara-negara sekutu dapat : 

(A) Segera menentukan status asal usul COVID-19,  

(B) Menggunakan informasi ini untuk mengambil tindakan yang sesuai dalam upaya mencegah pandemi serupa terulang kembali di kemudian hari.

Josh Hawley mengatakan bahwa deklasifikasi diperlukan karena cancel culture atau budaya pembatalan yang berkembang di Amerika Serikat, telah menekan suara kritik terhadap narasi dan kebijakan viral pemerintah.

Selama lebih dari setahun, siapa pun yang mengajukan pertanyaan tentang Institut Virologi Wuhan, telah dicap sebagai ahli teori konspirasi. Dunia perlu tahu apakah pandemi ini adalah produk kelalaian dari laboratorium Wuhan. Akan tetapi, pemerintah komunis Tiongkok justru berusaha sekuat tenaga untuk mencegah penyelidikan yang kredibel. Demikian tulis Josh Hawley dalam sebuah pernyataan yang memperkenalkan proposal tersebut kepada Senat.

Hawley mengatakan : “Inilah sebabnya mengapa pemerintahan Biden perlu melakukan deklasifikasi terhadap apa yang diketahuinya tentang laboratorium Wuhan dan upaya Beijing untuk menutupi asal mula pandemi”.

Senator Mike Braun yang memperkenalkan RUU itu, menuliskan tujuannya dalam sebuah pernyataan : Menentukan asal mula pandemi COVID-19, sangat penting artinya bagi upaya mencegah pandemi serupa terjadi lagi di masa depan. Seiring dengan dilanjutkannya penyelidikan dan penelitian tentang asal usul virus, pemerintah Biden perlu mendeklasifikasi rahasia intelijen terkait dengan potensi hubungan langsung antara Laboratorium Penelitian Biologi Wuhan di daratan Tiongkok dengan pandemi COVID-19.

Pernyataan juga menyinggung soal wawancara CNN dengan Robert Redfield, mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). 

Redfield dalam kesempatan itu mengatakan bahwa, dirinya yakin virus penyebab pandemi ini tidak berasal dari kelelawar yang dijual untuk konsumsi manusia di pasar dekat laboratorium virus Wuhan. Dia menegaskan bahwa, virus itu kemungkinan besar bocor dari laboratorium Wuhan.

“Orang lain tidak percaya hal ini. Itu bukan masalah. Namun, ilmu pengetahuan pada akhirnya akan mengetahuinya”, kata Redfield.

Editorial Washington Post baru-baru ini, juga menyerukan kepada pemerintah untuk membuka rahasia intelijen terkait Institut Virologi Wuhan yang diperoleh pada akhir tahun 2019, yakni beberapa bulan sebelum epidemi menyebar dari Tiongkok ke Amerika Serikat dan bagian dunia lainnya.

Amerika Serikat memiliki informasi rahasia dari Institut Penelitian Virus Wuhan pada musim gugur tahun 2019, sebelum virus mendunia. (Saat itu), pihak laboratorium Wuhan sedang melakukan penelitian tentang virus korona kelelawar yang susunan genetiknya sangat mirip dengan virus yang kini menjadi pandemi ini. Demikian tulis Editorial Washington Post. Informasi ini harus dibuka dan secepat mungkin, tegasnya.

Institut Virologi Wuhan menerima pendanaan dari pemerintah federal AS tanpa melalui pemeriksaan

Dilaporkan bahwa Institut Virologi Wuhan berhubungan erat dengan proyek penelitian perang biologis yang dimiliki oleh militer komunis Tiongkok, dan telah memperoleh dana hibah dari the EcoHealth Alliance, sebuah organisasi penelitian swasta di Amerika Serikat yang memperoleh alokasi dana dari sebuah unit yang berada di bawah National Institutes of Health (NIH). Dana tersebut berasal dari pajak AS.

Dana hibah tersebut dialokasikan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), sebuah institusi yang berada di bawah NIH yang dipimpin oleh Dr. Anthony Fauci, Kepala Penasihat Medis Presiden. Menurut Daily Caller News Foundation (DCNF), tim Fauci tidak mengirimkan soal hibah dana ini kepada Komite Pengawas Federal untuk ditinjau.

The Daily Telegraph adalah yang pertama kali melaporkan, bahwa pemerintah AS lalai dalam  pemeriksaan terhadap dana yang mengalir ke Institut Virologi Wuhan.

Untuk menjaga rahasia Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan (Health and Human Services. HHS) satu-satunya anggota yang dipublikasikan adalah ketuanya Chris Hassell, yang merupakan penasihat ilmiah senior yang bertanggung jawab atas pertahanan dan respons di Kantor Asisten Sekretaris HHS.

Berkaitan dengan hal ini, Hassel mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media : “Meskipun mempublikasikan nama pribadi adalah hal yang baik, memang ada orang yang menyarankan demikian, tetapi jika ini yang membuat tidak ada orang yang mau menjadi anggota komite, itu malahan merugikan”.

Perwakilan Republik dari Pennsylvania Scott Perry mengatakan kepada Daily Telegraph : “Dalam hal kasus pemantau terhadap aliran dana pajak AS ke pihak komunis Tiongkok ini, Anthony Fauci tampaknya seperti orang yang bersiul di depan makam. “ (Istilah yang mengacu pada berpura-pura tenang ketika ketakutan.red)

Scott Perry mengatakan, tujuan untuk melakukan hal itu yakni mengalokasikan dana ke Laboratorium Virus Wuhan, adalah untuk memungkinkan penelitian dilakukan di sana sehingga tidak perlu melalui pemeriksaan apa pun.” (sin)

https://www.youtube.com/watch?v=DsqI9P0d7ns

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine