Luo Tingting
“United Daily News” Taiwan melaporkan pada (16/5) bahwa sejumlah besar perwira dan tentara Security Force Assistance Brigade (SFAB) atau Unit Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat ditempatkan di Pusat Pengujian dan Pengujian Bersama Distrik Utara Pelatihan Pasukan Angkatan Darat di Hukou, Hsinchu, Taiwan pada April lalu.
Kekuatan militer AS mencakup semua alutsista. Sebagai penasihat, militer AS memantau batalyon persenjataan gabungan Taiwan yang menggelar pelatihan pertempuran laut, darat, dan udara.
Seorang perwira pangkalan yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi, Departemen Pendidikan dan Standar Angkatan Darat Taiwan dan Komando Pasifik AS bersama-sama mempromosikan operasi ini.
Angkatan Darat AS memiliki lima brigade kerja sama keamanan aktif, dan satu brigade keamanan tambahan di Garda Nasional. Tiap brigade beranggotakan sekitar 600 perwira dan tentara. Mereka sebelumnya ditempatkan di Timur Tengah. Kini militer AS ditarik dari Timur Tengah serta mengalihkan fokusnya ke kawasan Indo-Pasifik.
Faktanya, militer AS dan Taiwan telah melakukan pertukaran militer selama bertahun-tahun. Akan tetapi, kedua pihak belum mengungkapkannya kepada dunia luar.
Lianhe News melaporkan pada 29 Juni 2020 bahwa video promosi pasukan “EXCELLENCE” Grup Operasi Khusus Angkatan Darat AS yang pertama dirilis pada Februari 2019, menunjukkan sebuah helikopter dengan langit biru dan logo bendera, yang menunjukkan bahwa militer AS sudah berada di Taiwan.
Keterangan Foto : Dalam video promosi Grup Operasi Khusus Pertama Angkatan Darat AS, sebuah helikopter dengan langit biru dan logo bendera muncul. (Tangkapan layar video)
Tangkapan layar tersebut juga menunjukkan bahwa, sejumlah tentara AS dan seorang prajurit khusus yang mengenakan seragam kamuflase militer Taiwan, melakukan simulasi pencarian dan serangan taktis di barak militer Taiwan. Tentara itu dievakuasi oleh helikopter militer Taiwan UH-60M Black Hawk.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, Shi Shun-wen menegaskan bahwa “pengumuman militer AS tentang pembebasan pelatihan kerja sama militer Taiwan-AS adalah pertukaran militer yang normal. Sedangkan militer nasional melaksanakan berbagai pertukaran militer antara Taiwan dan AS sesuai dengan rencana tahunan.”
Dilaporkan, rekaman pelatihan yang terungkap dalam film pengenalan adalah operasi militer AS dengan nama sandi “Balance Tamper” di Taiwan. Kedua pihak akan melakukan 1 atau 2 kali pelatihan dalam setahun. Grup Operasi Khusus Angkatan Darat AS yang pertama mengirimkan Unit Operasi Khusus ODA di bawah yurisdiksinya, datang ke Taiwan guna menggelar latihan bersama dengan Pasukan Khusus Operasi Taiwan.
Seorang militer Taiwan yang tak disebutkan namanya kepada Kantor Berita Central News Agency mengatakan, bahwa Amerika Serikat dan Taiwan menggelar latihan bersama dan pelatihan terkoordinasi dalam peperangan khusus selama lebih dari 10 tahun.
Ia mengatakan, “Pertukaran antara tentara nasional dan militer AS sudah menjadi rahasia terbuka. Misalnya, ukuran dan penggunaan Detasemen Operasi Khusus (ODA) AS telah diterapkan di unit operasi khusus nasional; selain itu, itu diperlukan untuk mempromosikan ketersediaan perwira dan tentara.
Pejabat militer ini mengatakan bahwa di masa lalu, Taiwan “hanya dapat melakukan tetapi tidak berbicara tentang pertukaran militer antara kedua belah pihak.” Kini, hubungan AS-Taiwan memanas, “itu bisa dilakukan, tetapi terserah AS untuk mengatakannya.”
Lin Yin-yu, selaku professor di Institute of Strategic and International Affairs, National Chung Cheng University, percaya bahwa Amerika Serikat dengan sengaja menggunakan “kebocoran resmi” untuk melawan Komunis Tiongkok. Saat itu, suasana di Selat Taiwan sedang mencekam. Bahkan, pesawat serta kapal militer Komunis dan AS muncul di wilayah udara dan perairan di sekitar Taiwan berkali-kali.
Sejak awal tahun ini, situasi di Selat Taiwan semakin memanas. Pesawat militer Komunis Tiongkok terus mengganggu wilayah udara Taiwan. Komunis Tiongkok juga mengirim formasi kapal induk untuk berlatih di perairan dekat Selat Taiwan, mengancam Taiwan. Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Taiwan juga memperkuat penempatan militernya. Amerika Serikat turut aktif bergabung dengan Jepang, Inggris, Prancis, Australia, dan negara-negara lain untuk mengerahkan kekuatan militer dan ikut serta latihan militer gabungan di sekitar Selat Taiwan. Tujuannya, untuk menghalangi Komunis Tiongkok. (hui)


