Di Bawah Pemerintahan Taliban, Siswa Siswi Afghanistan Dipisahkan dalam Kelas dengan Gorden

 oleh Lin Zirong

Taliban menentukan bahwa mahasiswi kelas universitas swasta harus mengenakan jubah dan kerudung yang menutupi sebagian besar wajah. Adapun ruangan kelas dibagi berdasarkan jenis kelamin, atau setidaknya mahasiswa dan mahasiswinya dipisahkan dengan ruang bergorden.

Foto menunjukkan bahwa setelah universitas swasta dibuka kembali pada 6 September, banyak siswa kembali ke sekolah untuk menghadiri kelas. 

Pada 7 September, di sebuah universitas swasta, siswa laki-laki dan perempuan duduk di bangku dalam kelas yang sama yang hanya dipisahkan dengan gorden.

Sementara itu, SBS TV Australia mengutip juru bicara Taliban yang mengatakan bahwa olahraga wanita—dan khususnya kriket wanita—akan dilarang oleh kelompoknya di Afghanistan.

Ahmadullah Wasiq, wakil kepala komisi kebudayaan Taliban, seperti dikutip jaringan tersebut menuturkan, dalam kriket, mereka mungkin menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak tertutup. Ia mengatakan Islam tidak mengizinkan wanita terlihat seperti ini.  

“Ini adalah era media, dan akan ada foto dan video, dan kemudian orang-orang menontonnya. Imarah Islam tidak mengizinkan wanita untuk bermain kriket atau bermain jenis olahraga di mana mereka diekspos,” kata Ahmadullah Wasiq. 

Wasiq pada bulan lalu mengatakan kepada SBS bahwa Taliban akan mengizinkan kriket putra untuk melanjutkannya dan telah memberikan persetujuan bagi tim nasional putra untuk melakukan perjalanan ke Australia untuk pertandingan uji coba pada November mendatang. 

Namun dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis 9 November, Cricket Australia mengatakan tidak akan melanjutkan uji coba yang direncanakan mulai 27 November jika laporan berita tentang pandangan Taliban tentang permainan wanita itu benar. (sin)

Keterangan Foto : Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

Keterangan Foto : Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

Keterangan Foto : Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

Keterangan Foto : Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

Keterangan Foto : Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

Keterangan Foto ; Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sebuah universitas swasta yang melakukan kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, mahasiswa dan mahasiswinya berada dalam satu kelas dengan dipisahkan menggunakan gorden. (Aamir Qureshi/AFP/Getty Images)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine