PM Jepang Fumio Kishida dan Xi Jinping Berbicara Pertama Kali Lewat Sambungan Telepon Menyangkut Hal-Hal Sensitif

NTD

Perdana Menteri baru Jepang Fumio Kishida dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara untuk pertama kalinya lewat sambungan telepon hampir 30 menit lamanya pada Jumat (8/10/2021).

Media Jepang ‘NHK’ melaporkan, usai berbicara dengan Xi Jinping, Fumio Kishida mengatakan : “Secara terus terang saya sampaikan pandangan saya mengenai kekhawatiran yang muncul di antara kedua negara, untuk itu saya menyarankan agar kita dapat tetap melanjutkan dialog di masa mendatang”​​.

Fumio Kishida mengatakan bahwa masalah yang dia angkat termasuk Kepulauan Senkaku di Okinawa, isu Hongkong, dan perlakuan Beijing terhadap warga etnis Uighur Xinjiang, tetapi dia tidak merinci masalah yang dibicarakan.

“Karena kita bertetangga, jadi banyak masalah antara Jepang dan Tiongkok, tetapi kita akan terus melakukan diskusi terbuka dengan Presiden Xi berdasarkan komitmen pada hari ini. Pada saat yang sama, kami menegaskan tentang apa yang seharusnya kami pegang”, katanya.

Pembicaraan kedua kepala negara berlangsung selama hampir 30 menit. Fumio Kishida mengatakan bahwa keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam berbagai masalah termasuk Korea Utara.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri komunis Tiongkok, bahwa dalam percakapan itu Xi Jinping menghimbau Perdana Menteri Jepang untuk menangani masalah sensitif seperti Taiwan dengan cara yang lebih arif. Xi Jinping juga mengatakan kepada Fumio Kishida bahwa Tiongkok dan Jepang harus secara aktif memperkuat dialog dan koordinasi mengenai kebijakan ekonomi serta mempromosikan kerja sama regional.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri komunis Tiongkok, Xi Jinping mengatakan dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Jepang : “Tiongkok dan Jepang adalah negara bertetangga. Merupakan kepentingan bersama untuk mempertahankan dan mengembangkan hubungan persahabatan dan kerjasama, untuk mewujudkan kemakmuran bersama, stabilitas regional, perdamaian di Asia dan dunia”.

Baru-baru ini, situasi di Selat Taiwan terus mengkhawatirkan. Selama empat hari berturut-turut sejak 1 Oktober, militer komunis Tiongkok telah mengirim hampir 150 kali pesawat militernya untuk memasuki zona pertahanan udara Taiwan guna mengganggu Taiwan. 

Dalam merespons sikap keras yang ditunjukkan Beijing terhadap Taiwan ini, pemerintahan Fumio Kishida mengatakan pada hari Selasa bahwa Tokyo sudah siap untuk menghadapi berbagai situasi yang terjadi. Selain itu, juga ditegaskan kembali bahwa Jepang memiliki hubungan keamanan yang erat dengan Amerika Serikat.

Menurut Nikkei Asian Review, Fumio Kishida dalam pidato pertamanya tentang kebijakan Jepang pada hari Jumat, mengatakan bahwa dirinya bertekad untuk memperkuat semangat ‘Quad’ dalam melawan komunis Tiongkok yang diikuti oleh AS, Australia, India dan Jepang, selain berupaya menstabilkan hubungan dengan Tiongkok. 

Fumio Kishida berjanji melalui Quad Jepang akan melanjutkan kerja sama dengan sekutu, untuk mempromosikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Dia juga menekankan bahwa aliansi Jepang – AS adalah inti dari kebijakan luar negeri dan keamanan bagi Jepang. (sin)