Zhang Ruizhen – NTD Asia Pasific
Amerika Serikat dan Filipina menggelar pertemuan tahunan “Dewan Pertahanan Bersama dan Dewan Keterlibatan Keamanan” (MDB-SEB) di Camp Aguinaldo, sebuah pangkalan militer di Metro Manila, pada Kamis (14/10/2021) untuk mempersiapkan dan mengkoordinasikan masalah pertahanan militer kedua negara.
Setelah pertemuan itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Jose Faustino Jr. dan Komandan Komando Indo-Pasifik AS John Aquilino mengatakan latihan militer bersama skala besar AS-Filipina ‘Balikatan’ akan diluncurkan sepenuhnya pada tahun 2022.
The Manila Times melaporkan, pada tahun 2020, latihan militer gabungan tahunan AS-Filipina ditangguhkan karena epidemi dan pada tahun 2021, akan dilanjutkan dalam skala yang dikurangi. Namun, dengan berlanjutnya perselisihan antara Filipina dan Tiongkok di Laut China Selatan, pihaknya bermaksud untuk memperluas skala latihan pada tahun 2022.
Inggris dapat bergabung bersama Jepang dan Australia i dalam latihan militer bersama ‘Balikatan’ tahun 2022 sebagai pengamat.
Sebelumnya, Komandan gugus tempur armada Inggris, Komodor Steve Moorhouse, mengatakan pada (11/10/2021) mengatakan, fokus pihaknya dari penilaian komprehensif menekankan pentingnya kawasan Indo-Pasifik, dan rencana Inggris untuk fokus pada zona ini serta meningkatkan jejaknya dan penyebaran yang lebih berkelanjutan.”
Inggris fokus pada kerja sama kawasan Indo-Pasifik. Kapal induk Ratu Elizabeth memimpin kelompok yang berlayar ke Asia pada Mei. Saat ini, telah melakukan kontak dan latihan bersama dengan sepuluh negara termasuk Australia dan Jepang.
Angkatan Laut Inggris juga menyatakan pada (14/10) bahwa kapal patroli baru “HMS Tamar” dan “HMS Spey” biasanya akan ditempatkan di kawasan Indo-Pasifik selama 5 hingga 10 tahun. (hui)


