400 Tahun Silam Nostradamus Telah Meramalkan Terbunuhnya Seorang Tokoh Jepang yang Bersikap Keras Terhadap PKT — Shinzo Abe

Wei Yu

400 tahun silam peramal terkenal Prancis Nostradamus dalam bukunya “Les Propheties” telah meramalkan terbunuhnya seorang pemimpin internasional pada tahun 2022. Sistem dan budaya negara tersebut akan berubah secara dramatis. 

Orang berpikir apakah ia adalah Xi Jinping atau Putin, tak disangka ramalan jatuh menimpa Shinzo Abe. Abe meninggal di Kota Nara, Jepang pada 8 Juli 2022 pukul 17:03 di usianya yang 67 tahun. 

Selain Nostradamus, peramal India Abhigya Anand, dan peramal Malaysia Dato Anthony Cheng juga pernah meramalkan bahwa dari Juli hingga Agustus tahun ini, dunia akan menghadapi “energi negatif yang paling ganas”. 

Selama periode ini, para pemimpin berbagai negara selain tidak berdaya dalam memperbaiki ekonomi dan penghidupan rakyat, energi dari epidemi dan energi dari bencana akan saling mempengaruhi sehingga memperparah situasi. Epidemi bahkan lepas kendali dan balik menyerang. Selain itu bintang jahat yang terkait dengan perang dan konflik telah muncul di Timur.

Negara-negara di Timur perlu sangat berhati-hati, Taiwan dan Tiongkok perlu ekstra hati-hati dalam masalah hubungan lintas selat. Akhir pekan ini majelis tinggi Jepang mengadakan pemilihan ulang dengan jumlah kursi yang diharapkan menjadi 125. 

Senat Jepang dengan masa jabatan 6 tahun memiliki total 248 kursi, dan setengah dari kursi akan dipilih kembali setiap 3 tahun. Meskipun pengaruh Senat Jepang lebih kecil daripada Dewan Perwakilan Rakyat, namun pengaruhnya terhadap masalah besar masih cukup kuat yang juga dapat dianggap sebagai pemilihan paruh waktu dari partai yang berkuasa. 

ramalam nostradamus telah terjadi dan untuk tahun 2019
Ilustrasi – Shutterstock | Vladiczech

Di masa lalu, partai yang berkuasa akan kehilangan kekuasaannya dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat berikutnya jika gagal memenangkan lebih dari setengah jumlah kursi dalam pemilihan ulang Senat. 

Oleh karena itu, pemilihan paruh waktu ini sangat penting bagi Perdana Menteri Fumio Kishida yang melambangkan apakah dia bisa mendapatkan pijakan yang kuat di dalam partai dan di seluruh Jepang.

Shinzo Abe diserang pada saat berpidato dalam rangka mendukung kandidat dalam  pemilihan umum akhir pekan. Pembunuhnya bernama Tetsuya Yamagami, adalah anggota Pasukan Bela Diri Maritim. Dia mengklaim bahwa pembunuhan dilakukan karena dirinya membenci kelompok tertentu. Namun, alasan ini tidak masuk akal. 

Beberapa orang mengatakan bahwa bagaimana orang melakukan pembunuhan hanya karena perbedaan filosofi politik dan tidak ada dendam sama sekali, kalau dengan melempar telur masih dapat dimengerti. Dan alasan membuat sendiri senjata api untuk membunuh itu juga kurang rasional. Mungkin alasan yang sebenarnya hanya dapat diduga-duga mungkin ada keterlibatan dari kekuatan negara lain.

 Shinzo Abe 2 kali menjabat sebagai perdana menteri Jepang dan merupakan perdana menteri terlama. Ia dikenal sebagai politikus konservatif dan perdana menteri Jepang yang paling bersahabat dengan Taiwan.

Hubungan antara Abe dengan Presiden Trump juga cukup erat. Sikapnya yang keras terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan dukungannya yang kuat untuk Taiwan telah memberi Abe banyak penggemar dan pendukung internasional. Namun, setelah Abe tertembak, sejumlah penggemar PKT di Tiongkok justru menyampaikan pesan lewat Internet dengan nada yang bersuka ria, mereka seakan mendadak menemukan sebuah saluran pelepasan untuk melampiaskan segala tekanan jiwa seperti pelecehan, depresi selama 2 atau 3 tahun masa epidemi melalui kebencian terhadap Jepang. Di sini terpaksa mengatakan bahwa Partai Komunis sekali lagi memanipulasi opini publik melalui anteknya Partai 50 sen untuk mengalihkan kontradiksi, dan mengubah ketidakpuasan rakyat terhadap otoritas menjadi sikap patriotisme dan kebencian terhadap Jepang. Sayang sekali para antek PKT sebagai manusia ini harus kehilangan kemampuan menilai secara normal. Padahal, yang tidak diketahui oleh para antek PKT ini adalah Abe sebenarnya adalah Perdana Menteri Jepang yang paling ramah terhadap Tiongkok dan Rusia. Hubungan Tiongkok – Jepang berjalan baik selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Jepang.

Keramahan Abe terhadap Rusia juga berbeda dengan lainnya. Ketika dunia sedang ramai mengutuk Rusia dan mendukung Ukraina, Abe pernah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Economist bahwa Presiden Ukraina Zelensky juga perlu bertanggung jawab atas terjadinya perang tersebut. 

ramalam nostradamus telah terjadi dan untuk tahun 2019
© Wikipedia | Zereshk

Sebagai kepala negara, ucapan Abe dalam suasana politik yang benar saat ini juga menunjukkan bahwa dia adalah seorang tokoh yang berpandangan unik tentang politik dan berani memimpin dunia. Ini telah ia tunjukkan ketika duduk untuk pertama kalinya sebagai Perdana Menteri Jepang, ia dengan berani mendorong reformasi meskipun harus disambut dengan kemarahan dari seluruh negeri.

Abe lahir dalam keluarga politik terkemuka. 3 Orang dalam keluarganya menjadi perdana menteri Jepang, kakeknya, mantan perdana menteri Nobusuke Kishi adalah Perdana Menteri Jepang ke-56 dan ke-57, Ia adalah politisi elang terkenal yang oleh kalangan politik digelari “Monster dari era Showa”. 

Abe telah dipengaruhi oleh kakeknya sejak dia masih kecil dan dikenal berdarah murni politisi. Kishi sangat anti-komunis pada saat itu dan merupakan perdana menteri pertama yang mengunjungi Taiwan selama masa jabatannya sejak pemulihan hubungan diplomatik antara Jepang dengan Taiwan pada tahun 1952. 

Selama periode ini, ia bersama Chiang Kai-shek mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung Taiwan untuk melakukan serangan balik ke daratan. Pemerintah Jepang juga membuat pernyataan yang jelas tentang klausul Asia Timur dalam Perjanjian Jaminan Keamanan AS – Jepang yang baru ditandatangani pada 14 Januari 1960, menunjukkan bahwa ruang lingkupnya perlu mencakup Taiwan. Hal mana menunjukkan sikapnya yang jelas membela Taiwan.

Adik laki-laki dari Nobusuke Kishi, yakni Eisaku Satō, yang berkuasa pada tahun 1964, adalah perdana menteri Jepang terakhir yang mengunjungi Taiwan selama masa jabatannya. Jadi bagi Shinzo Abe yang lahir dalam keluarga politisi, pengaruhnya tidak perlu diragukan lagi. Di usia 52 tahun, Abe menjadi perdana menteri termuda Jepang setelah Perang Dunia II, dan dia sangat diharapkan menjadi pemimpin idealis di era baru. 

Pada tahun 1972, terjadi pemutusan hubungan diplomatik antara Jepang dengan Taiwan. Selama Abe berkuasa, ia membuka kembali persahabatannya dengan Taiwan. dan setelah pengunduran dirinya, Abe juga masih menjadi bagian dari tokoh tingkat tinggi di Partai Demokrat Liberal Jepang yang masih dapat memainkan peran penting. 

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagai negara yang kalah, Jepang telah memberlakukan konstitusi menentang perang yang melarang memiliki tentara dan harus melepaskan hak untuk berperang.

Abe terus mendorong Jepang melakukan revisi konstitusi untuk mengadvokasi kebijakan keamanan nasional yang lebih tegas. Terutama setelah perang Rusia – Ukraina. ia menganjurkan agar Jepang dapat memiliki senjata nuklir, bahkan hal itu dikaitkan langsung dengan masalah Selat Taiwan. menganjurkan agar Pasukan Bela Diri Jepang dijadikan tentara formal. Mengubahan armada perang Jepang menjadi kapal induk yang memungkinkan Jepang menjadi negara yang benar-benar mampu berperang untuk menghadapi ancaman ekspansi militer Tiongkok. Mungkin orang masih ingat bahwa Abe tiba-tiba mengundurkan diri karena sakit ketika dia menjadi perdana menteri Jepang untuk pertama kalinya, dan Abe berada di bawah tekanan berat yang sulit dibayangkan. 

Dalam buku berjudul “Kembalinya Abe, Kelahiran Kembali Jepang” yang ditulis oleh penulis Jepang Eitaro Ogawa, ia menggambarkan kisah seperti ini : Setelah Perang Dingin berakhir, sikap Jepang mulai goyah akibat tidak mampu mengatasi situasi internasional yang terjadi saat itu.

Abe memberanikan diri untuk menantang semua pantangan yang berlaku pasca Perang Dunia II demi kepentingan Jepang, dengan kekuatannya sendiri untuk menggalang dukungan rakyat. Namun, tantangan tersebut bersinggungan dengan kepentingan media dan kalangan politisi Jepang saat itu, Jadi dia secara pribadi dihantam oleh badai serangan balik dan bahkan dipaksa untuk mengekang diri. 

Semangat Abe untuk mewujudkan pemisahan politik Jepang dari birokrasi pascaperang telah mendapat perlawanan sengit dari media dan kalangan politisi Jepang, hingga akhirnya Abe dipaksa mundur dari jabatan perdana menteri. Akibat tidak sejalan dengan media, pengetahuan, tekad dan prestasi Abe tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. 

ramalam nostradamus yg terjadi dan untuk tahun 2019
(L: Wikimedia Commons, R: Pixabay | boxzero)

Sebaliknya, skandal anggota kabinet seringkali membuat semua tindakan Abe mendapat cemooh dan kecaman keras. laporan media yang dicuci otak membuat pandangan publik terhadap pengunduran diri Abe menjadi berubah bentuk, Abe digambarkan sebagai seorang politisi tuan muda yang dimanjakan keluarga, yang tidak mampu memikul tanggung jawab besar sebagai perdana menteri, sehingga menyerah untuk memerintah.

Ini adalah rasa malu yang tak terlukiskan bagi Abe. Karier politik Abe hampir mencapai puncaknya pada saat itu, jadi jika dia tersandung, dia akan jatuh ke dasar yang lebih dalam dan lebih gelap. Istri Abe, Ms. Akie Abe, lahir pada tahun 1962. marga asalnya adalah Matsuzaki, dan merupakan putri dari keluarga pemilik perusahaan kembang gula Morinaga & Co. di Jepang. 

Pada tahun 1987, ia menikah dengan Shinzo Abe dan menjadi istri termuda seorang perdana menteri dalam sejarah Jepang. Dia dengan jujur ​​​​mengungkapkan : Sejak kekalahan besar Partai Demokrat Liberal dalam pemilihan Senat, Abe secara bertahap mengalami kesulitan tidur dan makan, yang menyebabkan kesehatannya mundur. ditambah lagi ia menderita radang usus besar pada waktu itu. sehingga kondisi fisiknya memburuk, tetapi dia sendiri tidak ingin menggunakan alasan itu sebagai alasan untuk mengundurkan diri, karena perdana menteri adalah Panglima Tertinggi Pasukan Bela Diri, Abe tidak berharap dirawat inap dalam kondisi berkedudukan. Tetapi akhirnya masih juga menimbulkan kesalahpahaman.

Istri Abe mengatakan bahwa setelah konferensi pers pengunduran diri, Abe dikirim ke rumah sakit untuk dirawat, dan dia mulai pindah dari kediaman resmi Perdana Menteri dengan melakukan pekerjaan pemindahan di hadapan media. Abe tidak ingin dijenguk siapa pun di rumah sakit, termasuk istrinya. Itu benar-benar seperti hidup di neraka. Usai pemindahan Akie kemudian balik ke rumah sakit untuk melihat Abe, namun Akie harus menahan air mata di depan Abe. 

Tentu saja, di kediaman resmi, Akie tidak ingin orang melihat dirinya menangis, kecuali dalam kendaraan yang membawanya bolak balik ke rumah sakit. Sampai di sini  kehidupan nerakanya belum juga berakhir. Setelah kesehatan Abe berangsur pulih dalam beberapa bulan sejak pengunduran dirinya. Abe mulai melakukan kegiatan, Suatu hari di Stasiun Tokyo sedang menunggu untuk naik Shinkansen, tiba-tiba muncul suara makian yang berbunyi : Itu Abe, bukan ? Masih ada muka untuk keluar rumah ? Pergi dari sini !

Saat naik pesawat, beberapa orang dengan sengaja mengucapkan kata-kata kasar dengan keras agar orang-orang mendengarnya : Pramugari, Itu Abe yang duduk di sana ! Aku benci duduk di baris yang sama dengannya, tolong bantu aku ganti tempat duduk. ucapan yang menusuk hati Abe.

Sekretaris muda Abe mengenang : Pada masa itu, Abe seperti bermusuhan dengan 100 juta orang, ia penuh dengan perasaan putus asa dan kesepian. bagi seorang pejuang yang berani menantang kesulitan demi memperbaiki nasib negara dan bangsa,  masyarakat selain tidak menghargai prestasinya malahan mengejek dan memaki Abe yang mundur akibat penyakit perutnya. Ini masih belum cukup, bahkan ada orang yang menunjukkan perilaku tidak manusiawi ketika melihat Abe sendiri di jalan. berprestasi tetapi dilecehkan seperti itu tentu akan sulit diterima oleh orang lain jika menghadapi situasi yang sama, sehingga mungkin saja ambil jalan pintas karena letih fisik dan mental. atau sebaliknya, akan timbul rasa benci terhadap media yang telah menyudutkan, serta orang-orang yang mencemoohnya, atau mengutuk negara dan warganya, seperti ketika orang-orang menghadapi ucapan, komentar dari anggota kelompok 50-sen atau para little pink yang jadi antek PKT. Namun Abe terus bersabar dan menanggung semua beban itu.

Abe bisa melihat cahaya harapan di hatinya terutama karena saat ia pertama kalinya kembali ke daerah pemilihan setelah pengunduran dirinya, warga simpatisan yang menaruh harapan tertinggi kepada Abe juga ikut merasakan malunya. Ketika pikiran terbayang betapa ia mengkhianati para pendukung yang setia kepada dirinya … Abe kembali ke kampung halamannya dengan kesadaran bahwa dia mungkin akan dimarahi atau dicemooh, tetapi ketika orang-orang yang menunggunya di kampung halamannya spontan berbaris dan menyambutnya dengan sorak-sorai dan tepuk tangan yang hangat. Ini juga untuk pertama kalinya timbul dalam hati Abe bahwa dia mungkin masih berpotensi untuk bangkit kembali. Kemudian Abe menjalani kehidupan yang menerima kenyataan. selalu introspeksi diri, dengan tenang mencari penyebab kegagalan dan terus memperbaiki dirinya. Di sisi lain, ia juga mempelajari kebijakan lebih keras dari sebelumnya, seperti mempelajari masalah nyata yang terjadi di Jepang.

Apa yang diperlukan Jepang untuk mematahkan rasa isolasi ? Dan mempelajari soal birokrasi pascaperang yang sudah ia dorong tetapi terbengkalai di tengah jalan, bagaimana prosedur yang sebenarnya harus dikembangkan ? Gaya Abe yang elegan dan lembut jelas berbeda dengan pria berusia lanjut yang baik hati tapi tak berdaya.

 Kestabilan, keceriaan, keagungan dan kekuatan yang ditunjukkan oleh Abe itu merupakan hasil gemblengan. Dia memiliki daya tahan yang lebih besar daripada rata-rata orang. Namun orang yang bermental begitu kuat dan rendah hati kini telah meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya, Semoga saja sejarah akan memberikan penilaian yang adil kepada Shinzo Abe. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine