Trump Bikin Geger: Tolak Parade Militer Tiongkok, Hubungan AS-Tiongkok Memanas!

EtIndonesia. Media utama Tiongkok, South China Morning Post, pada Jumat (26/7), melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menolak undangan resmi Pemerintah Tiongkok untuk melakukan kunjungan kenegaraan sekaligus menghadiri parade militer di Beijing pada bulan September mendatang. Informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber yang memahami langsung proses pengaturan diplomatik antara kedua negara.

Penolakan ini sekaligus membantah kabar yang sebelumnya sempat dihembuskan oleh Kyodo News Jepang, yang menyebutkan bahwa Trump akan hadir dalam parade peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 3 September . Banyak analis meyakini, kabar yang beredar dari Kyodo sebenarnya bersumber dari mesin propaganda eksternal Partai Komunis Tiongkok (PKT), sebagai upaya untuk mengetes reaksi masyarakat internasional sebelum agenda resmi diumumkan.

Di sisi lain, meskipun Trump tetap membuka kemungkinan berkunjung ke Tiongkok, namun waktu kunjungan dipastikan bukan pada bulan September, sejalan dengan penolakan atas undangan parade tersebut. 

Saat ini, baik Washington maupun Beijing tengah mempertimbangkan opsi lain, yakni mengatur pertemuan bilateral tingkat kepala negara pada akhir Oktober atau awal November, bertepatan dengan pelaksanaan KTT APEC di Korea Selatan. Skenario yang sedang digodok termasuk kemungkinan Trump mengunjungi Beijing sebelum atau sesudah KTT APEC. Opsi lain yang juga dipertimbangkan adalah mengundang Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk mengunjungi Amerika Serikat pada September, bertepatan dengan Sidang Umum PBB di New York.

Sumber diplomatik menegaskan bahwa negosiasi ini masih berlangsung alot. Ada dua skenario utama yang tengah dibahas:

  1. Trump mengunjungi Beijing sebelum pelaksanaan APEC, sebagai langkah diplomasi pembuka.
  2. Trump menghadiri KTT APEC lebih dahulu, lalu berkunjung ke Beijing setelah agenda di Korea Selatan rampung.

Namun, seorang pejabat tinggi yang terlibat langsung dalam perundingan memperingatkan bahwa jika Tiongkok tetap bersikeras memprioritaskan parade militer sebagai syarat utama kunjungan, maka Beijing berisiko kehilangan momentum penting untuk berdialog secara langsung dengan Presiden AS pada level tertinggi.

Pengamat politik Tiongkok, Wang Duran, menilai penolakan Trump terhadap undangan parade militer ini adalah bagian dari strategi Amerika Serikat untuk menjaga posisi tawar. Menurut Wang, kubu Trump tidak ingin terjebak dalam agenda simbolik yang sepenuhnya dikendalikan oleh PKT, melainkan berusaha menegaskan kepemimpinan dan posisi setara dalam hubungan bilateral. Sikap ini juga menunjukkan kehati-hatian AS dalam menghadapi dinamika politik internal Tiongkok menjelang potensi terpilihnya Trump kembali sebagai presiden.

Lebih jauh, sejumlah analis internasional memandang pemberitaan South China Morning Post kali ini merupakan bagian dari upaya PKT menahan laju penurunan pengaruh globalnya di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat. PKT juga diduga ingin memanfaatkan peluang ,sehingga ruang negosiasi dengan AS tetap terbuka dan posisi Tiongkok tidak semakin terpojok dalam percaturan internasional.

Secara keseluruhan, penolakan Trump atas undangan parade militer Tiongkok menandai babak baru dalam hubungan dua negara adidaya ini—di mana aspek simbolik dan gengsi politik menjadi arena tarik-ulur sekaligus penentu arah kebijakan diplomasi kedua belah pihak ke depan.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine