Batas Waktu Tarif Tak Akan Diperpanjang, Trump Kembali Soroti Ancaman Anti-AS dari Negara BRICS

EtIndonesia. Hanya tinggal dua hari lagi menjelang tenggat tarif impor yang ditetapkan Presiden Donald Trump, dan Trump telah menegaskan bahwa batas waktu 1 Agustus tidak akan diperpanjang. Saat ini, beberapa mitra dagang utama seperti Jepang, Uni Eropa, Indonesia, dan Inggris telah membuat konsesi dan menandatangani kesepakatan dengan AS, sementara India, Taiwan, dan Meksiko masih melakukan negosiasi intensif guna menghindari tarif baru.

Trump baru saja mengumumkan bahwa kesepakatan dagang telah tercapai dengan Korea Selatan, namun dalam konferensi pers yang sama, ia mengumumkan langkah keras terhadap India.

 “India akan dikenakan tarif 25% atas barang impornya ke AS, ditambah tarif hukuman tambahan karena pembelian senjata dan minyak dari Rusia, yang menurut saya ikut memicu perang di Ukraina,” katanya. 

Trump juga mengaitkan India dengan blok BRICS, yang ia gambarkan sebagai “aliansi negara-negara anti-Amerika.”

“India bagian dari BRICS. Percaya atau tidak, itu adalah kelompok yang pada dasarnya menentang Amerika. Itu adalah serangan terhadap dolar. Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun menyerang dolar AS. Ini semua berkaitan dengan kondisi perdagangan dan defisit yang tidak seimbang,” tambahnya.

Menurut laporan, negosiasi AS-India sebelumnya telah beberapa kali mengalami kebuntuan. Pemerintah India menolak membuka pasar domestiknya untuk impor produk pertanian dan susu dari AS, demi melindungi mata pencaharian jutaan petani lokal.

Di hari yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan dengan Pakistan untuk mengembangkan cadangan minyak bersama. Selanjutnya, ia akan bertemu dengan delegasi dagang Korea Selatan guna membahas proposal penurunan tarif dari pihak Seoul.

Trump juga menandatangani sebuah perintah eksekutif baru yang mengenakan tarif 50% terhadap impor dari Brasil, dengan alasan bahwa kebijakan Brasil saat ini mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan stabilitas ekonomi AS. Trump juga mengecam dugaan persekusi politik terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro oleh pemerintah Brasil saat ini.

Sebagai tindak lanjut, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan sanksi terhadap Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, berdasarkan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act, terkait penanganannya terhadap kasus Bolsonaro.

Sementara itu, menurut laporan Reuters, delegasi perdagangan Taiwan masih berada di Washington untuk bernegosiasi. Bloomberg mengutip sumber yang menyebut bahwa pemerintahan Trump menawarkan tarif terbaik sebesar 15%, namun dengan syarat Taiwan harus menambah investasi ke AS sebesar 550 miliar dolar atau lebih, menyamai komitmen Jepang.

Trump menegaskan di akun X (dulu Twitter) bahwa 1 Agustus adalah tenggat terakhir, tanpa ada perpanjangan waktu.

Tak hanya itu, perdagangan dengan negara-negara Asia lainnya juga tengah berbenah menghadapi gelombang kebijakan tarif baru ini.

Di hari yang sama, Trump juga menandatangani sebuah pengumuman tambahan yang menyatakan bahwa mulai 1 Agustus, AS akan memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap produk setengah jadi berbahan tembaga serta produk turunan dengan kadar tembaga tinggi, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional. (Jhon/asr)

Sumber  : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine