EtIndonesia. Sebuah patung raksasa menarik perhatian besar media Barat pada Minggu (28/9/2025). Patung itu menampilkan setengah wajah pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan setengah lagi wajah iblis, dipadu dengan struktur virus berwarna merah darah. Karya yang mencolok dengan tema “CCP Virus” atau Virus PKT ini dipamerkan di jalanan New York dan langsung menjadi topik panas di media sosial Barat.
“Partai Komunis Tiongkok, virus CCP. Kita harus meminta pertanggungjawaban mereka,” kata Ketua Aliansi Demokrasi dan HAM Tiongkok, Jin Xiuhong.

Bertepatan dengan pertemuan PBB, seniman anti-Komunis Chen Weiming bersama Jin Xiuhong dan timnya mengangkut patung raksasa itu dari Taman Patung Kebebasan di California menuju New York. Patung tersebut mengundang banyak warga berhenti untuk menonton dan memotret.
Influencer Amerika terkenal, Nick Shirley, mengunggah video patung tersebut di depan markas besar PBB ke platform X. Video itu memicu perhatian luas media AS dengan lebih dari 1,8 juta tayangan dan 500 ribu tanda suka.
🚨 Meanwhile outside the UN…
— Nick shirley (@nickshirleyy) September 26, 2025
Chinese women driving around NYC with a massive anti-CCP float with Xi Jinping face covered in a virus pic.twitter.com/H5uYVBJ3Jm
Pada bagian bawah patung tertulis dalam bahasa Inggris “CCP Virus.” Chen menamainya sebagai “Patung Virus CCP III” karena patung pertama pada Juli 2021 pernah dibakar oleh orang tak dikenal.
Di dekat Perpustakaan Flushing, Taman Patung Kebebasan California bersama Aliansi Demokrasi dan HAM Tiongkok menggelar aksi besar untuk mengecam PKT yang dituding menutup-nutupi pandemi hingga menimbulkan ledakan global. Massa mengangkat spanduk bertuliskan “END CCP” dan meneriakkan: “Virus CCP, seluruh dunia menuntut keadilan! Wabah CCP, darah akan dibayar dengan darah!”
Chen Weiming mengungkapkan, sejak patung pertama dibakar, sudah ada tiga mata-mata yang ditangkap. Namun aksi sabotase berlanjut, termasuk anjing penjaga di taman patung yang diracun dan papan informasi yang dirusak—semua dilakukan untuk mengintimidasi mereka agar menyerah.

Karena itu, saat rombongan melewati Washington DC, Chen dan tim melaporkan hal tersebut kepada Kongres AS serta Departemen Luar Negeri. Mereka juga menyerahkan petisi agar pemerintah AS waspada terhadap infiltrasi dan sabotase PKT serta mendesak lahirnya undang-undang terkait.
Pada 18 April lalu, Gedung Putih memperbarui situs web tentang COVID-19 dan secara jelas menyatakan bahwa virus itu berasal dari kebocoran laboratorium Wuhan.
Pengamat independen Zhang Lin menilai, virus PKT dapat dipandang sebagai bentuk perang: melemahkan Barat, memperkuat agresi diktator, sekaligus memecah belah masyarakat Amerika dan Barat. Karena itu, rakyat Amerika harus meningkatkan kewaspadaan terhadap PKT.
Menjelang 1 Oktober, Hari Berkabung Nasional PKT, rombongan patung raksasa “Virus CCP” pada Senin (29/9/2025) mendatangi Konsulat Tiongkok di New York, kembali menyerukan tuntutan agar PKT dimintai pertanggungjawaban. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


