Batasi Kenaikan Berat Badan Hewan Peliharaan Anda Setelah Operasi Sterilisasi

Setelah operasi sterilisasi, laju metabolisme menurun.

Tanya:

Saya sudah memelihara kucing dan anjing selama bertahun-tahun, dan semuanya telah disterilkan. Saya perhatikan, baik hewan peliharaan saya maupun milik teman-teman saya yang sudah disterilkan hampir semuanya kelebihan berat badan, sedangkan anjing teman saya yang belum disterilkan biasanya tetap ramping. Apakah benar hewan yang disterilkan cenderung lebih gemuk? Jika iya, mengapa demikian?

Jawab:

Pengamatan Anda benar, meskipun sebenarnya tidak harus demikian. Di Amerika Serikat, 60 persen kucing dan 56 persen anjing mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Sayangnya, kondisi ini membuat hewan lebih rentan terhadap berbagai penyakit, menurunkan kualitas hidup, dan memperpendek umur mereka.

Kenaikan berat badan biasanya mulai terjadi tidak lama setelah operasi sterilisasi. Dalam enam bulan pertama, sekitar 21 persen kucing menjadi kelebihan berat badan, dan dalam dua tahun, sebanyak 52 persen anjing juga mengalami hal yang sama.

Pada kucing atau anjing betina, prosedur sterilisasi biasanya dilakukan dengan mengangkat ovarium dan rahim. Sementara itu, pada jantan, testis diangkat.

Ovarium dan testis menghasilkan hormon reproduksi yang berperan besar dalam tiga aspek fisiologi hewan peliharaan: metabolisme, nafsu makan, dan aktivitas fisik.

Setelah operasi sterilisasi, laju metabolisme menurun. Kucing memerlukan sekitar 24 persen lebih sedikit kalori untuk mempertahankan berat badan, sedangkan kebutuhan kalori anjing berkurang hingga 30 persen.

Selain itu, hormon seks membantu mengendalikan nafsu makan, dan setelah disterilkan, nafsu makan biasanya meningkat. Aktivitas fisik juga menurun โ€” pada kucing, bahkan hingga 60 persen setelah operasi.

Pembaca yang rutin mengikuti rubrik ini tentu tahu bahwa kucing dan anjing yang kelebihan berat badan lebih berisiko terkena berbagai penyakit. Keluarga yang memelihara hewan obesitas juga mengeluarkan lebih banyak biaya untuk makanan, obat-obatan terapi, serta pencegahan kutu, caplak, dan cacing jantung, karena dosis obat ditentukan berdasarkan berat badan.

Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai berat badan hewan peliharaan Anda. Ingat, sterilisasi memengaruhi laju metabolisme, nafsu makan, dan tingkat aktivitas. Pertimbangkan untuk memberikan makanan tinggi protein dan tinggi serat.
Protein membantu membangun otot, yang membakar lebih banyak kalori dibanding lemak. Protein dan serat juga meningkatkan rasa kenyang, sementara serat menurunkan kepadatan kalori dalam makanan.


Tanya:
Kucing saya yang sehat, Chloe, berumur 15 tahun, belakangan hanya mau makan makanan kering. Saya tidak tahu kenapa dia tidak mau lagi makanan kaleng yang biasanya dia sukai. Apakah dia benar-benar perlu makan makanan kaleng?

Jawab:
Saya tidak akan mempermasalahkannya. Pada usia lanjut dan dengan kondisi kesehatan yang baik, biarkan Chloe memilih makanannya sendiri. Namun, tidak ada salahnya meminta dokter hewan memeriksanya dan melakukan tes laboratorium untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang memengaruhi selera makannya.

Makanan kering memiliki beberapa keunggulan, terutama jika Chloe makan jenis makanan dental, yang dapat membantu mencegah plak, karang gigi, dan radang gusi.
Mencegah infeksi gusi penting untuk melindungi ginjal, hati, dan jantung dari penyebaran bakteri yang berasal dari gusi terinfeksi.
Untuk daftar makanan dental yang disetujui oleh Veterinary Oral Health Council (VOHC), Anda dapat mengunjungi situs VOHC.org.

Di sisi lain, makanan kaleng mengandung sekitar 75 persen air, sehingga membantu mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Makanan kaleng juga memudahkan kucing mempertahankan berat badan ideal karena lebih rendah kalori per ons dibandingkan makanan kering.

Secara umum, banyak dokter hewan menyarankan agar kucing yang sehat diberi kombinasi makanan kering dan kaleng agar mendapatkan manfaat dari keduanya.

Selain itu, kucing yang terbiasa makan kedua jenis makanan akan lebih mudah menyesuaikan diri bila di masa depan harus menjalani perubahan pola makan terapeutik.

Misalnya, jika Chloe nanti mengalami penyakit ginjal atau kandung kemih, ia akan membutuhkan lebih banyak cairan dan akan lebih diuntungkan dengan makanan kaleng.


Kepada para pembaca:
Kami ingin mendengar dari Anda! Topik apa yang ingin Anda baca di rubrik ini?
Kirimkan tanggapan dan saran Anda ke [email protected].

Lee Pickett, VMD, adalah dokter hewan yang berpraktik di North Carolina, Amerika Serikat.
Hubungi beliau di AskTheVet.pet.
ยฉ 2024 Lee Pickett, VMD. Diterbitkan oleh Creators.com.

INSPIRASI ERABARU

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

Ke Mana Arah Pernikahan? Pelajaran Abadi dari Kisah Li Wa

Hari ini, kita hidup di tengah kelimpahan materi, tetapi sekaligus menghadapi kerapuhan emosional. Pernikahan dan hubungan asmara modern kerap gagal memberikan rasa aman. Perdebatan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine