Terlalu Sering Minum Minuman Dingin Bisa Berdampak Buruk bagi Tubuh

Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) menganjurkan terapi makanan dan teh herbal untuk menyejukkan tubuh sekaligus menjaga kesehatan alami secara holistik.

EtIndonesia. Seorang pasien perempuan yang setiap hari meminum kopi dingin mulai mengalami gangguan pencernaan—termasuk nyeri perut, perut kembung, diare sesekali, serta masalah kulit seperti eksim dan ruam—sehingga mencari pengobatan di sebuah klinik PTT di Taiwan.

 “Saya menyarankannya untuk menghindari makanan dan minuman dingin, lalu meresepkan ramuan PTT untuk menghangatkan sistem pencernaannya,” kata dr. Li Ying-da, praktisi PTT di Klinik PTT Cihang, Taiwan, kepada The Epoch Times.

Setelah mengikuti rencana pengobatan tersebut, pasien itu pun sembuh.

Dalam konsep PTT, energi tubuh diklasifikasikan menjadi “yin” (dingin) dan “yang” (hangat). Menurut dr. Grace Zhang, praktisi PTT di Northern Medical Center, New York, energi yang melambangkan kehangatan internal, vitalitas, dan fungsi kekebalan tubuh. Ketika seseorang sering mengonsumsi minuman dingin, tubuh harus menggunakan energinya sendiri untuk menghangatkan cairan tersebut agar bisa dicerna, sehingga perlahan-lahan menguras energi yang-nya. 

Dalam jangka panjang, hal ini dapat melemahkan sistem pencernaan, menyebabkan gangguan pernapasan, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, menurunkan imunitas, serta membuat tubuh lebih mudah lelah dan sakit.


Keseimbangan Panas-Dingin dalam Pola Makan

Dalam PTT, makanan dan minuman diklasifikasikan bukan hanya berdasarkan suhu, tetapi juga berdasarkan sifat energinya—yaitu bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh setelah dicerna. Misalnya, makanan atau minuman bersifat “dingin” seperti teh hijau dapat menurunkan suhu tubuh dan memberikan efek menyejukkan, bahkan ketika cuaca sedang panas. Sebaliknya, makanan “hangat” seperti teh hitam atau rempah seperti lada dan kayu manis memiliki sifat yang mendukung kehangatan tubuh.

Zhang menjelaskan bahwa setiap budaya memiliki keseimbangan alami dalam pola makan yang penting untuk kesehatan jangka panjang. Masakan Asia umumnya menekankan makanan hangat atau matang untuk menjaga keseimbangan pencernaan, terutama di daerah lembap atau dingin. Sayuran mentah—yang dianggap bersifat “dingin”—digunakan lebih sedikit dan sering dipadukan dengan bahan hangat agar efeknya seimbang.

Sebaliknya, pola makan Barat cenderung menonjolkan protein penghasil panas seperti daging, telur, dan keju, yang biasanya dikombinasikan dengan air es atau minuman dingin. Untuk menyeimbangkan efek dingin tersebut, masakan Barat sering menambahkan rempah hangat seperti kayu manis, jahe, lada, dan kunyit, yang membantu pencernaan dan sirkulasi darah.

Zhang menambahkan bahwa banyak orang Barat secara fisiologis telah beradaptasi dengan pola ini. Sistem pencernaan mereka menjadi lebih toleran terhadap makanan dan minuman dingin, sehingga tetap seimbang meskipun sering mengonsumsi es.

Namun, ia memperingatkan bahwa kebiasaan jangka panjang mengonsumsi makanan dan minuman dingin berlebihan dapat menimbulkan gangguan halus pada tubuh yang bersifat kumulatif. Ketidakseimbangan ini mungkin tidak langsung menimbulkan gejala, tetapi bisa menumpuk seiring waktu dan memicu masalah kesehatan di kemudian hari.


Dampak Kesehatan dari Minuman Dingin

Meskipun minuman dingin dapat memberi sensasi segar sesaat, dalam jangka panjang dapat memengaruhi sistem pencernaan, pernapasan, dan jantung—tergantung pada kondisi tubuh masing-masing orang.

1. Melemahkan Sistem Pencernaan

Dalam PTT, limpa dan lambung bertanggung jawab atas pencernaan dan penyerapan, mengubah makanan menjadi energi vital (qi) dan darah. Berbeda dengan definisi limpa dalam kedokteran Barat, konsep limpa di PTT mencakup juga pankreas dan usus dua belas jari. Organ ini menyukai kehangatan dan sensitif terhadap dingin.

Minuman dingin dapat menurunkan suhu limpa dan lambung, sehingga fungsinya melemah. Akibatnya timbul gejala seperti nyeri perut, diare, dan gangguan pencernaan. Karena limpa juga mengatur metabolisme, kekurangan fungsi limpa dapat menyebabkan edema (pembengkakan) atau obesitas.

Namun bagi orang yang sehat dengan fungsi pencernaan normal, minum minuman dingin sesekali tidak menimbulkan masalah berarti.

2. Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Sebuah studi dalam Journal of Cardiovascular Electrophysiology (Agustus) menunjukkan bahwa lebih dari separuh dari 101 pasien fibrilasi atrium mengalami kekambuhan dalam satu menit setelah makan atau minum sesuatu yang dingin—fenomena yang disebut “cold drink heart”. Pemicunya kemungkinan stimulasi saraf vagus di kerongkongan. Sebagian besar pasien dapat mencegah serangan dengan menghindari konsumsi makanan atau minuman dingin.

Praktisi PTT menyarankan agar penderita penyakit jantung koroner atau yang pernah mengalami serangan jantung menghindari minuman es. Zhang menjelaskan bahwa air es dapat menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah), yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian jantung dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

3. Gangguan Pernapasan

Bagi orang dengan saluran napas sensitif, minuman es dapat mengiritasi tenggorokan dan memicu batuk atau serangan asma. Penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan minuman bersuhu ruang, minuman hangat lebih efektif meredakan gejala flu seperti pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan bersin.

4. Masalah Saluran Kencing

Dr. Chu Hsin-Cheng, direktur Klinik Urologi Minquan Jingrui di Taiwan, menjelaskan bahwa beberapa orang mengalami kesulitan buang air kecil atau sensasi terbakar setelah minum minuman dingin—yang bisa menandakan adanya peradangan saluran kemih.

Meskipun es tidak secara langsung menyebabkan infeksi, suhu dingin dapat mempersempit pembuluh darah di sekitar uretra dan menghambat aliran darah. Bagi mereka yang uretranya sensitif, hal ini dapat memicu gejala peradangan.

Jika setelah minum es muncul gejala seperti nyeri atau sulit buang air kecil, sebaiknya hentikan konsumsi, perbanyak minum air hangat, dan jaga kebersihan pribadi.


Kelompok yang Berisiko Lebih Tinggi

Zhang menyarankan agar ibu hamil berhati-hati mengonsumsi minuman dingin, karena es batu dapat terkontaminasi bakteri saat diproduksi dan menimbulkan risiko infeksi atau gangguan pencernaan. Ibu hamil pada trimester pertama sebaiknya menghindari makanan dingin untuk menjaga sistem pencernaan dan mengurangi rangsangan terhadap rahim.

Dr. Chou Tsung-Han, dari Klinik PTT Hanmingtang Taiwan, mengatakan bahwa sebagian besar wanita dengan nyeri haid (dismenore) mengalami gejala yang lebih parah setelah mengonsumsi minuman es.

Dalam PTT, banyak wanita memiliki “rahim dingin” — kondisi di mana energi vital dan sirkulasi darah di sistem reproduksi melemah, disertai perut bagian bawah yang dingin, nyeri haid, serta darah menstruasi berwarna gelap dan menggumpal.

Mengonsumsi terlalu banyak minuman dingin dapat mempersempit pembuluh darah dan otot rahim, sehingga memperparah nyeri haid dan bahkan menghambat kesuburan.

Sebuah studi tahun 2023 juga menemukan hubungan antara konsumsi minuman dingin dan dismenore pada wanita Kaukasia.

Namun, bagi sebagian kecil wanita yang mengalami dismenore akibat peradangan—seperti endometriosis—minuman dingin justru dapat membantu meredakan nyeri.

Pada wanita menopause, konsumsi air es dapat memperburuk gejala panas dalam. Dalam PTT, ini dikaitkan dengan kondisi “kekurangan yin dengan panas berlebih”, di mana kekurangan energi yin menyebabkan tubuh terlalu panas. Yin berfungsi menyejukkan dan melembabkan tubuh.

Chou menyarankan wanita menopause lebih baik mengonsumsi makanan yang menutrisi yin, seperti air madu, untuk membantu menyeimbangkan yin dan yang serta meredakan gejala hot flashes.

 Ia juga merekomendasikan makanan obat seperti umbi lili (Bai He) dan Ophiopogon japonicus (Mai Men Dong) untuk membantu menurunkan panas, serta tidak tidur terlalu larut. Merendam kaki sebelum tidur juga dapat membantu mengeluarkan panas berlebih melalui keringat ringan.


Manfaat Air Es dalam Kondisi Tertentu

Bagi kelompok tertentu seperti pelari jarak jauh, tentara, atau petugas pemadam kebakaran, minum air es bisa membantu menurunkan suhu tubuh inti.

Olahraga di lingkungan panas dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh berlebihan, dan bukti ilmiah menunjukkan bahwa minuman dingin dapat membantu mencegah hal ini serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa air es dapat mengurangi gangguan pengecapan akibat obat kemoterapi. Terapi oral dengan es batu atau es krim dapat membantu mengurangi kehilangan rasa yang disebabkan oleh pengobatan kanker.


Tiga Tips Aman Menikmati Minuman Dingin (Menurut PTT)

  1. Waktu terbaik adalah siang hari.
    Pada tengah hari, tubuh berada dalam kondisi yang (hangat), dan suhu lingkungan biasanya paling tinggi. Minum minuman dingin saat ini dapat membantu menyeimbangkan yin dan yang serta memberi rasa segar.
  2. Minum perlahan.
    Biarkan minuman dingin sedikit menghangat di mulut sebelum ditelan agar tidak “mengagetkan” lambung dan usus.
  3. Kurangi kadar es dan gula.
    Untuk minuman seperti bubble tea atau teh buah, pilih opsi “tanpa es” atau “sepertiga gula” agar lebih ramah bagi sistem pencernaan.

Alternatif Alami untuk Menyegarkan Tubuh

Selain minuman es, PTT menyarankan makanan yang secara alami menyejukkan tubuh:

  • Teh herbal dan teh cincau (Mesona chinensis),
  • Buah-buahan dan sayuran berair seperti semangka, labu air (winter melon), dan lobak putih (daikon).

Resep Sup Kacang Hijau

PTT menganggap kacang hijau memiliki khasiat menurunkan panas, detoksifikasi, dan meredakan rasa gelisah akibat cuaca panas.

Bahan:

  • 100 gram kacang hijau
  • 1000 ml air

Cara membuat:

  1. Cuci bersih kacang hijau dan masukkan ke panci.
  2. Tambahkan air dan rendam selama 1 jam.
  3. Rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu kecilkan api dan didihkan selama 15 menit.
  4. Matikan api dan biarkan selama 5 menit sebelum disajikan.

Zhang menyarankan agar sup kacang hijau dikonsumsi dalam keadaan hangat, bukan dingin, untuk menjaga keseimbangan tubuh secara optimal.

INSPIRASI ERABARU

Harmoni Langit dan Bumi: Bagaimana Lima Unsur Menghubungkan Alam, Musim, dan Kesehatan

Di Tiongkok kuno, filosofi “langit, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan” telah menjadi pedoman untuk menjaga kesehatan selama ribuan tahun. “Empat musim dan yin-yang...

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba Rajamani Anda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine