EtIndonesia. Menurut media Rusia, dua pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Vnukovo Moskow, sementara pembatasan serupa diberlakukan di Bandara Domodedovo.
Saksi mata melaporkan ledakan di ibu kota Rusia, karena operasi penerbangan terganggu sementara akibat ancaman drone.
Ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Moskow, dengan media Rusia mengutip saksi mata yang mendengar tiga ledakan di Kota Kolomna dekat Moskow.
Dua pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Vnukovo, karena pesawat dari Fergana (Uzbekistan) dan Dubai (UEA) terpaksa berputar-putar di dekat Kota Vladimir.
Secara total, lima penerbangan ditunda dan satu dibatalkan di Vnukovo, sementara pembatasan juga diberlakukan di Bandara Domodedovo, Volgograd, Kaluga, Saratov, dan Yaroslavl.
Kemudian, Wali Kota Moskow ,Sergey Sobyanin mengatakan bahwa enam drone ditembak jatuh oleh pertahanan udara di wilayah Moskow.
Sekitar pukul 03.40 waktu setempat, laporan menunjukkan bahwa bandara Domodedovo dan Vnukovo telah kembali beroperasi.
Serangan Drone di Moskow
Seperti yang dilaporkan RBC-Ukraina sebelumnya, pada malam 27 Oktober, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat dan menghancurkan 193 drone, termasuk 40 di atas wilayah Moskow, yang 34 di antaranya dikatakan menuju Moskow.
Media Rusia juga menulis tentang serangan drone pada malam hari tanggal 26 Oktober, menerbitkan banyak foto dan video dari ibu kota yang menunjukkan ledakan keras dan asap mengepul di atas kota.
Wali Kota Sergey Sobyanin menegaskan bahwa pertahanan udara “menembak jatuh semuanya,” sementara media sosial menyebarkan gambar tentara Rusia dengan senapan mesin yang terpasang di truk pikap yang ditempatkan tepat di depan Kremlin.
Pada malam 27 Oktober, media Rusia kembali melaporkan drone tak dikenal yang diduga menyerang Moskow, disertai dengan ledakan di wilayah Moskow. (yn)


