Konsumsi Buah Bisa Jadi Perisai Alami Paru-Paru di Tengah Polusi Udara

Penelitian menunjukkan konsumsi buah yang cukup bisa membantu menjaga kesehatan paru-paru, terutama di kota dengan tingkat polusi tinggi.

oleh George Citroner

Lebih dari 90 persen penduduk dunia kini menghirup udara yang tercemar. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan “perisai alami” yang tak terduga: buah-buahan.

Sebuah studi berskala besar menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi empat porsi atau lebih buah setiap hari memiliki fungsi paru-paru yang jauh lebih baik di lingkungan berpolusi—meski efek serupa tidak terlihat pada pria.

Para peneliti menduga, perbedaan ini terjadi karena pria umumnya mengonsumsi buah lebih sedikit dibandingkan wanita.

Temuan tersebut dipresentasikan di European Respiratory Society Congress di Amsterdam oleh Pimpika Kaewsri, mahasiswa doktoral dari University of Leicester, Inggris.

 “Penelitian kami menegaskan bahwa pola makan sehat berkaitan dengan fungsi paru yang lebih baik pada pria maupun wanita, terlepas dari tingkat paparan polusi udara,” kata Kaewsri dalam keterangan persnya. Ia berencana melanjutkan penelitian untuk melihat apakah pola makan dapat memengaruhi perubahan kesehatan paru dalam jangka panjang.

Polusi Udara dan Dampaknya pada Paru

Menggunakan data dari sekitar 200.000 orang yang terdaftar di UK Biobank, tim peneliti membandingkan asupan buah, sayur, dan biji-bijian dengan kesehatan paru serta paparan partikel halus PM2.5—yakni partikel polutan yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer dan berasal dari asap kendaraan maupun pabrik.

Hasilnya, setiap peningkatan kadar PM2.5 sebesar 5 mikrogram per meter kubik di udara menyebabkan penurunan volume udara yang dapat diembuskan dalam satu detik sebesar 78,1 mililiter pada orang yang jarang makan buah.

Sebaliknya, pada kelompok yang mengonsumsi lebih banyak buah, penurunannya hanya 57,5 mililiter—selisih sekitar 20,6 mililiter.

Karena hanya kelompok wanita yang rata-rata makan lebih dari empat porsi buah per hari, manfaat perlindungan terbesar terlihat pada mereka. Pada pria, efek pelindung tersebut tidak tampak.

Kaewsri menjelaskan, manfaat ini mungkin berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa antiinflamasi alami dalam buah yang membantu melindungi paru dari kerusakan akibat partikel polutan.

 “Senyawa ini dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang disebabkan oleh partikel halus, sehingga membantu menetralkan sebagian efek berbahaya polusi udara terhadap paru,” ujarnya.

Lebih dari 90 persen populasi dunia saat ini terpapar polusi udara yang melebihi batas aman yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Paparan jangka panjang ini berhubungan dengan penurunan fungsi paru secara signifikan.

Cara Mengurangi Paparan PM2.5

Untuk melindungi diri dari dampak polusi udara PM2.5, Dr. Tori Endres—dosen pediatri di Case Western University, Amerika Serikat—memberikan beberapa langkah praktis:

  • Pantau Kualitas Udara: Gunakan Air Quality Index (AQI) untuk mengetahui kadar PM2.5 di udara. Jika indeks menunjukkan polusi tinggi, batasi aktivitas luar ruangan dan hindari waktu padat lalu lintas.
  • Gunakan Penyaring Udara: Pasang filter udara HEPA di rumah dan tutup jendela saat polusi sedang tinggi untuk mencegah partikel luar masuk.
  • Pilih Rute Aman: Hindari berjalan atau berolahraga di dekat jalan raya dan pilih waktu dengan lalu lintas lebih sepi.
  • Gunakan Masker Pelindung: Saat harus beraktivitas di luar, gunakan masker N95 atau N99 untuk mengurangi partikel halus yang terhirup.

Dr. Endres menambahkan bahwa PM2.5 bukan satu-satunya ancaman. “Paparan polutan lain juga dapat menimbulkan efek berbahaya secara langsung, seperti serangan asma. Dalam jangka panjang, paparan berulang bisa berdampak pada kesehatan serius seperti stroke, kanker paru, dan gangguan metabolisme,” ujarnya kepada The Epoch Times.

Josh F.W. Cook, mantan pejabat Environmental Protection Agency (EPA) Amerika, menilai penelitian ini “tepat waktu dan sangat relevan.” Ia menekankan pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat yang menyeluruh—tidak hanya berfokus pada satu faktor, tetapi juga memperhatikan berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat modern.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine