EtIndonesia. Amerika Serikat kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi jaringan ekstremis di Afrika Timur. Pada dini hari 25–26 November 2025, Komando Afrika AS (AFRICOM) bersama pasukan kontra-terorisme Puntland melancarkan tahap final Operasi Hilaak, sebuah operasi darat berskala besar yang menargetkan jantung pertahanan ISIS-Somalia di kawasan pegunungan Balad-Gude, wilayah Kalmiskaad.
Ini menjadi momen penting: operasi darat besar pertama oleh pasukan AS di Puntland dalam beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya AS lebih sering mengandalkan serangan udara dan operasi drone terhadap militan di Somalia.
Latar Belakang Operasi
Dalam enam bulan terakhir, aktivitas ISIS-Somalia meningkat tajam, terutama di wilayah pegunungan Kalmiskaad—daerah yang dikenal sebagai pusat persembunyian kelompok tersebut. ISIS-Somalia memanfaatkan jaringan gua alami sebagai markas komando, lokasi pelatihan, hingga tempat penyimpanan logistik dan senjata.
Laporan intelijen pada awal November 2025 menunjukkan bahwa kelompok ini juga melibatkan sejumlah militan asing dari Suriah, Turki, hingga Ethiopia. Temuan ini memicu perencanaan misi gabungan antara AFRICOM dan pasukan Puntland.
Detail Operasi – Dijalankan Sangat Terstruktur
Pengerahan Pasukan
Operasi dimulai sekitar pukul 02 : 00 dini hari waktu setempat. Pasukan gabungan bergerak dalam koordinasi udara–darat ketat:
- 100 personel pasukan khusus AS dikerahkan.
- 10 helikopter MH-60 Black Hawk melakukan infiltrasi dan penyaluran personel ke zona operasi.
- Drone MQ-9 Reaper memberikan pemantauan udara, intelijen real-time, serta dukungan tembakan presisi.
- 200 anggota pasukan anti-teror Puntland turut terlibat dalam pengepungan dan penyapuan wilayah.
Pertempuran di Dalam Gua
Militan ISIS bertahan di jaringan gua yang kompleks dan memiliki lorong sempit. Pasukan gabungan terpaksa melakukan kontak dekat (close-quarter combat).
Pertempuran jarak dekat berlangsung selama lebih dari tiga jam. Sumber pemerintah Puntland menyebut beberapa militan menggunakan ranjau rakitan dan jebakan tersembunyi di dalam gua. Namun koordinasi tembakan presisi dari drone Reaper membuat pergerakan ISIS terpantau ketat dan meminimalkan risiko bagi pasukan gabungan.
Hasil Operasi – Kemenangan Strategis
Hasil dari Operasi Hilaak fase akhir ini dinilai signifikan dan menjadi titik balik dalam operasi kontra-terorisme di Somalia Utara.
Korban dan Kerugian di Pihak ISIS
- 40+ militan ISIS tewas dalam kontak senjata langsung maupun serangan presisi.
- Beberapa komandan senior ISIS-Somalia, termasuk koordinator logistik dan instruktur tempur asing, dilaporkan terbunuh.
- Sejumlah gudang senjata, bahan peledak, fasilitas komunikasi, serta perlengkapan untuk penambangan emas ilegal—salah satu sumber pendanaan ISIS—berhasil dihancurkan.
Pihak AS Tidak Mengalami Korban
AFRICOM menegaskan bahwa tidak ada korban di pihak AS maupun pasukan Puntland, menjadikan operasi ini salah satu misi paling sukses dari sisi efisiensi dan keselamatan personel.
Wilayah Kalmiskaad Hampir Sepenuhnya Bersih dari ISIS
Pemerintah Puntland mengeluarkan pernyataan resmi pada 26 November 2025, menyatakan bahwa 98% wilayah pegunungan Kalmiskaad telah berhasil dibersihkan dari elemen ISIS.
Mereka menyebut operasi ini sebagai kemenangan strategis penting karena:
- Menghancurkan pusat pertahanan terakhir ISIS-Somalia di utara.
- Memutus jalur pendanaan dari tambang emas ilegal.
- Menekan aktivitas perekrutan militan asing.
- Memulihkan stabilitas di dua distrik utama yang selama ini menjadi zona abu-abu keamanan.
Reaksi Internasional
Washington memuji koordinasi kuat antara AFRICOM dan otoritas Puntland. Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa operasi ini akan memperkuat stabilitas regional serta menekan penyebaran jaringan ISIS di Afrika Timur.
PBB dan Uni Afrika juga menyambut hasil operasi ini, menilai keberhasilan tersebut dapat mempercepat stabilisasi Somalia menjelang fase baru rekonstruksi pemerintahan.
KESIMPULAN
Operasi Hilaak pada 25–26 November 2025 menjadi salah satu aksi paling menentukan dalam perang melawan ISIS di Afrika. Dengan eliminasi lebih dari 40 militan, hancurnya sejumlah pemimpin kelompok, serta tanpa korban di pihak AS dan Puntland, operasi ini menandai penurunan signifikan kekuatan ISIS-Somalia.
Puntland kini memasuki fase pemulihan keamanan di Kalmiskaad, sementara AFRICOM menegaskan tidak akan mengurangi tekanan terhadap jaringan ekstremis di seluruh Afrika Timur.


