Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi ke Kelompok Separatis Yaman Tewaskan 7 Orang dan Melukai Lebih dari 20 Orang

EtIndonesia. Seorang pejabat tinggi kelompok separatis Yaman yang didukung Uni Emirat Arab (UEA), Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC), Mohammed Abdulmalik, menyatakan bahwa koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi pada Jumat (2 Januari) melancarkan serangan udara terhadap sebuah kamp militer milik kelompok tersebut, menewaskan tujuh orang. Secara tradisional, Arab Saudi dan UEA merupakan sekutu dekat, namun perbedaan pandangan terkait perang saudara Yaman semakin memperlebar keretakan di antara kedua negara.

Menurut laporan AFP, Abdulmalik mengatakan bahwa sebuah kamp militer menjadi sasaran tujuh kali serangan udara. Selain tujuh orang tewas, lebih dari 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Arab Saudi dan UEA sebelumnya bekerja sama melawan kelompok pemberontak Houthi (Ansar Allah). Namun seiring berjalannya perang, pemerintah Yaman yang didukung Saudi terlibat bentrokan internal dengan kekuatan separatis yang didukung UEA, sehingga memperdalam perselisihan antara kedua sekutu tersebut.

Pada 30 Desember lalu, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Pelabuhan Mukalla di Yaman, dengan mengklaim bahwa sejumlah senjata dari UEA telah tiba di lokasi tersebut untuk memasok kelompok separatis Yaman. Saudi juga kemudian mengeluarkan peringatan kepada otoritas UEA.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan secara daring oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Riyadh menegaskan pentingnya UEA menanggapi permintaan Republik Yaman, yakni menarik seluruh pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam serta menghentikan segala bentuk dukungan militer dan finansial kepada pihak mana pun di dalam Yaman.

Perang saudara Yaman pecah pada 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa. Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada 2015, dengan tujuan memulihkan kekuasaan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dewan Transisi Selatan (STC) bulan lalu berhasil menguasai sebagian besar wilayah selatan Yaman, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt yang kaya sumber daya, serta wilayah luas di provinsi tetangga Mahrah.

Serangan Arab Saudi pada 30 Desember lalu menandai meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan kelompok Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA, sekaligus memperburuk hubungan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine