EtIndonesia.com Belakangan ini, seorang ibu berusia 47 tahun di daratan Tiongkok dilarikan ke rumah sakit karena sakit perut. Setelah menjalani pemeriksaan, barulah diketahui bahwa dirinya ternyata sedang hamil. Satu jam kemudian, ia berhasil melahirkan seorang bayi perempuan. “Kejutan” tak terduga ini membuat seluruh keluarga tidak siap, tetapi mereka tetap menyambut kelahiran sang bayi dengan penuh sukacita.
Lima hari sebelumnya, seorang netizen asal Hubei bernama “Wei Duoyu” membagikan kabar bahagia ini di media sosial dan merekam seluruh prosesnya melalui video. Ia memperkenalkan bahwa dirinya berusia 26 tahun, ayahnya 50 tahun, ibunya 47 tahun, dan adik laki-lakinya 21 tahun. Pada awal Agustus, keluarga mereka mendapat “kejutan kecil” yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi.
Ia mengatakan bahwa saat kejadian, dirinya sedang bepergian. Pada 2 Agustus dini hari, ia tiba-tiba menerima telepon dari ayahnya yang mengatakan bahwa kondisi ibunya tidak beres dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Saat itu ia sangat panik. Semua anggota keluarga sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk karena mengira penyakit lama ibunya kambuh.
驚喜!近日,湖北一位47歲的媽媽因腹痛被緊急送醫,到醫院檢查後才發現自己已經懷孕,一個小時後順利產下一名女嬰。 pic.twitter.com/5eOsmNpr1I
— 甜甜 (@tiantian108) August 8, 2026
Namun, tak disangka, “satu jam kemudian mereka memberitahu saya bahwa ibu sudah melahirkan.” Seluruh anggota keluarga, termasuk sang ibu sendiri, ternyata tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Menurutnya, hal tersebut benar-benar sulit dipercaya dan perasaannya saat itu sulit digambarkan.
“Tiga tahun lalu, ibu terus mendesak saya untuk menikah dan punya anak. Saya bilang, kalau Ibu suka anak, Ibu saja yang melahirkan. Tidak disangka, ternyata dia benar-benar melahirkan,” katanya.
“Bayi kecil yang datang secara tak terduga ini hadir begitu tiba-tiba. Menyaksikan kedatangannya ke dunia, melalui momen-momen kecil dan sederhana, terasa sangat berharga.”
Pada 5 Agustus, Wei mengatakan kepada Xiaoxiang Morning Herald bahwa reaksi pertamanya terhadap adik perempuan yang tiba-tiba hadir tersebut adalah “terkejut, tidak menyangka, dan merasa ajaib”. Ia kemudian memberi nama adiknya “Xiao Jingxi”, yang berarti “kejutan kecil”.
Karena selama kehamilan ibunya tidak secara khusus mengkonsumsi tambahan nutrisi, setelah melahirkan sang ibu mengalami anemia berat dan kekurangan gizi. Saat ini ia masih menjalani pemulihan di rumah sakit. Untungnya, kondisi bayi perempuan tersebut sehat.
Wei mengatakan bahwa selama kehamilan, perut ibunya tidak terlihat seperti perut ibu hamil. Keluarga mengira ibunya hanya mengalami kenaikan berat badan biasa. Selain itu, gerakan janin juga jarang dirasakan, sehingga sama sekali tidak ada yang berpikir bahwa ia sedang hamil.
Pada hari persalinan, sang ibu tiba-tiba mengalami sakit perut. Wei bahkan sudah mempersiapkan diri secara mental bahwa ibunya mungkin menderita penyakit serius dan harus menjalani operasi. Namun, sama sekali tidak disangka bahwa sakit tersebut ternyata merupakan kontraksi menjelang persalinan.
Menghadapi kehadiran bayi kecil ini, seluruh keluarga menjadi sangat sibuk dan kebingungan. Wei mengatakan bahwa emosi orang tuanya mengalami perubahan besar, dari awalnya “tidak percaya”, kemudian “menolak”, hingga sekarang menjadi “sangat menyayangi dan tidak ingin melepaskan” sang bayi.
Ke depannya, adik perempuan tersebut terutama akan diasuh dan dirawat oleh kedua orang tuanya. Ia dan adik laki-lakinya akan membantu jika memiliki waktu luang.
Peristiwa ini juga memicu perbincangan hangat di kalangan netizen daratan Tiongkok. Banyak yang memberikan doa agar bayi perempuan tersebut tumbuh sehat.
Ada yang mengatakan, “Gadis kecil ini pasti akan bahagia. Sejak lahir sudah ada empat orang yang menyayanginya.”
“Bayi kecil ini benar-benar sebuah kejutan. Dia punya kakak perempuan dan kakak laki-laki yang akan melindunginya.”
“Ini membuktikan bahwa kamu dan adikmu memang ditakdirkan memiliki seorang adik perempuan, sementara orang tuamu ditakdirkan memiliki dua anak perempuan. Itu adalah berkah yang patut disyukuri. Kelahiran kehidupan baru memang layak dirayakan.”
Namun, ada juga yang mempertanyakan kisah itu.
“Tidak mungkin. Kalau ada gerakan janin, pada akhir kehamilan bayi biasanya menendang setiap hari. Bagaimana mungkin tidak tahu?”
“Siapa pun yang pernah hamil pasti tahu, gerakan janin cukup kuat, bukan?”
Banyak netizen lainnya menanggapi bahwa hal tersebut belum tentu demikian.
“Belum tentu. Ketika saya hamil, bayi saya juga sangat jarang bergerak. Dia benar-benar tenang. Saya harus berada dalam kondisi sangat tenang untuk bisa merasakannya. Ternyata setelah lahir, dia justru anak yang sangat aktif.”
“Bagi yang membicarakan gerakan janin, sebenarnya saya sendiri tidak pernah benar-benar merasakan seperti apa gerakan janin itu. Perut saya hanya membesar, tanpa ketidaknyamanan lainnya.”
“Ketika hamil anak pertama, saya hanya merasakan tiga atau empat kali gerakan janin yang sangat ringan. Kalau saya tidak tahu bahwa saya sedang hamil, saya sama sekali tidak akan mengira itu adalah gerakan janin.”
“Ada banyak perempuan pada usia seperti ini yang mengira dirinya sudah mengalami menopause, sehingga tidak pergi ke dokter.”
Ada juga netizen yang bercanda : “Bayi ini benar-benar pintar. Demi mempertahankan dirinya, selama 10 bulan dia bahkan tidak berani bergerak.”
“Gadis kecil ini benar-benar pintar. Ketika kakak pertama berusia 26 tahun dan kakak kedua 21 tahun, sementara keduanya sudah terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki, belum tentu orang tuanya akan menginginkan anak lagi. Dia berhasil bertahan dengan usahanya sendiri, bahkan sampai masuk berita. Diam-diam, dia melakukan sesuatu yang luar biasa.”
Laporan gabungan reporter Li Siya / Xia He


