Penjaga Pantai Berusia 16 Tahun Berani Menyelamatkan Korban di Tengah Ombak Besar, Bertemu Trump dan Menjawab Pertanyaan NTD

EtIndonesia.com Seorang penjaga pantai berusia 16 tahun yang dengan berani terjun ke laut untuk menyelamatkan seseorang, pada Senin (17 Agustus) datang ke Gedung Putih. Ia  diterima oleh Presiden Donald Trump. Kemudian, Trump memujinya sebagai pahlawan sejati. 

Selain itu, menjelang latihan militer AS-Korea Selatan, Trump memerintahkan pengurangan besar-besaran skala latihan. Para senator AS lintas partai juga mengajukan rancangan undang-undang yang menyerukan pemberian sanksi terhadap pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang menganiaya kelompok agama. 

Berikut laporan wartawan Gedung Putih NTD Tao Ming dan Li Jiayin.

Wartawan Gedung Putih NTD, Tao Ming : “Presiden Trump hari ini menerima pahlawan muda Ryder Williams di Ruang Oval. Ryder Williams adalah remaja yang mempertaruhkan keselamatannya sendiri untuk menyelamatkan orang lain. Trump mengatakan kepada NTD bahwa ia berharap generasi muda Amerika dapat belajar darinya tentang keberanian menghadapi bahaya dan profesionalisme.”

Presiden AS Donald Trump : “Dia adalah pahlawan sejati. Ini luar biasa. Dia (korban yang selamat) juga merupakan orang yang sangat beruntung. Tuhan mengawasi kalian.”

Pada 25 Juli lalu, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun terseret ombak besar ke laut. Penjaga pantai berusia 16 tahun, Williams, tanpa ragu terjun ke laut untuk melakukan penyelamatan. Keduanya terombang-ambing di tengah gelombang yang ganas, dalam situasi yang sangat berbahaya. Pada akhirnya, dengan bantuan penjaga pantai lainnya, Williams berhasil membawa anak tersebut ke daratan.

Wartawan NTD Tao Ming kemudian bertanya kepada Williams.

Wartawan Gedung Putih NTD, Tao Ming: “Bisakah Anda memberi tahu kami, apa yang Anda pikirkan pada saat-saat berbahaya itu? Apa rencana Anda di masa depan? Bagaimana pengalaman Anda sebagai penjaga pantai memengaruhi Anda?”

Penjaga pantai berusia 16 tahun, Ryder Williams: “Pada saat-saat berbahaya seperti itu, kami selalu mengandalkan pelatihan. Seperti banyak orang lainnya, kami telah menerima pelatihan yang sangat profesional dan mampu menangani situasi seperti ini sebaik mungkin. Jadi, yang saya pikirkan saat itu hanyalah bagaimana secepat mungkin membawa anak tersebut keluar dari air.”

Tao Ming juga bertanya kepada Presiden Trump.

Wartawan Tao Ming: “Apa yang Anda harapkan dapat dipelajari oleh generasi muda negara kita dari pemuda luar biasa ini?”

Trump: “Itu pertanyaan yang bagus. Mereka akan mengagumi Ryder. Menurut saya, yang lebih penting adalah mereka akan menghormati pekerjaan yang dilakukan orang-orang seperti ini, serta menghormati mereka yang bekerja di bidang penjagaan pantai dan keselamatan.”

Latihan militer gabungan AS-Korea Selatan “Ulchi Freedom Shield” secara resmi dimulai hari ini. Namun, menjelang latihan tersebut, Presiden Trump mengatakan bahwa latihan militer gabungan AS-Korea Selatan tidak hanya mahal, tetapi juga mengirimkan sinyal yang “tidak tepat dan bermusuhan” kepada Korea Utara. Karena itu, ia memerintahkan pengurangan besar-besaran skala latihan.

Trump juga mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah bersedia bergabung dalam upaya yang didorong Amerika Serikat untuk melakukan denuklirisasi Iran.

Trump: “Dia berkata, ‘Tidak, terima kasih.’ Saya berkata, ‘Tunggu, kami menempatkan 39.000 tentara di sana untuk melindungi kalian dari ancaman Kim Jong-un, negara tetangga kalian, tetapi kalian tidak bersedia membantu kami menangani operasi militer sederhana di Iran. Ini aneh.’ ‘Tidak, kami tidak ingin terlibat.’ Saya berkata, kalau begitu, mengapa kami harus membantu kalian?”

Para senator AS lintas partai baru-baru ini mengajukan sebuah rancangan undang-undang bernama “Combatting the Persecution of Religious Groups in the People’s Republic of China Act” atau Undang-Undang Memerangi Penganiayaan Kelompok Agama di Republik Rakyat Tiongkok. RUU tersebut menyerukan pemberian sanksi terhadap pejabat PKT yang menganiaya kelompok agama seperti umat Buddha, Kristen, dan Falun Gong, serta kelompok etnis minoritas. Bentuk pelanggaran yang secara spesifik disebutkan antara lain penahanan sewenang-wenang, sterilisasi paksa, penyiksaan, dan kerja paksa.

RUU tersebut juga menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk memantau tindakan represi lintas negara yang dilakukan PKT terhadap kelompok etnis minoritas dan kelompok agama.

Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper, baru-baru ini mengunjungi kapal induk USS Abraham Lincoln dan bertemu dengan para pelaut serta personel Korps Marinir.

Cooper mengakui bahwa penugasan jangka panjang di laut sangat menantang dan berat. Namun, ia mengonfirmasi bahwa dari 11 kapal induk yang saat ini aktif dalam Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln memiliki jumlah kasus kesehatan mental paling sedikit.

Wartawan Tao Ming : “Selain itu, Ibu Negara AS Melania Trump hari ini kembali berhasil mempertemukan seorang anak dengan keluarganya. Anak tersebut terpisah dari keluarganya akibat perang Rusia-Ukraina. Ini merupakan anak ke-34 yang telah ia bantu. Melania mengatakan bahwa setiap reuni keluarga selalu mengharukan dan ia akan berusaha membantu lebih banyak keluarga yang hancur akibat perang Rusia-Ukraina agar dapat kembali berkumpul.”

Laporan dari wartawan Gedung Putih NTD, Tao Ming dan Li Jiayin.

INSPIRASI ERABARU

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

Ke Mana Arah Pernikahan? Pelajaran Abadi dari Kisah Li Wa

Hari ini, kita hidup di tengah kelimpahan materi, tetapi sekaligus menghadapi kerapuhan emosional. Pernikahan dan hubungan asmara modern kerap gagal memberikan rasa aman. Perdebatan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine