Perkembangan operasi penyelamatan akibat banjir besar di Nepal. Hingga kini, di wilayah Nepal tercatat 903 orang meninggal dunia, sementara jumlah orang yang hilang meningkat menjadi 4.247 orang. Di pihak Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan bahwa di Kabupaten Gyirong, Tibet, terdapat 16 orang tewas dan 546 orang hilang. Karena PKT selama ini kerap menutupi atau mengecilkan skala bencana, jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih besar.
EtIndonesia.com Di tengah bencana besar ini, seorang kepala sekolah menengah di Nepal berhasil menyelamatkan lebih dari 900 siswa hanya dalam waktu 10 menit, yang menjadi secercah keberuntungan di tengah tragedi.
Sementara itu, masih terdapat ratusan orang yang terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air, dan para petugas penyelamat terus bekerja siang dan malam untuk mengevakuasi mereka.

Sekitar pukul 02.00 dini hari pada Senin (31 Agustus), petugas penyelamat Nepal melakukan peledakan terarah di PLTA Trishuli 3A, berupaya membuka jalur untuk menyelamatkan orang-orang yang masih terjebak.
Pembangkit listrik tenaga air tersebut dibangun oleh perusahaan Tiongkok pada 2011 dan mulai beroperasi pada 2019. Meskipun lebih dari 300 orang telah berhasil diselamatkan, sekitar 933 orang masih belum diketahui nasibnya.
Di wilayah bencana Trishuli juga terdapat sebuah sekolah menengah. Kepala sekolah tersebut mengenang bahwa setelah menerima peringatan mengenai naiknya air sungai, para staf sekolah segera berkumpul dalam waktu 1 hingga 2 menit dan dengan cepat mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi. Keputusan tersebut akhirnya menyelamatkan lebih dari 900 siswa.
Kepala sekolah: “Kami memutuskan: jika informasi itu ternyata salah, kerugiannya hanya satu hari pelajaran. Tetapi jika informasi itu benar, kami bisa kehilangan banyak nyawa.”
Risiko jebolnya danau bendungan alami akibat longsor di wilayah bencana masih sangat tinggi. Badan meteorologi memperkirakan pada Senin bahwa Kabupaten Gyirong masih akan mengalami hujan dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian air sungai dan danau serta memperbesar risiko terjadinya banjir kembali.
Laporan gabungan wartawan New Tang Dynasty Television, An Qi dan Liu Fang.


