EtIndonesia.com Raksasa mi instan Jepang, Nissin Foods, meluncurkan produk “mi instan air dingin” pertamanya, yang mematahkan cara tradisional menyeduh mi instan menggunakan air panas. Konsumen hanya perlu menambahkan air dingin dan menunggu sekitar 5 menit sebelum dapat menyantapnya. Produk “mi instan air dingin” ini mendapat sambutan yang sangat besar dan ludes terjual hanya satu minggu setelah diluncurkan.
Menurut laporan berbagai media, produk “mi instan air dingin” dari Nissin Foods mulai dijual pada 20 Juli. Produk ini tersedia dalam dua varian rasa, yaitu kimchi pedas serta ayam, garam, dan lemon. Setiap cup dijual seharga 307 yen atau sekitar Rp 34.600.
Konsumen hanya perlu menambahkan air dingin dan menunggu sekitar 5 menit sebelum dapat menyantapnya. Di tengah cuaca musim panas Jepang yang panas, “mi instan air dingin” ini dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan makanan yang menyegarkan. Hanya satu minggu setelah diluncurkan, persediaan tahap pertama langsung habis terjual. Jumlah penjualannya jauh melampaui perkiraan awal perusahaan, yang semula memperkirakan persediaan akan cukup untuk satu hingga dua bulan.
Nissin Foods mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, musim panas di Jepang terus mengalami suhu tinggi dan berbagai jenis hidangan dingin semakin populer. Karena itu, perusahaan memutuskan mengembangkan produk mi instan baru yang cocok dikonsumsi pada musim panas. Setelah menghabiskan lima tahun untuk penelitian dan pengembangan, perusahaan berhasil menciptakan “cup noodle seduh dingin” ini.
Mi tersebut menggunakan metode khusus yang telah dipatenkan Nissin, yaitu “metode rehidrasi dengan air dingin”, yang memungkinkan mi menyerap air dengan cepat meskipun direndam dalam air dingin, sehingga tetap memiliki tekstur yang lembut, kenyal, dan elastis. Kuahnya juga menggunakan formula khusus yang tetap mudah larut pada suhu rendah dan tidak menggumpal akibat penggunaan air dingin.
Kemunculan “mi instan air dingin” Nissin dianggap telah mematahkan cara dasar tradisional dalam menyiapkan mi instan. Setelah diluncurkan, produk ini dengan cepat menjadi viral di media sosial. Banyak influencer membuat video mencoba produk tersebut, sementara sebagian orang bahkan mencoba menggunakan susu kedelai, teh, dan berbagai minuman lainnya untuk menyeduh mi.
Nissin Foods mengatakan pihaknya telah menerima berbagai tanggapan dari konsumen yang menilai bahwa “mi instan air dingin” ini bukan hanya memiliki cita rasa dan tekstur yang baik, tetapi juga dapat digunakan sebagai makanan darurat.
Jepang merupakan negara yang sering mengalami gempa bumi. Ketika terjadi pemadaman listrik atau bencana sehingga sulit mendapatkan air panas, “mi instan air dingin” tetap dapat disantap selama tersedia air dingin, sehingga sangat praktis.
Mengenai tingginya popularitas “mi instan air dingin” tersebut, Nissin Foods mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan meningkatkan produksinya atau mengubah penjualan yang semula ditujukan untuk musim panas menjadi produk yang tersedia sepanjang tahun. Perusahaan akan mengevaluasinya kembali berdasarkan kinerja penjualan. (***)


