Banjir Melanda Bangkok dan 25 Provinsi di Thailand, 8 Orang Tewas dan Lebih dari 220.000 Rumah Terdampak 

EtIndonesia.com Thailand dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir di Bangkok dan 25 provinsi. Lebih dari 220.000 rumah atau sekitar 550.000 orang terdampak, dan delapan orang meninggal dunia. Untuk mengurangi dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat, pemerintah Thailand mengumumkan bahwa Bangkok dan tiga provinsi di sekitarnya akan diliburkan selama dua hari, yaitu 28–29 September.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand (DDPM) mengatakan bahwa banjir terutama disebabkan oleh hujan deras serta aliran air dari wilayah utara yang masuk ke kawasan tengah Thailand.

Seorang pria mengarungi air banjir dengan menggunakan pipa plastik besar di distrik Bang Bua, Bangkok, pada 26 September 2026. (WIKUS DE WET / AFP via Getty Images)
Warga menuntun sepeda motor mereka melewati genangan banjir di distrik Bang Bua, Bangkok, pada 26 September 2026. (WIKUS DE WET / AFP via Getty Images)
Warga berjalan menerjang banjir di distrik Bang Bua, Bangkok, pada 26 September 2026. (WIKUS DE WET / AFP via Getty Images)
Kendaraan melintas di jalan yang tergenang banjir di Bangkok, Thailand, pada 26 September 2026. (Sirachai Arunrugstichai/Getty Images)
Seorang anak mengendarai sepeda melewati genangan banjir di Jalan Ramkhamhaeng, Bangkok, pada 27 September 2026. (Mailee Osten-Tan/Getty Images)
Seorang pria berjalan menerjang banjir setelah hujan deras di Bangkok pada 26 September 2026. (Sarot Meksophawannakul / THAI NEWS PIX / AFP via Getty Images)

Hujan di Bangkok hari ini secara bertahap mulai mereda, tetapi banjir masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Bangkok Post melaporkan bahwa ketinggian air di sejumlah ruas jalan berkisar antara 15,7 hingga 47,5 sentimeter. Di antaranya, Jalan Pattanakan mencapai 47,5 sentimeter, Jalan Lat Phrao Soi 122 mencapai 45,1 sentimeter, dan Jalan Senanikhom mencapai 39,5 sentimeter.

Pemerintah Kota Bangkok terus mengerahkan pompa air portabel. Genangan di sejumlah pemukiman diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu untuk surut secara bertahap.

Menurut data yang diumumkan DDPM pada 27 September, secara nasional terdapat 25 provinsi, 128 distrik, 587 kecamatan, dan 2.500 desa yang terdampak bencana. Sebanyak 174.803 rumah atau sekitar 545.000 orang terdampak. Sementara itu, di Bangkok terdapat sekitar 52.000 rumah yang terdampak banjir.

Menurut statistik resmi, gelombang banjir ini telah menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Para korban berasal dari tiga provinsi, yaitu Sa Kaeo, Chanthaburi, dan Saraburi.

Pemerintah Thailand pada 27 September mengumumkan bahwa Bangkok, Provinsi Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan akan diliburkan pada 28 dan 29 September.

Bursa Efek Thailand menyatakan bahwa kegiatan perdagangan dan layanan penyimpanan serta penyelesaian efek pada 28 September tetap berlangsung seperti biasa. Selain itu, kebijakan pembebasan biaya tol jalan tol diperpanjang hingga tengah malam 29 September. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine