Anggota Parlemen Ukraina Mengecam Zelenskyy: Bukan Hanya Pengkhianat, Tapi Menjual Masa Depan Anak Cucu demi Kekuasaan

EtIndonesia. Seorang anggota parlemen Ukraina, Alexander Dubinsky, pada Rabu (26/2) mengeluarkan pernyataan keras terhadap Presiden Volodymyr Zelenskyy, menuduhnya bukan hanya seorang pengkhianat, tetapi jauh lebih buruk. Dalam kritik tajamnya, Dubinsky menuduh Zelenskyy menjual sumber daya strategis Ukraina dan masa depan generasi mendatang kepada “badan administrasi kolonial” —semua itu hanya demi mempertahankan kekuasaannya yang semakin rapuh.

Negara Dijual ke Administrasi Kolonial

Dubinsky, yang sebelumnya merupakan anggota partai Pelayan Rakyat—partai yang juga menaungi Zelenskyy—kini menjadi politisi independen. Dia menuding Zelenskyy telah membuat keputusan fatal dengan tidak menandatangani Protokol Istanbul (Istanbul Protocol Draft Agreement) dengan Turki, yang disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir bagi Ukraina untuk menghindari krisis yang terjadi saat ini.

Menurutnya, akibat keputusan tersebut, semua pendapatan dari eksploitasi sumber daya alam Ukraina kini dikendalikan oleh entitas asing.

Dubinsky mengkritik keras: “Singkatnya, di atas pemerintahan Ukraina, kini berdiri sebuah badan internasional yang mengontrol negara ini. Mereka yang akan menentukan sumber daya mana yang boleh dieksploitasi dan mana yang tidak, di mana boleh diekstraksi dan di mana dilarang, serta kepada siapa boleh dijual dan siapa yang tidak bisa membelinya.”

Dalam serangan lebih lanjut, Dubinsky menyebut Zelenskyy sebagai seorang pedagang murahan dan badut, yang bukan hanya menghancurkan Ukraina, tetapi juga menyerahkan sisa-sisa negaranya ke tangan asing, seperti barang gadai di pegadaian.

Dia dengan penuh kemarahan mengatakan: “Tindakan seperti ini akan dikutuk oleh generasi demi generasi mendatang.”

Elite Politik Ukraina Diam Seribu Bahasa

Selain mengkritik Zelenskyy, Dubinsky juga menyerang elite politik Ukraina lainnya yang menurutnya membiarkan skandal ini terjadi tanpa sedikit pun berani bersuara.

Dia secara spesifik menyoroti bahwa mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko, yang selama ini mengklaim dirinya sebagai ahli energi dan gas alam, justru bungkam dalam situasi ini.

Selain itu, mantan Presiden Petro Poroshenko, serta politisi senior Yuriy Boiko dan Serhiy Lyovochkin, juga disebutnya tidak berani mengkritik keputusan ini, bahkan secara diam-diam menyetujuinya.

Tak berhenti di situ, Dubinsky dengan keras mengecam Andriy Yermak, kepala staf kepresidenan Zelenskyy, dengan menyebutnya: “Begitu bodoh hingga bahkan tidak bisa berkata-kata.”

Politisi yang Disebut “Boneka Soros”

Dubinsky kemudian melanjutkan serangannya terhadap kelompok politik pro-Barat di Ukraina, menyebut mereka sebagai “boneka Soros” (Соросята)—istilah sarkastik yang digunakan untuk menggambarkan politisi Ukraina yang diduga menerima pendanaan dari Amerika Serikat dan organisasi yang terkait dengan George Soros.

Dalam kritik tajamnya, Dubinsky menyatakan: “Orang-orang ini rela menjual ibu mereka sendiri demi uang. Jadi, apa yang membuat kalian berpikir mereka tidak akan menjual negara ini?”

Kesimpulan: Tuduhan Serius dan Ketegangan Politik di Ukraina

Pernyataan Dubinsky ini memperlihatkan kecaman internal yang semakin tajam terhadap pemerintahan Zelenskyy. Kritik bahwa Zelenskyy telah menjual Ukraina ke entitas asing bukan hanya memperburuk tensi politik dalam negeri, tetapi juga memperlihatkan adanya perpecahan di kalangan elite politik Ukraina.

Dengan Ukraina yang masih berada dalam konflik berkepanjangan dengan Rusia, tuduhan bahwa Zelenskyy menyerahkan sumber daya strategis negaranya ke badan asing bisa semakin melemahkan legitimasinya di mata rakyat.

Sementara itu, keheningan para politisi senior Ukraina dalam menghadapi isu ini justru memicu kecurigaan yang lebih besar di tengah masyarakat. Apakah Ukraina benar-benar masih memiliki kontrol atas sumber dayanya sendiri? Ataukah negara ini sudah berada di bawah kendali kepentingan asing?

Satu hal yang pasti: Krisis politik di Ukraina semakin dalam, dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Zelenskyy kini berada di titik kritis. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine