Setelah bekerja selama lebih dari empat bulan, Elon Musk mengumumkan bahwa masa jabatannya sebagai pegawai khusus di “Departemen Efisiensi Pemerintah” (DOGE) telah resmi berakhir. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas kesempatan yang diberikan untuk membantu mengurangi pemborosan di lembaga pemerintah. Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa reformasi DOGE akan terus dilanjutkan. Meskipun Musk telah mundur dari jabatannya, ia masih akan memberikan saran kepada Presiden. Kabar ini menjadi sentimen positif bagi para pemegang saham Tesla—harga saham Tesla pun naik 2% pada hari itu.
EtIndonesia. CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, pada Rabu (28 Mei) mengumumkan bahwa masa tugasnya sebagai Pegawai Khusus Pemerintah (Special Government Employee) di pemerintahan Trump telah berakhir.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Musk menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas kesempatan untuk memangkas pengeluaran yang tidak efisien. Ia menyebutkan bahwa misi Departemen Efisiensi Pemerintah akan semakin kuat seiring waktu dan pada akhirnya menjadi bagian tetap dari sistem pemerintahan.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa meskipun Musk telah mundur, struktur organisasi dan tujuan reformasi dari DOGE akan tetap berjalan.
Selain itu, Gedung Putih juga menegaskan bahwa Musk akan tetap memberikan masukan kepada Presiden Trump meski tidak lagi menjadi bagian dari DOGE.
Pada Januari tahun ini, Musk ditunjuk untuk memimpin lembaga baru yang bernama “Departemen Efisiensi Pemerintah,” dengan tugas utama memangkas pengeluaran pemerintah, menyederhanakan lembaga federal, dan menyelidiki pemborosan serta korupsi dalam jumlah besar.
Hingga akhir Mei, DOGE mengklaim telah menghemat sekitar 160 miliar dolar AS bagi pemerintah federal.
Upaya Musk dan tim DOGE mendapatkan pengakuan dari Presiden Trump dan para anggota kabinet, serta menarik perhatian besar dari masyarakat Amerika. Banyak warga menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap hasil kerja tim Musk melalui media sosial, serta menunjukkan simpati atas tekanan dan perlakuan tidak adil yang diterima Musk.
Namun, terdapat pula kritik yang menyatakan bahwa beberapa langkah pemangkasan tersebut tidak mendapat persetujuan Kongres, terlalu ekstrem, menyebabkan gejolak sosial, dan beberapa kebijakan bahkan diduga melanggar konstitusi.
Menjelang akhir masa jabatannya, Musk beberapa kali menyatakan bahwa ia akan kembali fokus mengelola perusahaannya. Setelah platform media sosial X mengalami gangguan besar minggu lalu, Musk mengumumkan bahwa ia akan kembali bekerja penuh waktu.
Beberapa investor Tesla juga menyerukan agar Musk berhenti terlibat dalam urusan politik dan fokus pada manajemen perusahaan. Setelah pengumuman pengunduran dirinya dari DOGE, harga saham Tesla melonjak 2%. (Hui)
Laporan oleh Guo Yuexi, New Tang Dynasty Television (NTD), Amerika Serikat


