Anggota Kongres AS Peringatkan: PKT Sedang Melancarkan “Perang Tanpa Batas” terhadap Shen Yun

 Shen Yun Performing Arts, kelompok seni asal Amerika Serikat yang terkenal di seluruh dunia, berdedikasi untuk menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok melalui tarian dan musik, khususnya menggambarkan Tiongkok sebelum komunisme. Baru-baru ini, selama tur global Shen Yun, kelompok ini terus-menerus menjadi sasaran ancaman bom palsu yang diduga berasal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Menanggapi hal ini, anggota Kongres AS Scott Perry menegaskan bahwa PKT sedang melancarkan apa yang disebut sebagai “perang tanpa batas” terhadap Shen Yun — dengan tujuan memanfaatkan hukum dan kebebasan Amerika untuk memperluas penindasan hingga ke luar negeri.

EtIndonesia. Beberapa waktu terakhir, tindakan PKT terhadap Shen Yun meningkat secara signifikan. Teater-teater tempat Shen Yun tampil, serta markas Shen Yun di New York, menerima puluhan ancaman bom dan ancaman pembunuhan. Setelah perintah rahasia dikeluarkan dari tingkat tinggi PKT, agen-agen mereka bahkan mencoba menyuap pegawai IRS (Otoritas Pajak AS) untuk memulai penyelidikan terhadap Shen Yun.

“Ini adalah taktik khas rezim Komunis Tiongkok dan para diktator totaliter — dan harus dikecam. Mereka menggunakan VPN dan mengirim ancaman dari negara lain agar tidak bisa langsung ditelusuri kembali ke PKT. Tapi kami sudah sangat familiar dengan ancaman, tekanan, dan intimidasi dari PKT. Amerika harus bersikap tegas dan tidak membiarkan hal ini berhasil,” ujar Scott Perry, anggota Kongres AS. 

BACA JUGA : Di Balik Serangan The New York Times Terhadap Falun Gong,  Selama Beberapa Dekade Menyenangkan PKT 

BACA JUGA : Terungkap Rencana Baru PKT Menggencarkan Kampanye Penindasan Terhadap Falun Gong di Luar Negeri Mulai Memanipulasi Pemerintah, Media Hingga Influencer

Selama setengah tahun terakhir, The New York Times telah menerbitkan lebih dari 10 artikel yang mencemarkan nama baik Shen Yun dan Falun Gong, yang kemudian disebarkan oleh ribuan akun media sosial di platform X — banyak di antaranya diduga terkait dengan PKT.

Sebagai anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Komite Intelijen DPR AS, Perry menekankan bahwa ini semua adalah bagian dari strategi “perang tanpa batas” PKT yang harus disikapi secara serius.

Perry menjelaskan: “Inilah yang disebut perang tanpa batas — mereka akan bertempur di semua lini: ancaman, hukum, diplomasi, militer, dan ekonomi. Inilah sifat musuh yang sakit secara moral dan harus dipahami oleh Amerika serta dunia Barat.”

Pertunjukan Shen Yun juga mengangkat penderitaan para praktisi Falun Gong yang mengalami penganiayaan brutal di Tiongkok karena mempertahankan keyakinan mereka. Beberapa seniman Shen Yun bahkan merupakan korban langsung dari penganiayaan tersebut.

Craig Haggard, anggota DPR dari negara bagian Indiana, pada bulan lalu mengajukan resolusi penghargaan terhadap prestasi seni Shen Yun serta nilai-nilai yang dibawanya.

Dalam resolusi tersebut, ia memuji: “Shen Yun, dengan tema kebajikan, belas kasih, dan keberanian, telah membawa kegembiraan, harapan, semangat, dan kedamaian bagi jutaan penonton dari berbagai negara dan latar belakang budaya.”

Haggard juga menyampaikan keterkejutannya atas praktik pengambilan organ paksa dari tahanan hati nurani oleh rezim PKT. Ia menyoroti bahwa rezim tersebut bahkan bisa memperlakukan keluarga biasa sebagai musuh dan mengendalikan hidup mati mereka. Ancaman bom terhadap Shen Yun, menurutnya, adalah tindakan terorisme yang sangat keterlaluan.

Ia mengatakan: “Mereka (PKT) mungkin menggunakan kekerasan untuk menakut-nakuti orang, dan hal-hal ini terjadi tepat di sekitar kita.”

Vicky Hartzler, anggota Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS dan mantan anggota DPR dari Missouri, menyatakan bahwa ancaman bom tersebut mencerminkan ketakutan PKT terhadap nilai-nilai universal.

Ia berkata: “Ini menunjukkan seberapa besar ancaman yang dirasakan PKT dari Shen Yun, dan juga menunjukkan keberhasilan Shen Yun dalam membangun hubungan baik antara masyarakat dunia dan rakyat Tiongkok — terutama para praktisi Falun Gong.”

Chris Smith, anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR dan ketua bersama Komisi Eksekutif Kongres-AS untuk Tiongkok (CECC), menekankan bahwa Amerika Serikat harus meningkatkan perhatian dan tindakan balasan terhadap represi transnasional PKT terhadap Shen Yun dan Falun Gong.

Smith menyatakan: “Komunis Tiongkok adalah negara paling otoriter di dunia, di mana rakyatnya paling tertindas… Kita harus bersuara dan membela mereka yang dianiaya dan disiksa di penjara.” (Hui)

Laporan oleh Zhao Fenghua, New Tang Dynasty Television (NTD).

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine