Pada 26 Juli 2025, Taiwan akan menggelar pemungutan suara pemakzulan untuk menentukan nasib 24 anggota legislatif dari Partai Kuomintang (KMT) yang dituduh “pro-PKT”. Menjelang hari pemungutan suara, seorang anggota dewan dari Partai Progresif Demokratik (DPP) mengungkap bahwa badan kerja sama Tiongkok di Kota Dongguan telah meluncurkan program tiket pesawat diskon guna mendorong para pengusaha Taiwan di Tiongkok kembali ke tanah air untuk memberikan suara.
EtIndonesia. Anggota Dewan Kota Taipei dari DPP, Hung Chien-yi, baru-baru ini membongkar bahwa Departemen Front Persatuan Dongguan memberikan diskon tiket pesawat sebesar 40% kepada pengusaha Taiwan dan keluarga mereka yang kembali ke Taiwan antara 21 hingga 25 Juli.
Ia menunjukkan dokumen bahwa informasi ini disebarkan oleh “Asosiasi Perusahaan Investasi Taiwan di Kota Dongguan”. Total tersedia 500 tiket diskon, masing-masing dengan potongan langsung sebesar 880 yuan Tiongkok (sekitar Rp1,9 juta). Waktu pelaksanaan program ini sangat bertepatan dengan periode penting menjelang hari pemungutan suara pemakzulan.
Hung mengungkapkan bahwa menurut informasi dari rekannya, ini adalah operasi terselubung untuk menggerakkan para pengusaha Taiwan kembali ke tanah air guna memberikan suara “tidak setuju” terhadap pemakzulan, dengan penyelenggaranya adalah Departemen Front Persatuan Dongguan.
Ia menyatakan bahwa metode semacam ini selalu muncul dalam setiap pemilu di Taiwan. Meski besaran diskon kali ini cukup besar, namun masih lebih kecil dibandingkan pemilihan presiden sebelumnya yang menawarkan diskon hingga 60%.
Wakil Ketua dan Juru Bicara Dewan Urusan Daratan (MAC), Liang Wen-chieh, pada 24 Juli menanggapi bahwa ini adalah pertama kalinya ada diskon tiket pesawat pada musim liburan musim panas, menunjukkan bahwa PKT sangat serius menyikapi pemakzulan massal ini, dengan kekuatan mobilisasi yang tidak kalah dari pemilu presiden.
Liang menyampaikan bahwa MAC telah meminta Yayasan Pertukaran Selat (SEF) dan lembaga terkait untuk memverifikasi informasi tersebut. Meski demikian, ia menganggap waktu pelaksanaan sangat “kebetulan”. Namun, jika tujuan gerakan ini adalah untuk mendorong pengusaha Taiwan kembali untuk memilih, dampaknya tidak besar, karena suara hanya dihitung bila mereka memiliki domisili di daerah pemilihan yang sedang melakukan pemakzulan.
Biasanya, kantor urusan Taiwan di Tiongkok menggerakkan warga Taiwan pulang kampung saat pemilu presiden. Kali ini sangat tidak biasa, karena ini pertama kalinya muncul “diskon musim liburan musim panas”.
Liang juga menekankan bahwa pemakzulan adalah urusan rakyat Taiwan, dan “siapa yang layak dimakzulkan atau tidak” adalah keputusan warga sendiri. Ia meminta PKT untuk tidak ikut campur.
Terkait intervensi PKT dalam pemakzulan massal ini, Rektor Akademi Beruang Hitam Taiwan, Shen Po-yang, secara lugas mengatakan, “Jika intervensi PKT hanya mempengaruhi 3% pemilih saja, hasil akhir pemilu bisa berubah.” Ia menunjukkan bahwa jumlah pengusaha Taiwan di Tiongkok sudah melampaui angka tersebut. Jika semua dimobilisasi untuk pulang dan memilih, dampaknya terhadap hasil pemilu sangat signifikan.
Taiwan akan mengadakan dua putaran pemungutan suara pemakzulan massal pada 26 Juli dan 23 Agustus, yang akan menentukan nasib 31 legislator dari Partai KMT serta 1 kepala daerah. Hasilnya diperkirakan akan berdampak besar terhadap peta politik Taiwan. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


