Skandal Kepala Shaolin Shi Yongxin Makin Heboh, Media Partai Komunis Tiongkok Dibongkar Pernah Beramai-ramai Membelanya

EtIndonesia. Asosiasi Buddhis Tiongkok yang didukung Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada Senin  (28/7/2025) mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan surat pengesahan kebiaraan (戒牒) Shi Yongxin sebagai kepala kuil Shaolin. 

Sebelumnya, sehari sebelumnya, pihak pengelola Kuil Shaolin melaporkan bahwa Shi Yongxin diduga terlibat tindak pidana berupa penggelapan dan penyalahgunaan aset kuil, serta diketahui telah lama menjalin hubungan tak pantas dengan sejumlah perempuan dan memiliki anak di luar nikah. Saat ini, ia sedang dalam proses penyelidikan oleh beberapa lembaga secara bersama-sama.

Menurut laporan Caixin, sejak awal tahun ini setelah kembali dari kunjungan ke luar negeri, Shi Yongxin sudah dilarang bepergian ke luar negeri. Sejak Mei, pemerintah daerah telah menempatkan petugas khusus untuk mengawasi berbagai urusan di Kuil Shaolin.

BACA JUGA : Kepala Biara Shaolin di Tiongkok ‘Biksu CEO’ Shi Yongxin Ditangkap – Orang Dalam Ungkap Lebih Banyak Skandal yang Melibatkannya 

Setelah berita ini mencuat, netizen segera menggali kembali berbagai laporan masa lalu. Pada Juli 2015, seorang yang mengaku sebagai “murid Shaolin” bernama Shi Zhengyi secara terbuka melaporkan bahwa Shi Yongxin telah menggelapkan kekayaan kuil, mempermainkan perempuan, bahkan memiliki anak perempuan di luar nikah. Saat itu, baik pihak kuil maupun pemerintah Provinsi Henan membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa laporan itu hanyalah fitnah dan pencemaran nama baik.

Bahkan, sejumlah netizen mengunggah kembali pemberitaan lama dari media milik negara seperti CCTV, Beijing Youth Daily, China National Radio (CNR), dan China News Service yang pada tahun 2015 secara kompak membela Shi Yongxin, menyebut isi laporan tersebut sebagai hoaks dan bahwa pihak yang difitnah sudah melaporkannya ke polisi. Namun kini, pernyataan resmi dari pemerintah justru membenarkan isi laporan tersebut.

“Shi Yongxin sudah dilaporkan secara terbuka sejak 10 tahun lalu atas 10 pelanggaran. Saat itu, mulai dari tingkat pusat hingga provinsi dan kota semuanya membela Shi Yongxin. CCTV bahkan membuat program khusus untuk membela dan membersihkan namanya, menyatakan bahwa semua laporan terhadapnya adalah kebohongan,” tulis pengamat independen Cai Shenkun di platform X (dulu Twitter). 

“Tak disangka, 10 tahun kemudian, Shi Yongxin benar-benar ditangkap, dan tuduhan-tuduhan yang dulu bisa saja menjadi bukti penting yang tak terbantahkan. Pertanyaannya sekarang: siapa yang melindunginya 10 tahun lalu, dan siapa pula yang kini telah membuangnya?” tambahnya. 

Masih menurut Caixin, dalam satu dekade terakhir Shi Yongxin terus berselisih dengan pemerintah daerah mengenai pembagian hasil tiket masuk kuil dan hak pengelolaan aset Kuil Shaolin.

Komentator politik Li Linyi menyampaikan kepada Epoch Times bahwa akar dari kasus Shi Yongxin kemungkinan besar adalah ketimpangan dalam pembagian keuntungan antara dirinya dan pihak pemerintahan partai komunis Tiongkok. 

Selama bertahun-tahun, kata Li Linyi, Shi Yongxin sudah dituduh melakukan korupsi, memelihara gundik, dan memiliki anak di luar nikah. Namun pejabat daerah memilih menutup mata karena Shi Yongxin tetap bisa menghasilkan keuntungan ekonomi. Kini, ketika kondisi ekonomi sedang menurun, para pejabat lokal mulai mengincar aset-aset yang dikuasai Shi Yongxin, yang akhirnya menyebabkan ia diseret ke penyelidikan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine