Pada Senin (28 Juli) sore, terjadi sebuah insiden penembakan fatal di Midtown Manhattan. Seorang pemain American Football (sepak bola Amerika) asal Las Vegas berusia 27 tahun, Shane Tamura, membawa senapan serbu M4 dan menyerbu gedung markas “Blackstone Group” di 345 Park Avenue, lalu melepaskan tembakan membabi buta.
Ia kemudian naik ke lantai 33 dan kembali menembak, sebelum akhirnya bunuh diri.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi mencurigai pelaku nekat melakukan aksi brutal ini karena frustasi setelah gagal masuk tim sepak bola profesional, ditambah lagi dengan riwayat cedera otak.
EtIndonesia. Reporter NTD melaporkan : “Sekitar pukul 18.40 malam pada 28 Juli, terjadi insiden penembakan brutal di pusat kota New York. Pelaku menewaskan empat orang, termasuk satu orang polisi, lalu menembak dirinya sendiri.”
“Ini adalah insiden penembakan paling mematikan di New York dalam 25 tahun terakhir. Hasil penyelidikan awal polisi menunjukkan bahwa pelaku memiliki riwayat masalah kesehatan mental.”
“Menurut informasi dari narasumber, pelaku pernah menjadi atlet sepak bola Amerika di masa mudanya. Di kantong pelaku, polisi menemukan surat wasiat di mana ia mengaku menderita CTE (chronic traumatic encephalopathy/ensefalopati traumatik kronis). Ia menyalahkan NFL (Liga Sepak Bola Amerika Serikat) atas penyakit tersebut dan dalam suratnya ia meminta agar otaknya diteliti setelah kematiannya,” lanjutnya.
“Diketahui, saat itu ia sebenarnya ingin menuju kantor NFL di lantai 5, tetapi salah naik lift, ‘tambah reporter NTD.
Peristiwa penembakan ini terjadi di gedung 345 Park Avenue di Manhattan, yang merupakan kantor pusat dari sejumlah institusi besar, termasuk perusahaan investasi raksasa Blackstone Inc. dan kantor NFL.
Pada Selasa (29 Juli), Blackstone mengkonfirmasi bahwa salah satu korban tewas adalah Wesley LePatner, CEO dari BREIT (Blackstone Real Estate Income Trust), yang juga menjabat sebagai Kepala Global Divisi Real Estate Core+ dan Managing Director Senior perusahaan.
Blackstone menyatakan sangat berduka atas kematian LePatner. CEO Blackstone Stephen Schwarzman dan Presiden Jon Gray menulis dalam sebuah memo kepada karyawan bahwa “hari ini adalah hari tergelap dalam sejarah 40 tahun berdirinya Blackstone.”
Menurut polisi, pelaku Shane Tamura berasal dari Las Vegas. Pada sore hari kejadian, ia membawa senapan masuk ke lobi gedung dan langsung melepaskan tembakan, menewaskan empat orang di tempat, termasuk seorang petugas polisi keturunan Bangladesh bernama Didarul Islam, yang telah bertugas di NYPD selama lebih dari tiga tahun.
Tamura kemudian naik ke lantai 33 dan bunuh diri. Di dalam kendaraannya, polisi menemukan kotak senapan, pistol revolver, serta banyak amunisi dan magasin peluru.
Wali Kota New York Eric Adams: “Kita kembali kehilangan empat nyawa karena kekerasan senjata yang sia-sia, termasuk satu anggota NYPD — Petugas Islam, yang bertugas di Kantor Polisi Wilayah 47. Ia baru berusia 36 tahun dan telah mengabdi selama tiga setengah tahun.”
Kepala Polisi Kota New York (NYPD Commissioner) Jessica Tisch berkata ; “Berdasarkan informasi dari mitra penegak hukum kami di Las Vegas, Shane Tamura memiliki riwayat masalah kesehatan mental yang tercatat. Motif aksinya masih dalam penyelidikan, dan kami berupaya memahami mengapa ia memilih lokasi ini sebagai target.”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menanggapi lewat akun Truth Social: “Hati saya bersama keluarga keempat korban, terutama polisi New York yang gugur. Semoga Tuhan memberkati NYPD dan memberkati Kota New York!”
Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer: “Inilah New York — menunjukkan keberanian di tengah tembakan, tetap anggun dalam ketakutan. Inilah warga New York. Kita akan terus maju. Ya, itu kita. Tapi kita tidak akan pernah sama lagi.” (Hui/asr)
Laporan oleh Zheng Zhi dan Tianxin dari NTDTV di New York, AS


