EtIndonesia. Presiden Polandia, Karol Nawrocki telah menandatangani undang-undang yang mengatur kelanjutan pendanaan terminal Starlink di Ukraina, menurut sebuah postingan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov.
“Di masa perang, teknologi ini sangat penting untuk menjaga rumah sakit, sekolah, infrastruktur penting, dan wilayah garis depan tetap terhubung,” tegasnya.
Menurut Fedorov, lebih dari 50.000 terminal Starlink saat ini beroperasi di Ukraina, dengan lebih dari 29.000 disediakan oleh mitra Polandia.
“Saya berterima kasih kepada Menteri Urusan Digital Polandia, Krzysztof Gawkowski dan seluruh Pemerintah Polandia atas solidaritas dan dukungan teguh mereka terhadap Ukraina,” tulis wakil perdana menteri tersebut.
Pada bulan Oktober, Kyivstar akan memulai uji coba beta teknologi Starlink Direct-to-Cell. Teknologi ini akan berfungsi sebagai menara seluler di luar angkasa, menyediakan konektivitas di lokasi mana pun dengan langit terbuka yang sulit dijangkau.
Awalnya, layanan ini akan tersedia untuk pengguna ponsel pintar Android. Daftar jaringan yang tersedia akan mencakup Kyivstar SpaceX, yang memungkinkan ponsel pintar terhubung secara otomatis ke sinyal satelit ketika sinyal terestrial tidak tersedia.
Amerika Serikat telah setuju untuk mendanai layanan satelit Starlink untuk Ukraina. Departemen Luar Negeri menyetujui penjualan layanan dan peralatan komunikasi satelit senilai sekitar 150 juta dolar.(yn)


