EtIndonesia. Tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh hujan deras di Nepal telah menewaskan sedikitnya 42 orang, kata seorang pejabat bencana pada hari Minggu (5/10).
Beberapa wilayah di negara itu telah terendam banjir sejak Jumat, mendorong otoritas bencana untuk memperingatkan kemungkinan banjir di beberapa sungai.
“Sejauh ini, 42 orang tewas dalam bencana yang dipicu hujan dan lima orang hilang,” kata Shanti Mahat, juru bicara Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal, kepada AFP.
Setidaknya 37 orang tewas akibat tanah longsor di distrik Illam di timur.
“Hujan deras semalaman menyebabkan tanah longsor,” kata pejabat distrik setempat, Sunita Nepal.
“Karena jalan-jalan terblokir, beberapa daerah sulit dijangkau. Petugas penyelamat menuju ke sana dengan berjalan kaki.”
Sungai-sungai di ibu Kota Kathmandu juga meluap, menggenangi permukiman di sepanjang tepiannya.
Petugas keamanan dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan dengan helikopter dan perahu motor.
Tanah longsor telah memblokir beberapa jalan raya dan mengganggu penerbangan, menyebabkan ratusan pelancong—banyak yang kembali setelah merayakan festival Hindu Dashain—terlantar.
Hujan monsun, biasanya terjadi antara bulan Juni dan September, menyebabkan kematian dan kerusakan yang meluas setiap tahun di seluruh Asia Selatan, tetapi jumlah banjir dan tanah longsor yang fatal telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Para ahli mengatakan perubahan iklim telah memperburuk jadwal, frekuensi, dan intensitas bencana. (yn)


