EtIndonesia. Banyak anjing peliharaan menunjukkan kasih sayangnya kepada pemilik dengan menjilat wajah, hidung, bahkan mulut mereka. Hampir semua pemilik anjing pasti pernah mengalaminya.
Tak hanya anjing, beberapa kucing peliharaan juga suka menjilat wajah pemiliknya sebagai bentuk kasih sayang.
Tentu saja, memiliki hewan yang begitu sayang kepada pemiliknya terasa menyenangkan.
Namun, Annie Ross selaku dokter hewan (vétérinaire) sekaligus dosen di program Teknik Kesehatan Hewan (Techniques de santé animale) di Cégep de Saint-Hyacinthe, Québec, Kanada, memperingatkan bahwa cara menunjukkan kasih sayang seperti ini sebenarnya tidak higienis. Bahkan berisiko menyebabkan penyakit bagi manusia.
Menurut dr. Annie, perlu diingat bahwa anjing dan kucing sering menjilat berbagai hal, seperti tanah, pantat hewan lain, bahkan kadang-kadang kotoran.
Jadi, bisa dibayangkan betapa tidak higienisnya jika lidah yang sama digunakan untuk menjilat wajah manusia.
Selain itu, kata Annie, air liur hewan peliharaan mengandung banyak patogen, termasuk parasit, bakteri, dan virus yang bisa menimbulkan infeksi serius—terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah atau kulit yang terluka.
Dalam kasus seperti itu, kuman dalam air liur bisa lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka.
Namun, Annie juga menegaskan bahwa tidak perlu terlalu panik. Air liur anjing dan kucing tidak selalu berbahaya atau mematikan.
Pertama, bagi orang dengan kulit dan tubuh yang sehat, risiko tertular penyakit dari jilatan hewan sangat kecil.
Kedua, setelah dijilat hewan, cukup segera mencuci wajah atau tangan dengan bersih untuk mengurangi risiko infeksi.
Selain itu, penting untuk:
- Menyikat gigi hewan peliharaan setiap hari.
- Secara rutin membawa mereka ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan pengobatan cacing.
- Melakukan analisis feses (kotoran) setahun sekali.
- Dan yang tak kalah penting, melatih hewan agar tidak menjilat tempat atau benda yang tidak seharusnya dijilat.
(Hui/asr)


