Program ‘Made in China 2025’ Gagal dalam Industri Manufaktur Canggih

oleh: Antonio Graceffo

Visi Xi Jinping dalam program “Made in China 2025” dan ambisinya untuk menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin global pada tahun 2040 menargetkan dominasi dalam industri manufaktur canggih. Namun sejauh ini, hanya sebagian kecil pabrik di Tiongkok yang benar-benar memenuhi standar “manufaktur canggih” menurut definisi yang paling umum diterima.

Partai Komunis Tiongkok (PKT) memandang investasi besar-besaran dalam manufaktur canggih sebagai kunci untuk memperkuat kekuatan nasional dan menegakkan posisi Tiongkok sebagai pemimpin teknologi global. Tujuan ini, yang sejalan dengan Rencana Lima Tahun ke-14, dijalankan melalui program Manufacturing Innovation Centers (MIC). Program ini diluncurkan pada tahun 2015, meniru jaringan “Manufacturing USA” di Amerika Serikat dan “Industrie 4.0” di Jerman, untuk menjadi pusat penelitian dan inovasi yang menghubungkan industri, lembaga riset, dan pemerintah.

Selama sembilan tahun, PKT telah menggelontorkan lebih dari 300 miliar dolar AS untuk mendirikan 33 pusat inovasi, dengan target 40 pusat pada tahun 2025. Setiap pusat dihubungkan dengan laboratorium utama nasional dan mitra regional untuk membentuk ekosistem manufaktur di sektor-sektor prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT), termasuk robotika, semikonduktor, kedirgantaraan, biofarmasi, dan kendaraan listrik.

 Tujuannya adalah untuk mencapai hingga 80 persen produksi domestik di sektor-sektor tersebut pada tahun 2025, guna memperkuat kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Program MIC menjadi mekanisme utama dari Made in China 2025, yang bertujuan mengubah Tiongkok dari produsen barang murah menjadi negara berbasis inovasi dengan produk bernilai tinggi. Fungsinya antara lain mempromosikan standar dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), mendukung komersialisasi teknologi baru, serta mempercepat adopsi manufaktur canggih di seluruh basis industri.

Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025) memperkuat investasi ini, dengan menekankan pengurangan ketergantungan pada pemasok asing untuk komponen penting seperti sirkuit terpadu, dan mendorong integrasi MIC ke dalam rencana pembangunan nasional maupun daerah.

Namun, terlepas dari investasi masif tersebut, hasilnya masih campuran. Produksi industri Tiongkok memang tumbuh pesat, tetapi fondasi industrinya tetap tidak merata. Mayoritas pabrik masih beroperasi pada tingkat teknologi rendah hingga menengah—minim otomatisasi, digitalisasi, dan riset yang kuat. Hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria “manufaktur canggih.”

 Kajian dari NIST dan MERICS memang menunjukkan Tiongkok mulai mempersempit “kesenjangan manufaktur tingkat tinggi,” namun output industri canggihnya tetap merupakan bagian kecil dari total produksi. Banyak perusahaan meningkatkan anggaran R&D, tetapi tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas atau inovasi yang setara.

Pada saat yang sama, strategi Tiongkok justru menciptakan kelebihan kapasitas industri besar-besaran. Kapasitas produksi panel surya kini mencapai dua hingga tiga kali lipat dari permintaan global. Pabrik mobil beroperasi hanya sekitar 59 persen dari kapasitasnya, sementara kendaraan listrik sering dijual dengan margin keuntungan negatif. Kerugian ini ditutupi dengan subsidi negara, memungkinkan Tiongkok menjual produk di bawah harga biaya di pasar global dan menyingkirkan pesaing.

Strategi jangka panjangnya tampak jelas: memproduksi berlebihan, membanjiri pasar dunia, menghancurkan pesaing, lalu menjadi pemasok dominan.

Dalam tujuan itu, Tiongkok memang berhasil merebut pangsa pasar, tetapi tetap tertinggal jauh dalam hal inovasi sejati. Sebaliknya, Amerika Serikat hanya menginvestasikan sekitar 160 juta dolar AS dalam sejumlah institut manufaktur canggih, namun masih memimpin dalam pengembangan teknologi. Perbedaannya bukan pada skala investasi, melainkan pada efisiensi, orisinalitas, dan hasil inovasi nyata.

Sistem Tiongkok juga sangat bergantung pada pencurian hak kekayaan intelektual. Menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Tiongkok tetap menjadi salah satu pelaku terburuk dalam pencurian HKI melalui spionase dan serangan siber. Perusahaan asing yang beroperasi di Tiongkok juga sering dipaksa melakukan transfer teknologi paksa sebagai syarat untuk mendapatkan akses pasar. Praktik-praktik ini memang mempercepat akumulasi teknologi di Tiongkok, tetapi tidak meningkatkan kemampuan inovasi mandiri.

Kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap produk Tiongkok mulai mengganggu pola ini. Investasi asing langsung ke Tiongkok menurun, karena semakin banyak perusahaan Amerika dan asing enggan memproduksi di sana—membatasi akses Beijing terhadap teknologi maju. Efek samping ini—membatasi pencurian teknologi—dapat memperlambat kemajuan teknologi Tiongkok sambil mendorong kebangkitan riset, investasi, dan pengembangan industri di Amerika Serikat.

Langkah-langkah ini berpotensi memulihkan basis industri Amerika dan mempertahankan keunggulan teknologinya. Namun, jika Partai Republik kehilangan Gedung Putih pada tahun 2028, Amerika mungkin akan kembali ke kebijakan lama yang gagal—kebijakan yang pernah membuat Tiongkok “mengambil alih makan siang kita,” seperti yang dulu dikatakan mantan Presiden Joe Biden bahwa hal itu “tidak akan pernah terjadi.”


Antonio Graceffo, Ph.D., adalah analis ekonomi Tiongkok yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di Asia. Ia lulusan Shanghai University of Sport, meraih gelar MBA dari Shanghai Jiaotong University, dan mempelajari keamanan nasional di American Military University.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine