EtIndonesia. Sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Menurut dr. Wu Anli, seorang spesialis saraf dan pascadoktoral klinis bidang neuromuskular dari Harvard Medical School, saraf pada tangan dan kaki termasuk dalam sistem saraf tepi. Ia menjelaskan bahwa olahraga aerobik seperti berlari dapat membantu pemulihan penyakit neuropati perifer.
Kesemutan Disebabkan oleh Kerusakan Saraf
Kesemutan pada tangan dan kaki terjadi karena saraf kekurangan nutrisi atau oksigen sehingga mengalami kerusakan. Dalam program Kesehatan 1+1, dr. Wu Anli mengungkapkan penyebab di balik gejala tersebut.
Menurutnya, diabetes adalah penyakit yang memengaruhi banyak sistem tubuh — termasuk mata, ginjal, dan tentu saja sistem saraf. Karena saraf di kaki lebih panjang, gejala biasanya muncul pertama kali di jari kaki, lalu menjalar ke kaki bagian atas, kemudian ke tangan.
Neuropati Perifer: Penyakit pada Saraf Tepi
Saraf pada tangan dan kaki termasuk dalam sistem saraf tepi, dan neuritis perifer adalah istilah medis untuk kelainan pada sistem saraf tersebut.
Gejala neuropati perifer meliputi:
- Mati rasa atau hilangnya sensasi
- Rasa kesemutan atau panas terbakar pada kaki
- Nyeri seperti tersengat listrik atau kram
- Sensitif terhadap suhu dingin atau panas
- Deformitas pada kaki
- Gangguan keseimbangan, mudah jatuh
Salah satu cara sederhana untuk memeriksa apakah saraf mengalami kerusakan adalah dengan memperhatikan apakah kaki sering kesemutan atau terasa tertusuk. Dr. Wu menyarankan agar pasien dengan gejala seperti ini segera berkonsultasi ke spesialis saraf untuk melakukan pemeriksaan, seperti tes sensasi terhadap sentuhan dan suhu di kaki.
Operasi Ultrasonik dengan Sayatan 4 Milimeter
Menurut dr. Wu, bagi penderita diabetes yang mengalami neuritis perifer, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengendalikan kadar gula darah. Bila muncul gejala seperti kaki kesemutan, nyeri, kehilangan keseimbangan, atau kelemahan otot, ada beberapa pilihan pengobatan saat ini:
- Obat-obatan saraf untuk membantu mengendalikan gejala
- Latihan fisik, yang sangat penting
- Operasi bila diperlukan
Ia menjelaskan bahwa teknologi operasi sekarang jauh lebih maju. Misalnya, pada kasus sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome), kini dapat dilakukan dengan teknik ultrasonik melalui sayatan hanya 4 milimeter. Pasien bisa kembali menggerakkan tangan dalam waktu seminggu, sedangkan dulu butuh waktu hingga sebulan.
Setelah operasi saraf, pemulihan dapat dibantu dengan:
- Alat bantu rehabilitasi, seperti pelindung pergelangan tangan atau bola latihan
- Latihan tangan, seperti menggenggam, membuka telapak, dan meregangkan ke belakang
Jenis Saraf: Kecil, Besar, dan Otonom
Dr. Wu menjelaskan bahwa saraf otonom juga termasuk dalam sistem saraf tepi — yaitu saraf yang tidak berada di otak atau sumsum tulang belakang. Saraf ini mengendalikan fungsi-fungsi otomatis tubuh, seperti detak jantung, pencernaan, dan buang air.
Dengan demikian, saraf tepi terbagi menjadi tiga jenis utama:
- Saraf otonom – mengatur fungsi otomatis seperti keringat; ada orang yang mudah berkeringat dan ada yang tidak.
- Saraf kecil – bila rusak, menyebabkan sensasi panas, terbakar, atau demam lokal.
- Saraf besar – bertanggung jawab atas rasa kesemutan dan mati rasa yang umum dirasakan.
Postur Tubuh yang Benar Dapat Mencegah Tekanan pada Saraf
Menurut dr. Wu, postur duduk dan berdiri sangat penting. Saat duduk, punggung harus menempel pada sandaran kursi, dada ditegakkan, perut ditarik sedikit ke dalam, dan posisi duduk harus penuh tanpa celah antara punggung dan kursi. Saat berdiri, kedua kaki harus lurus menopang tubuh, dan ketika berjalan, punggung jangan membungkuk. Selain itu, hindari menyilangkan kaki saat duduk.
Saat mengambil barang, jangan membungkuk — lebih baik berjongkok dengan menekuk lutut agar punggung tidak terbebani, sebab membungkuk bisa melukai tulang belakang bagian bawah.
Selain terapi akupunktur atau pijat untuk neuropati perifer, dr. Wu merekomendasikan beberapa latihan fisik berikut untuk membantu pemulihan:
- Olahraga aerobik – seperti berjalan cepat atau berlari selama 30–60 menit per hari (tidak berlebihan).
- Berenang – melatih seluruh tubuh tanpa tekanan berlebih.
- Bersepeda – melatih otot secara menyeluruh.
- Yoga, terutama pose putri duyung (mermaid pose), yang sangat membantu mengatasi nyeri punggung bawah.
Laporan oleh Jin Hong / Editor: Lin Qing – NTD


