Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi pada Rabu (29/10/2025) mengumumkan bahwa dalam waktu satu bulan terakhir, operasi gabungan penegakan hukum federal di Memphis, Tennessee, telah menyelamatkan sekitar 80 anak hilang dan menangkap 1.700 tersangka kriminal, termasuk 126 anggota geng.
EtIndonesia. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya mengumumkan pengiriman Garda Nasional dan agen federal ke kota Memphis pada bulan lalu. Selama bertahun-tahun, Memphis termasuk salah satu kota besar di AS dengan tingkat kejahatan kekerasan dan pembunuhan tertinggi di negara itu.
Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Jaksa Agung AS Pam Bondi menulis bahwa pemerintahnya “tidak akan mentoleransi kejahatan”.
Ia menambahkan: “Operasi ini telah memenjarakan anggota geng, menyelamatkan puluhan anak, dan membuktikan bahwa kerja sama antara aparat penegak hukum federal dan lokal dapat dengan cepat membuat kota-kota Amerika kembali aman.”
Bondi juga mengatakan: “Dalam waktu hanya satu bulan, kami telah menangkap 1.700 orang — termasuk 126 anggota geng. Operasi di Memphis ini menunjukkan bahwa membuat kota-kota Amerika kembali aman adalah sesuatu yang mungkin dicapai.”
Senjata Disita dan Operasi Berskala Besar
Dalam unggahannya, Bondi membagikan laporan dari Fox News yang memuat rincian hasil operasi tersebut. Berdasarkan data resmi, aparat berhasil menyita 293 pucuk senjata api selama operasi gabungan ini.
Presiden Trump menandatangani perintah resmi pada pertengahan September untuk mengirim Garda Nasional ke Memphis. Saat berbicara di Oval Office, Trump menjelaskan bahwa pasukan itu akan bergabung dengan satuan tugas khusus yang beranggotakan pejabat dari berbagai lembaga federal, termasuk FBI, Badan Penegakan Narkotika (DEA), Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), serta Dinas Marsekal Amerika Serikat (US Marshals Service).
Trump mengatakan bahwa tujuan perintah tersebut adalah memberantas kejahatan lokal dengan cara serupa seperti yang dilakukan di Washington D.C., yaitu melalui pengerahan Garda Nasional dan federalisasi kepolisian lokal.
Ia menambahkan: “Satuan tugas ini akan meniru keberhasilan luar biasa yang telah kami capai di Washington. Anda akan melihat hasil yang serupa, meskipun angka kejahatan di sini memang sangat mengejutkan — situasinya benar-benar parah.”
Trump juga menyebut bahwa FBI telah meningkatkan aktivitasnya di Memphis, kota terbesar kedua di negara bagian Tennessee, untuk membantu menurunkan angka kejahatan.
“Kami kini mengirimkan pasukan dalam jumlah besar,” ujarnya.
Garda Nasional Dikerahkan ke Kota-Kota Lain
Belakangan ini, pemerintahan Trump juga mulai mengirimkan Garda Nasional ke beberapa kota besar lainnya, termasuk Los Angeles dan Chicago, sebagai bagian dari strategi nasional pemberantasan kejahatan.
Menurut analisis situs keamanan SafeHome.org berdasarkan data FBI, pada tahun 2024, Memphis mencatat tingkat pembunuhan tertinggi di antara kota-kota besar AS, yakni 40,6 kasus per 100.000 penduduk, diikuti oleh Baltimore (34,8) dan Detroit (31,2).
Sementara itu, West Memphis — wilayah pinggiran di negara bagian Arkansas, tepat di sebelah barat Memphis — diklasifikasikan oleh SafeHome sebagai kota kecil, namun memiliki tingkat pembunuhan tertinggi kedua secara nasional, yakni 72 kasus per 100.000 penduduk, hanya kalah dari East Point, Georgia (pinggiran barat daya Atlanta), yang mencatat 78,5 kasus per 100.000 penduduk.
Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris dengan judul About 80 Missing Children Rescued, 1,700 People Arrested in Memphis: Bondi


