Dunia Begitu Luas — Jauhkan Dirimu dari “Orang-Orang Sampah”

EtIndonesia. Seekor harimau besar melihat seekor anjing gila, dan dia segera menghindar.

Anak harimau heran dan berkata: “Ayah, kamu berani melawan singa, bisa bersaing dengan cheetah, tapi kok justru menghindari seekor anjing gila? Memalukan sekali!”

Harimau bertanya:  “Nak, mengalahkan seekor anjing gila itu membanggakan tidak?”

Anak harimau menggeleng.

 “Kalau sampai digigit anjing gila, itu sial tidak?

 Anak harimau mengangguk.

“Kalau begitu, untuk apa kita mencari gara-gara dengan anjing gila?”

Tidak semua orang pantas menjadi lawanmu. Jangan berdebat dengan orang yang tidak berpendidikan, tidak sopan, atau tidak punya kualitas diri. Senyumlah sedikit, lalu jauhi mereka. 

Jangan sampai mereka “menggigit” dan menyakitimu.  Banyak orang tidak sadar sedang bertarung dengan anjing gila dalam hidupnya!

Sebuah Tragedi yang Seharusnya Bisa Dihindari

Ada sepasang kekasih yang sedang makan malam di restoran. Beberapa pemabuk di meja sebelah menggoda sang perempuan dengan siulan.

 Pacarnya berkata: “Kita sudah selesai makan, ayo pulang saja.”

Sang perempuan marah: “Kok kamu pengecut begitu? Kamu ini laki-laki atau bukan?”

Pacarnya tetap memilih mengalah: “Tak perlu cari masalah dengan para pemabuk.”

Tapi perempuan itu tak terima. Dia maki pacarnya, kemudian malah mendatangi para pemabuk itu dan menantang mereka. Akhirnya para pemabuk itu menyerang, dan pacarnya terpaksa maju membela. Dia ditikam tiga kali. Di rumah sakit, dia meninggal setelah gagal diselamatkan.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia bertanya pada kekasihnya: “Sekarang… aku sudah jadi laki-laki belum?”

Betapa menyedihkan. Jika saja perempuan itu tahu apa yang disebut “Hukum Orang Sampah”, tragedi ini tidak perlu terjadi.

Hukum Orang Sampah (“Garbage People Law”)

Seorang teman berkendara di jalur yang benar.Tiba-tiba sebuah mobil hitam keluar dari tempat parkir dan nyaris menabraknya. Setelah dia mengerem mendadak, mobil itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari bempernya.

Tapi sopir mobil hitam itu malah marah, membentak, memaki. Temanku hanya tersenyum dan melambaikan tangan dengan ramah.

Aku kaget dan bertanya :  “Kenapa kamu begitu? Dia hampir merusak mobilmu dan membahayakan kita!”

Dia menjawab : “Banyak orang itu seperti tempat sampah berjalan. Di dalam dirinya penuh sampah: frustrasi, amarah, iri hati, dendam, kesombongan, kebencian, prasangka, serakah, tidak puas, selalu membandingkan, tidak senang melihat orang bahagia, kebodohan, kebingungan, niat balas dendam, dan kekecewaan. Sampah itu menumpuk dan menumpuk, dan pada akhirnya mereka perlu membuangnya ke suatu tempat.

Kadang-kadang, kitalah yang kebetulan lewat. Dan sampah itu dilempar ke kita. Kita tidak perlu memungutnya, tidak perlu membalas. Cukup tersenyum, melambaikan tangan, menjauh… lalu lanjutkan hidup kita.”

Dia menambahkan : “Kalau kita menerima sampah mereka, kita akan membawanya pulang. Kita sebarkan lagi ke keluarga, teman, kolega, atau orang asing. Itulah awal dari lingkaran negatif yang tak ada ujungnya.”

Bahagia dan Sukses Berawal dari Kemampuan Menjauh

Orang yang bahagia dan sukses tidak pernah membiarkan “orang-orang sampah” menguasai hidupnya kapan pun. Hidup ini singkat—jangan buang tenaga dan emosi untuk hal-hal murahan seperti itu.

Ketika seseorang memperlakukanmu dengan buruk, senyumlah dan lewatkan saja. Mengabaikan adalah kemenangan paling elegan. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine