Setelah Baku Tembak di Istana, Negara Resmi Dikuasai Militer

EtIndonesia. Situasi politik Guinea-Bissau mendadak berubah drastis hanya tiga hari setelah proses pemilu dimulai. Pada malam 27 November dan memasuki dini hari 28 November 2025, Angkatan Bersenjata Guinea-Bissau mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan secara penuh, menandai kudeta besar terbaru di Afrika Barat.

Presiden Embaló Ditangkap Setelah Baku Tembak

Menurut pernyataan resmi militer yang disiarkan melalui radio nasional pada 28 November 2025 pagi waktu setempat, Presiden Umaro Sissoco Embaló telah ditahan. Penangkapan terjadi setelah baku tembak intens selama hampir satu jam di sekitar Istana Presiden di Bissau, yang dimulai pada malam 27 November.

Sumber keamanan lokal melaporkan:

  • Pasukan elit bergerak cepat memblokir empat akses utama menuju kompleks istana.
  • Kontak senjata terjadi antara pasukan pengawal presiden dan unit militer pemberontak.
  • Presiden Embaló kemudian dipindahkan ke lokasi yang tidak diungkapkan.

Hingga kini, militer belum memperlihatkan presiden ke publik, namun menegaskan bahwa “keamanan Presiden terjamin”.

Militer Tutup Total Perbatasan

Dalam pengumuman yang sama, juru bicara militer menyatakan:

  • Perbatasan darat, laut, dan udara ditutup total mulai tengah malam 27 November.
  • Pemilu dihentikan, dengan alasan adanya “ketidakteraturan serius” dan “ancaman terhadap stabilitas negara”.
  • Pemerintahan sipil dibekukan dan digantikan oleh Dewan Transisi Militer yang akan memimpin “hingga keadaan normal kembali”.

Pembekuan pemilu ini membuat proses demokratis yang baru berjalan tiga hari menjadi batal total.

Latar Belakang Krisis: Ketegangan Lama yang Meledak

Guinea-Bissau telah lama dikenal sebagai salah satu negara paling tidak stabil di Afrika Barat. Sejak merdeka pada 1974, negara ini telah mengalami empat kudeta besar—terbaru pada 2012 sebelum Presiden Embaló naik ke tampuk kekuasaan setelah pemilu 2019.

Tak hanya itu:

  • Konflik internal antara militer, kepolisian, dan elite politik telah berlangsung bertahun-tahun.
  • Pemerintahan Embaló sendiri berulang kali diguncang tuduhan korupsi, pertikaian antarpartai, dan rivalitas dengan komandan militer.

Menurut analis regional, ledakan krisis kali ini bukan kejutan, tetapi “akumulasi konflik kekuasaan yang tidak pernah terselesaikan”.

Dampak Geopolitik: Beijing Terpukul

Guinea-Bissau merupakan sekutu lama Beijing sejak dekade 1970-an. Dalam sepuluh tahun terakhir, Tiongkok telah:

  • Membangun infrastruktur besar seperti gedung parlemen dan rumah sakit nasional.
  • Menjadi salah satu donatur utama ekonomi negara tersebut.

Karena itu, kejatuhan Embaló—yang dikenal sangat pro-Beijing—dipandang sebagai pukulan geopolitik bagi Tiongkok. Hal ini terjadi beruntun setelah:

  • Instabilitas politik di Nepal (November 2025).
  • Keadaan darurat politik di Bangladesh (akhir November 2025).

Pakar Afrika Barat menyebut rangkaian ini sebagai “gelombang surut pengaruh Beijing di negara-negara kecil namun strategis”.

Reaksi Internasional

Hingga 28 November 2025:

  • ECOWAS (blok Afrika Barat) menyatakan “keprihatinan mendalam” dan menyerukan pemulihan tatanan konstitusional.
  • Uni Eropa mengeluarkan seruan agar militer “menghindari kekerasan lebih lanjut”.
  • PBB sedang mempersiapkan rapat darurat terkait situasi Guinea-Bissau.

Sementara itu, hubungan diplomatik dengan negara tetangga seperti Senegal dan Guinea-Conakry ikut menegang karena penutupan perbatasan.

Situasi Terkini

Pasukan bersenjata tampak berjaga di seluruh ibu kota, pos-pos pemeriksaan dipasang di titik strategis, dan akses internet dilaporkan melambat sejak dini hari 28 November. Warga Bissau sebagian besar tetap berada di rumah, sementara toko dan perkantoran tutup.

Militer menyampaikan bahwa “negara aman dan terkendali,” tetapi belum mengumumkan garis waktu pemulihan pemerintahan sipil.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine