EtIndonesia. Pada 3 Januari, beredar luas video pengawalan Presiden Venezuela yang telah dilengserkan, Nicolás Maduro, dan istrinya ke Markas Besar Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) di New York. Dalam video tersebut, Maduro terlihat mengenakan sandal jepit dan tampak sangat terhina serta kacau.
Setelah tiba di New York, rekaman pertama saat Maduro turun dari pesawat muncul di platform X. Dia terlihat mengenakan hoodie abu-abu, berjalan dengan langkah tertatih, sementara puluhan agen Amerika Serikat mengelilinginya dari berbagai sisi.
🚨 BREAKING: Video of Venezuelan dictator Nicolas Maduro’s first steps off the plane in the United States has been released
— Nick Sortor (@nicksortor) January 4, 2026
Dude looks absolutely HUMILIATED 🤣🔥
And it’s going to get much, MUCH worse for him from here pic.twitter.com/xD8eHRWW3D
Video tersebut pertama kali disebarkan oleh seorang jurnalis bernama Nick Soto, yang menyindir keras kondisi Maduro: “Maduro benar-benar kehilangan muka, dan keadaannya hanya akan menjadi semakin buruk.”
马杜罗和他老婆被抓回美国
— Inty News (@__Inty__) January 4, 2026
pic.twitter.com/dWJKEZA9SU
Selain itu, video lain yang menunjukkan Maduro dan istrinya dikawal ketat oleh pasukan bersenjata AS menuju Markas Besar DEA di New York juga beredar luas di X. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak kebingungan dan tak berdaya, sementara Maduro digiring melewati gedung markas DEA oleh para agen.
🚨 BREAKING: Nicolas Maduro has just been PERP WALKED by agents through DEA’s NYC HQ
— Nick Sortor (@nicksortor) January 4, 2026
You know this is absolutely HUMILIATING for him 🤣
Not much of a tough guy anymore, eh? 😂 pic.twitter.com/FcZPu853Dj
Nick Soto kembali melontarkan komentar pedas:“Kalian tahu, ini jelas merupakan penghinaan besar baginya (Maduro). Sepertinya dia bukan lagi sosok ‘jagoan keras’ seperti yang selama ini dia pamerkan, bukan?”
Berbagai video penangkapan dan pengawalan Maduro ke New York memicu ledakan reaksi warganet.
Seorang netizen menyindir: “Nah, sekarang urusan visa sudah tak perlu dipikirkan lagi.”
Ada pula warganet yang menyinggung pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping, dengan komentar: “Di mana sekarang sahabat baiknya?”
Bahkan, sebagian komentar lain berbunyi lebih tajam: “Kalau yang ditangkap ‘Baozi’ (Xi Jinping), para pengkhianat dan mata-mata internal pasti tidak sedikit. Bisa jadi malah jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Soalnya terlalu banyak orang yang dia sakiti dan sudah lama kehilangan dukungan rakyat.” (jhn/yn)


