Menjelang 4 Tahun Perang Rusia–Ukraina, Rusia Luncurkan Serangan Malam Besar-besaran ke Kyiv

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina akan memasuki tahun keempat pada 24 Februari. Pada  22 Februari dini hari, ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv. Rusia meluncurkan sejumlah besar rudal dan drone ke arah kota tersebut, menyebabkan korban jiwa dan melukai beberapa lainnya.

Layanan darurat Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia. Delapan orang lainnya—termasuk seorang anak—berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Seorang pensiunan, Valentina Babchenko, mengatakan ia sangat ketakutan.

Valentina Babchenko berkata :  “Hingga sekarang rasanya seperti mimpi. Suami saya histeris, sementara saya justru sebaliknya—agak mati rasa dan belum sepenuhnya pulih.”

Angkatan Udara Ukraina pada Minggu menyatakan bahwa dalam serangan besar tersebut, Rusia mengerahkan 297 drone dan 50 rudal dari berbagai jenis. Sebanyak 274 drone dan 33 rudal berhasil ditembak jatuh atau dihancurkan. Sisanya menghantam 14 lokasi, sementara tiga rudal lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Valentina Babchenko menambahkan :  “Ini benar-benar genosida. Lihat apa yang sedang terjadi—tidak ada akhirnya. Apa yang sedang diperhatikan dunia?”

Warga lainnya, Denis Kozlov, mengatakan sebuah pelat batu menimpa dirinya saat rumahnya terbakar.

Denis Kozlov, warga Kyiv, mengatakan:  “Ibu saya juga ikut lari keluar. Kami berlari tanpa pakaian, bertelanjang kaki.”

Serangan ini merusak lima distrik di wilayah pinggiran Kyiv dan memicu kebakaran. Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing.

Dalam setahun terakhir, upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat menunjukkan sejumlah kemajuan, namun warga sipil Ukraina tetap menghadapi serangan udara yang berkelanjutan.

Belakangan ini, Rusia meningkatkan serangan terhadap jaringan listrik Ukraina, menyebabkan banyak warga sipil kehilangan listrik dan pemanas di tengah musim dingin yang sangat dingin. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, Yan Feng dan Zhang Ruiqi

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine