Indonesia resmi menerima kapal induk ringan pertamanya, sehingga menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk setelah Thailand. Pihak berwenang mengatakan kapal tersebut akan digunakan untuk memperkuat keamanan maritim dan kemampuan tanggap bencana.
EtIndonesia.com Di tengah upaya Indonesia untuk meningkatkan peralatan militernya, pada Jumat (18 September) pagi, sebuah kapal induk ringan (Light Aircraft Carrier) yang didonasikan Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk setelah Thailand.
Kapal perang Angkatan Laut Italia tersebut memiliki dek penerbangan penuh dan landasan peluncur model ski-jump. Kapal ini memiliki bobot perpindahan sekitar 14.000 ton dan terutama cocok untuk operasi regional atau misi dukungan.
Kapal yang telah berusia 41 tahun ini dipensiunkan pada 2024. Kapal tersebut dapat mengoperasikan helikopter serta pesawat yang mampu melakukan lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal.
Pemerintah mengatakan kapal tersebut akan dimodifikasi menjadi platform untuk helikopter dan drone, yang digunakan untuk meningkatkan keamanan maritim dan kemampuan menghadapi bencana alam.
Jika diperlukan, kapal tersebut juga dapat dikerahkan untuk menjalankan misi tempur. Angkatan Laut Indonesia mengatakan kapal sepanjang 180 meter itu dapat membawa hingga 18 helikopter dan menampung 830 orang, serta masih dapat digunakan selama 15 hingga 20 tahun.
Pada Maret lalu, Italia menyetujui pengalihan kapal induk tersebut kepada Indonesia guna memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Pengalihan kapal induk yang telah dipensiunkan ini juga menghindarkan Italia dari sebagian biaya yang diperlukan untuk membongkar dan menanganinya sendiri.
TNI Angkatan Laut mengatakan serah terima kapal tersebut diperkirakan selesai pada 24 September. Pada saat itu, bendera Italia akan diganti dengan bendera Indonesia dan kapal tersebut secara resmi akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.
Kementerian Keuangan Indonesia pada 2025 menyetujui pembiayaan proyek kapal induk tersebut sebesar US$450 juta.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga memperdalam kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara besar.
Pada 2022, Indonesia membeli jet tempur Rafale dari Prancis. Tahun ini, Indonesia membeli rudal jarak jauh dan rudal supersonik dari India, mencapai kerjasama pertahanan besar dengan pemerintahan Trump di Amerika Serikat, serta menandatangani perjanjian keamanan dengan Australia.
Laporan gabungan Guo Yuexi, NTD Television


