Yaman Membara! 756 Operasi Digelar, 4 Ahli Rudal Iran Diklaim Tewas di Taiz

EtIndonesia.com Situasi keamanan di Yaman kembali memasuki fase yang semakin genting. Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman serta didukung Arab Saudi terus meningkat, terutama di Provinsi Taiz dan kawasan pegunungan strategis yang menghadap ke Selat Bab el-Mandeb.

Menurut laporan Institute for the Study of War atau ISW yang diterbitkan pada 27 September 2026, pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman bersama unsur yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan terhadap posisi Houthi di sebelah timur Kota Taiz pada hari yang sama. Operasi tersebut dinilai bertujuan mengganggu kemampuan Houthi mempertahankan dan memasok pasukannya di kawasan timur kota.

Pertempuran ini menjadi sangat penting karena Taiz bukan sekadar salah satu kota besar di Yaman. Wilayah tersebut berada di dekat jalur yang menghubungkan kawasan selatan dengan pesisir Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

756 Operasi dalam Tiga Hari

Pada 27 September 2026, militer Yaman yang bersekutu dengan pemerintah yang diakui secara internasional mengumumkan telah melakukan 756 operasi militer dalam kurun sekitar 72 jam, atau sejak 24 September.

Menurut juru bicara militer Yaman, Kolonel Majid Abdullah al-Nuzaili, operasi tersebut dilakukan di sejumlah front, termasuk Kataf dan al-Baqa, Alab, al-Jawf, Marib, al-Bayda, Lahij, serta Taiz. Operasi melibatkan pesawat, drone, rudal, artileri lapangan, dan peluncur roket.

Sasaran utamanya disebut mencakup posisi pasukan Houthi, konvoi bala bantuan, kendaraan militer, platform peluncur rudal, gudang persenjataan, serta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk mendukung operasi tempur.

Militer Yaman mengklaim serangkaian serangan tersebut menyebabkan 2.316 anggota Houthi tewas atau terluka. Namun, angka korban itu berasal dari pihak militer Yaman dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Pada 26 September, pasukan pemerintah juga mengatakan telah menyerang sejumlah sasaran Houthi di Provinsi Taiz, termasuk kamp Istiqbal di Mawiyah, sebelah timur Kota Taiz. Laporan lain menyebut adanya serangan terhadap gudang yang diduga digunakan untuk memasok makanan kepada pasukan Houthi di kawasan tersebut.

Pejabat Houthi Dilaporkan Tewas

Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah laporan mengenai tewasnya seorang pejabat senior Houthi.

Nama yang dilaporkan oleh ISW bukan “Malani”, melainkan Nour al-Din al-Marani. Ia dilaporkan tewas dalam serangan terhadap sebuah kamp Houthi yang baru dibangun di sekitar al-Hawban.

Menurut laporan yang dikutip ISW, al-Marani pernah memegang sejumlah jabatan, termasuk Wakil Gubernur Taiz untuk Urusan Pertahanan dan Keamanan serta asisten komandan Wilayah Militer Keempat Houthi. Ia juga disebut bertanggung jawab atas operasi drone Houthi di wilayah Taiz, Lahij, dan al-Dhale.

Apabila laporan mengenai kematiannya terkonfirmasi, hilangnya seorang pejabat dengan tanggung jawab terhadap operasi drone dapat memberikan dampak terhadap struktur komando Houthi di kawasan tersebut. Namun, skala dampaknya terhadap kemampuan tempur kelompok itu belum dapat dipastikan.

Empat Ahli Drone dan Rudal Iran Diklaim Tewas

Perkembangan lain yang jauh lebih sensitif muncul dari klaim militer Yaman mengenai keberadaan personel Iran di medan pertempuran.

Pada 27 September 2026, militer Yaman menyatakan bahwa empat warga Iran yang disebut sebagai ahli dalam pengoperasian dan peluncuran drone serta rudal telah tewas dalam operasi di Provinsi Taiz.

Militer Yaman mengatakan keberadaan empat ahli tersebut merupakan bukti tambahan mengenai dukungan Iran terhadap Houthi.

ISW menilai klaim tersebut, apabila akurat, menunjukkan peran langsung Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dalam mendukung operasi Houthi di Yaman. Namun, penting dicatat bahwa laporan mengenai kematian empat ahli Iran itu berasal dari pihak militer Yaman. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Iran maupun Houthi belum memberikan komentar mengenai klaim itu.

Houthi Memperkuat Posisi di Sekitar Taiz

Sementara pasukan pemerintah meningkatkan serangan, Houthi juga dilaporkan memperkuat posisi mereka.

Menurut ISW, Houthi pada pertengahan September telah memindahkan bala bantuan dari Provinsi Ibb menuju al-Hawban, wilayah di sekitar Taiz yang menjadi salah satu basis penting kelompok tersebut. Konsentrasi pasukan Houthi di al-Hawban dan wilayah timur Taiz dinilai dapat mendukung operasi lanjutan untuk meningkatkan tekanan terhadap kota itu.

Pertempuran juga terus berlangsung di kawasan pegunungan yang menghadap ke Bab el-Mandeb.

Pada 27 September, Southern Giants Brigades yang bersekutu dengan pemerintah Yaman dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap pasukan dan kendaraan Houthi di front Jabal Kahbub.

Jabal Kahbub berada sekitar 30 kilometer di sebelah utara posisi Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Posisi geografis tersebut membuat kawasan pegunungan ini memiliki arti penting karena pihak yang menguasai dataran tinggi memperoleh keuntungan dalam mengawasi dan mempertahankan wilayah di bawahnya.

Pertempuran juga berlangsung di sekitar Jabal Numan. Rekaman yang telah diverifikasi secara geografis dan dipublikasikan pada 26 September memperlihatkan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman bersama kelompok suku di selatan terlibat pertempuran dengan Houthi di kawasan tersebut.

Jalur Taiz–Aden Menjadi Titik Kritis

Namun, salah satu persoalan paling berbahaya bagi pasukan pemerintah berada di jalur darat yang menghubungkan Taiz dengan Aden.

Pada 23 September 2026, Houthi dilaporkan berusaha memutus jalur utama tersebut dengan bergerak dari al-Akbush menuju kawasan Hijat al-Abd. Menurut laporan ISW, Houthi sempat memutus jalur itu kurang dari satu jam sebelum pasukan pemerintah Yaman, Southern Giants Brigades, dan kelompok perlawanan lokal merebut kembali kawasan tersebut.

Pada 24 September, jalur itu masih berada di bawah kendali pasukan pemerintah dan tetap digunakan untuk membawa pasokan.

Nilai strategis jalan tersebut sangat besar. Jalur Taiz–Aden merupakan rute pasokan utama yang menghubungkan pasukan pemerintah di Taiz dengan wilayah lain yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman.

Apabila Houthi berhasil memutus jalur tersebut secara permanen, pasukan pemerintah di Taiz akan menghadapi kesulitan besar memperoleh bala bantuan, amunisi, bahan bakar, makanan, dan perlengkapan lainnya.

ISW menilai penguasaan Houthi atas jalur Taiz–Aden secara efektif dapat menciptakan kondisi yang menyerupai pengepungan terhadap pasukan pemerintah di Kota Taiz sekaligus membuka peluang bagi operasi lanjutan untuk merebut kota tersebut.

Pertempuran Memasuki Fase Perebutan Posisi Strategis

Dengan demikian, pertempuran di Yaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan perebutan beberapa desa atau bukit. Yang sedang diperebutkan adalah jaringan jalan, dataran tinggi, jalur logistik, serta wilayah yang memiliki hubungan langsung dengan Bab el-Mandeb.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi telah meningkatkan tekanan terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah di Yaman barat daya. Sebaliknya, pasukan pemerintah dan sekutunya meningkatkan serangan udara, drone, artileri, serta operasi darat untuk menghentikan kemajuan tersebut.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pertempuran terbaru berpusat pada perebutan dataran tinggi strategis di Taiz dan Lahij. Kemajuan Houthi di kawasan itu dikhawatirkan dapat memutus pasukan yang didukung Arab Saudi dari pesisir Laut Merah.

Karena itu, Taiz kini menjadi salah satu titik paling menentukan dalam konflik Yaman.

Jika pasukan pemerintah mampu mempertahankan jalur menuju Aden dan posisi-posisi pegunungan di sekitar Bab el-Mandeb, mereka masih memiliki akses untuk mempertahankan serta memasok pasukannya. Sebaliknya, jika Houthi berhasil memutus jalur tersebut dan menguasai dataran tinggi strategis, tekanan terhadap pasukan pemerintah di Taiz dapat meningkat secara signifikan.

Hingga 27 September 2026, belum terlihat adanya pihak yang memperoleh kemenangan menentukan. Yang terlihat justru adalah perebutan posisi yang semakin intensif, dengan kedua pihak berusaha menguasai medan yang dapat menentukan arah pertempuran berikutnya.

Di tengah situasi tersebut, satu hal menjadi semakin jelas: pertempuran di sekitar Taiz dan Bab el-Mandeb bukan lagi sekadar konflik lokal. Letaknya yang berdekatan dengan salah satu jalur pelayaran terpenting dunia membuat setiap perubahan besar di medan perang Yaman berpotensi membawa konsekuensi yang jauh melampaui perbatasan negara tersebut. (***)

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine