EtIndonesia.com Badai Nor’easter yang kuat terus berdampak pada berbagai wilayah di Amerika Serikat bagian Timur Laut. Menurut informasi terbaru, lebih dari 100.000 rumah di kawasan Timur Laut masih mengalami pemadaman listrik. New York, New Jersey, Connecticut, dan Massachusetts termasuk wilayah yang terdampak. Hujan lebat dan angin kencang juga menyebabkan banjir di kawasan pesisir serta penutupan jalan, sementara lalu lintas penerbangan turut mengalami gangguan besar.
Di Cape Cod, Massachusetts, angin kencang dan hujan deras melanda, menyebabkan sejumlah rumah dan kendaraan warga rusak.
Warga setempat, Sue Mastri, mengatakan, “Pukul 03.00 dini hari saya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara ‘bruk’. Saya langsung berpikir, pasti ada pohon yang tumbang. Petugas pemeriksa bangunan datang dan mengatakan rumah itu aman, tetapi saya tidak akan tidur lagi di lantai atas. Mobil mengalami kerusakan paling parah dan sudah tidak dapat digunakan sama sekali.”
Dampak badai ini tidak hanya berupa kerusakan rumah dan kendaraan. Sehari sebelumnya, angin kencang menumbangkan pepohonan dan menyebabkan satu orang tewas serta empat lainnya terluka, termasuk anak-anak. Pihak berwenang juga masih mencari seorang perenang yang dilaporkan hilang di dekat pesisir selatan Long Island.
Badai Nor’easter ini tidak hanya berdampak pada Massachusetts, tetapi juga melanda seluruh kawasan Timur Laut AS dengan angin kencang dan hujan deras. Angin kencang menumbangkan banyak pohon dan menyebabkan pemadaman listrik dalam skala luas.
Hingga 27 September sore, lebih dari 100.000 rumah di sejumlah negara bagian di kawasan Timur Laut masih mengalami pemadaman listrik. New Jersey mencatat sekitar 40.000 rumah terdampak, New York sekitar 32.000 rumah, Connecticut sekitar 26.000 rumah, dan Massachusetts hampir 9.000 rumah.
Selain pemadaman listrik, lalu lintas udara juga mengalami gangguan signifikan. Pada 27 September, lebih dari 3.000 penerbangan di seluruh Amerika Serikat mengalami keterlambatan dan lebih dari 400 penerbangan dibatalkan.
Situasi di New Jersey juga cukup parah. Gubernur New Jersey Mikie Sherrill pada 27 September mengatakan bahwa sejumlah wilayah telah mengalami genangan air yang parah. Puluhan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, sementara sebagian warga terjebak di dalam kendaraan dan di jalan yang terendam banjir sehingga membutuhkan pertolongan. Hingga kini, 15 ruas jalan di negara bagian tersebut masih ditutup.
Sherrill mengingatkan masyarakat bahwa dampak badai belum berakhir. Pada 27 September hingga Senin (28 September), banjir lebih lanjut masih mungkin terjadi.
Layanan Cuaca Nasional AS juga menyatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, kawasan Timur Laut masih berpotensi mengalami angin kencang, hujan deras, dan pasang air laut yang tinggi. Sejumlah kawasan pesisir dan daerah teluk berpotensi mengalami banjir besar yang menggenangi jalan.
Saat ini, Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) telah meningkatkan tingkat kesiapsiagaan di wilayah-wilayah terdampak dan menempatkan tim siaga di kawasan New England untuk menghadapi kemungkinan meluasnya pemadaman listrik dan dampak bencana.
Reporter NTDTV Yixin melaporkan.


