Legenda Klub Meninggal Persela Pensiunkan Nomor Punggung Satu

EpochTimesId – Manajemen Klub Persela Lamongan, Jawa Timur memastikan bahwa nomor punggung satu tidak akan dipakai lagi atau dipensiunkan dari jersey klub. Keputusan itu diambil karena almarhum Choirul Huda yang biasanya mengenakan nomor tersebut sudah dianggap sebagi ‘Sang Legenda’.

Manajer Persela, Yunan Achmadi menilai predikat Choirul Huda yang merupakan One Man One Club patut diapresiasi maksimal. Almarhum hanya membela Persela Lamongan hingga meninggal, menunjukkan loyalitas tinggi bagi Laskar Joko Tinggir.

Sang Legenda membela Persela sejak 1999-2017, sejak klub kebanggaan LA Mania dan Curva Boys 1967 ini masih bermain di Divisi II. Berkat ketangguhannya, secara bertahap Laskar Joko Tingkir naik ke kasta tertinggi.

“Kini, kiper senior itu sudah berpulang dalam usia 38 tahun. Bukan hanya Persela yang kehilangan, tapi juga insan sepakbola tanah air yang berduka atas meninggalnya Huda usai laga menjamu Semen Padang, Minggu (15/10/2017) sore. Tidak akan ada lagi pemain yang memakai nomor 1 di masa depan. Klub resmi memensiunkan nomor punggung yang pernah dipakai Choirul Huda,” sambung Yunan Achmadi, Senin (16/10/2017).

Menurut Yunan, Huda memang layak disandingkan dengan legenda sepakbola dunia yang nomor punggungnya di pensiunkan oleh klub-klub yang pernah di bela. Seperti, Franco Baresi (6) Paulo Maldini (3) dari AC Milan, Johan Cruyff (14) dari Ajax Amsterdam, Diego Maradona (10) dari Napoli, dan Gianfanco Zola (25) dari Chelsea.

Huda meninggal dunia dalam laga terakhirnya bersama Persela Lamongan, di Stadion Suraja, Lamongan, Jawa Timur, 15 Oktober 2017 pada usia 38 tahun.

Insiden yang membuat kiper kawakan itu menghembuskan nafas terakhir terjadi ketika Persela menjamu Semen Padang. Pertandingan baru memasuki menit ke-44, ketika almarhum hendak menghalau bola, dia malah berbenturan dengan rekan satu timnya.

Dadanya terkena kaki, dia sempat mengeluh kesakitan sebelum terkulai lemas tidak sadarkan diri. Tim medis bergerak cepat dengan memberikan oksigen tambahan, sebelum menaikkannya ke ambulance untuk dibawa ke rumah sakit.

Setibanya di RSUD dr. Soegiri tim dokter rumah sakit segera memberikan penanganan medis dengan mendorong kerja jantung, paru-paru, dan otak. Sayangnya, upaya tim medis tidak membuahkan hasil. Choirul Huda dipastikan meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.(waa)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine