Oleh Zhou Xing, Epochtimes
Menurut Global Times, masker N95 yang dibuat di Tiongkok diiklankan secara online sebagai produk perlindungan individu yang disertifikasi oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) atau Institut Nasional untuk Keselamatan dan KesehatanpadaPekerjaan.
Selama merebaknya pandemi virus, itu adalah sarana penyelamat yang sangat dibutuhkan para pekerja medis garis depan. Namun dari hasil penyelidikan Global News ditemukan bahwa masker itu semuanya produk palsu.
Laporan itu mengatakan bahwa setelah mereka melaporkan masker N95 palsu itu, barang-barang palsu itu pun ditarik dari situs web di India, Pakistan dan enam negara lainnya.
Midas Safety, sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto juga terlibat. Masker N95 palsu ini, memalsukan merek Valpro Ranger. Masker itu, pernah diiklankan secara besar-besaran di situs web Midas Safety di Tiongkok, India, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Midas Safety Innovations Limited (MSIL) telah membuat pernyataan di situs resminya, dengan mengatakan bahwa hak cipta atas merek Valpro yang dimilikinya dilanggar oleh oknum yang tak bertanggngjawab dan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan pembuatan atau penjualan produk palsu tersebut.
Masker Valpro Ranger 821 dan 821V palsu diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) di situs resminya. (Situs web CDC)
Memalsukan nomor persetujuan dari perusahaan masker terkenal 3M
Pihak pembuat masker Valpro Ranger N95 palsu itu, mengklaim telah memperoleh sertifikasi N95 dari National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) atau Institut Nasional untuk Keselamatan dan KesehatanpadaPekerjaan ketika memasang iklan di situs web Midas Safety di beberapa negara.
Menurut situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), masker Valpro Ranger N95 palsu, dengan nomor persetujuan yang ditunjukkan itu, dikeluarkan oleh NIOSH kepada 3M, perusahaan “raksasa masker” di Amerika.
Juru bicara CDC Scott Pauley mengatakan kepada “Global Times” bahwa untuk mendapatkan persetujuan, respirator atau masker terkait harus memenuhi persyaratan minimum. Proses persetujuan akan memastikan bahwa produk memiliki efek perlindungan pada pekerja dari partikel di udara. Misalnya, dapat melindungi staf medis yang mungkin terpapar virus selama menaggulangi virus Komunis Tiongkok.
Barang palsu bisa berakibat fatal
Masker N95 adalah masker wajah yang dirancang untuk menutup ruang di sekitar hidung, mencegah 95% partikel kecil di udara. Pekerja medis dan petugas perawatan darurat umumnya memakai masker seperti itu.
Kerry Bowman, ahli bioetika di Universitas Toronto, mengatakan bahwa selama pandemi corona virus komunis Tiongkok, penjualan masker palsu menimbulkan “masalah serius” dan konsekuensinya bisa berakibat fatal. Tentu itu sangat mengerikan, ada oknum yang berusaha menghasilkan uang dengan cara seperti ini pada saat demikian.
“Anda tidak tahu dalam keadaan apa seseorang akan menggunakan masker ini. Bisa jadi, penggunanya adalah seseorang yang bekerja di bidang perawatan kesehatan, atau mungkin seseorang yang perlu merawat anggota keluarganya yang sakit. Mereka membeli masker ini, mungkin karena mereka membutuhkan perlindungan yang lebih kuat. Barang palsu dapat menyebabkan cedera yang sangat serius” kata Kerry Bowman
Pandemi global virus Komunis Tiongkok telah mengubah masker N95 yang berkualitas menjadi produk langka tak bermutu. Pemerintah masing-masing negara menyerukan untuk memberikan masker N95 ke staf medis garis depan.
Mike Roman, CEO dari perusahaan “Raksasa masker” 3M, mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak akan menjual masker N95 di toko-toko. Ini berarti bahwa jika konsumen melihat masker 3M N95 di pasar, mereka harus berhati-hati terhadap produk palsu.
Perusahaan Tiongkok membuat masker N95 palsu
Untuk mengekang penyebaran virus komunis Tiongkok dan kebutuhan akan alat pelindung diri, terutama masker N95, ada banyak laporan tentang perusahaan Tiongkok yang mengekspor sejumlah besar produk palsu tak bermutu.
Pada 21 Maret, pemerintah Belanda menerima 600.000 masker buatan Tiongkok. Menurut Kementerian Kesehatan Belanda, masker itu memiliki sertifikasi N95, menunjukkan bahwa masker ini menyaring lebih dari 95% partikel. Masker telah didistribusikan ke staf medis lini pertama. Namun, satu minggu kemudian, semua masker yang telah didistribusikan ditarik kembali karena tidak bisa melekat di wajah dan partikel yang disaring di dalam, sehingga tidak memenuhi standar.
Menurut sebuah laporan di situs web laporan produk palsu -thecounterfeitreport.org- pada 11 Maret, masker 3M, 8210, N95 sekarang menjadi “target” bagi para pembuat barang palsu Tiongkok. Tim produk anti-pemalsuan 3M, bekerja sama dengan polisi, telah menemukan 18 lokasi di Tiongkok, tempat masker palsu diproduksi, disimpan atau dijual.
Barang palsu dari Tiongkok tidak hanya masker. Spanyol baru-baru ini membeli sarana medis buatan Tiongkok senilai US$ 467 juta, termasuk 5,5 juta kotak rapid tes. Namun, setelah pemeriksaan cepat 9.000 kotak rapid tes, ditemukan tingkat akurasinya hanya 30%, jauh di bawah yang diharapkan yakni 80%. Alat-alat ini akan dikembalikan karena kurang memiliki sensitivitas yang cukup.
Menurut laporan DW/Deutsche Welle Jerman, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan pada tanggal 27 Maret bahwa tingkat akurasi rapid tes buatan Tiongkok hanya 30% hingga 35% dan tidak dapat digunakan.
Sementara itu pada 23 Maret, media Ceko mengatakan bahwa negara itu membeli alat tes cepat dari Tiongkok dan menemukan bahwa 80% dari hasil tes itu salah.
Maria Rosario Vergeire, Wakil Menteri Kesehatan Filipina, mengatakan pada konferensi pers 28 Maret bahwa 100.000 test kit yang disumbangkan oleh pemerintah Tiongkok hanya memiliki tingkat akurasi 40% dan tidak dapat digunakan.
Perdana Menteri Kanada Trudeau juga mengatakan pada 29 Maret bahwa 30.000 masker medis yang disumbangkan oleh pemerintah Tiongkok kepada Kanada, baru akan didistribusikan setelah Badan Kesehatan Federal memastikan sarana medis tersebut memenuhi standar untuk melindungi staf medis Kanada dari infeksi virus.
Johny / rp


