Lin Cenxin dan Liu Fang
Kapal Perang berpeluru kendali Filipina, BRP Antonio Luna menguji peluru kendali 76 cm di Laut Cina Selatan pada 1 Mei 2021. Tembakan kapal itu berhasil mencapai target sasaran.
Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengeluarkan pernyataan pada 2 Mei, bahwa latihan militer akan dilanjutkan di zona ekonomi eksklusif 200 mil laut Filipina di Laut Cina Selatan. Dia menegaskan, posisi Manila tidak akan goyah.
Pada Maret, kapal milisi maritim Tiongkok berkumpul di dekat sekitar Whitsun Reef yang membuat memuncaknya perselisihan antara kedua negara. Pasca diprotes Filipina, kapal itu masih terus berlama-lama berkerumun.
Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin dalam cuitannya pada 3 Mei berbunyi: “Bagaimana saya bisa mengatakannya dengan sopan? menyingkirlah!” Ia juga memperingatkan: “Tidak ingin melahirkan provinsi Tiongkok lainnya.”
Peneliti dari Wadah Pemikir Taiwan, National Policy Foundation mengatakan: “Filipina sebenarnya berharap dengan kekuatan ASEAN, semua orang akan membahas kode etik di Laut Cina Selatan, sehingga semua negara bisa mematuhinya. Seperti sejauh mana menyangkut daratan Tiongkok, meskipun dia seolah-olah setuju dengan draf tersebut.”
Kapal Induk Shandong baru-baru ini juga tertangkap oleh satelit dari pangkalan militer di Kota Sanya, Hainan. Angkatan Laut Tiongkok mengkonfirmasi bahwa formasi kapal induk Shandong, sedang berlatih di perairan Laut Cina Selatan, mengklaim untuk “menjaga kedaulatan nasional” dan “perdamaian dan stabilitas. “
Menurut analisis peneliti National Policy Foundation, daya tahan dan kemampuan pasokan logistik kapal Liaoning dan Shandong jauh lebih rendah daripada kapal induk Amerika. Akan tetapi, sinyal yang diberikannya untuk menguji Amerika Serikat.
Latihan yang berulang di Laut Cina Timur atau Laut Cina Selatan, dinilai tak lain untuk menyatakan kepada Amerika Serikat dan Jepang bahwa, mereka menggunakan kekuatan militer untuk menunjukkan tekad mereka. Tak lain, untuk mempertahankan perairan teritorial mereka. Setiap orang sebenarnya mengkhawatirkannya, akan tetapi apakah Amerika Serikat memiliki tekad seperti itu? bagaimana tekad Jepang atau negara-negara ASEAN lainnya? Inilah yang lebih dikhawatirkan semua orang. “
Dipercayai bahwa Komunis Tiongkok tidak akan mengumpulkan kekuatan sampai melihat Amerika Serikat menggunakan kekuatan yang lebih kuat, seperti dua atau tiga kelompok kapal induk yang berkumpull di Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan. (hui)


