Mantan Investigator : Gunakan Tekanan Ekonomi untuk Memaksa Beijing Bekerja Sama dalam Penelusuran Sumber Virus

oleh Zhang Ting

Pada sebuah wawancara pada program TV Amerika Serikat, Fox News ‘America’s Newsroom’, Mantan investigator senior Kementerian Luar Negeri AS David Asher mengatakan pada Kamis (17/6/2021) David Asher mengatakan bahwa, tekanan keuangan harus diberikan pada pemerintah komunis Tiongkok. Tujuannya, agar mereka bersedia untuk bekerja sama dengan tim investigasi melakukan penyelidikan terhadap asal usul penyebaran virus komunis Tiongkok (COVID-19).

Asher adalah sosok yang pernah ditunjuk sebagai investigator dari Kemenlu AS era pemerintahan Trump untuk menyelidiki asal usul sumber virus.

“Kecuali kita mengadopsi strategi yang lebih menekan, melalui sanksi, litigasi sipil dan tindakan khusus lainnya untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap pemerintah komunis Tiongkok yang bersikap keras kepala. Jika tidak, saya tidak percaya mereka akan memberikan kerjasama apapun”, kata Asher.

Asher mengungkapkan, pengalaman dirinya dengan komunis Tiongkok selama lebih dari 30 tahun adalah tekanan merupakan cara yang ampuh, terutama melalui sistem keuangan. Bank mereka sepenuhnya bergantung pada dolar AS untuk bertahan hidup. Jika kita mulai melakukan tekanan melalui jalur ini, mereka akan tertekanan. Asher menduga di bawah tekanan mereka akan langsung merespons”.

Para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dalam pertemuan mereka pada akhir pekan lalu, mengeluarkan komunike terkait menanggapi pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Para pemimpin G7 mendesak transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar. Pada saat yang sama meminta agar tim ahli dikirim ke daratan Tiongkok untuk menyelidiki asal usul penyebaran virus tersebut.

“Kami juga menyerukan diadakannya studi tahap kedua yang tepat waktu, transparan, dipimpin oleh para ahli, dan berbasis ilmu pengetahuan terhadap upaya penelusuran asal usul penyebaran COVID-19 di daratan Tiongkok sesuai dengan rekomendasi dari laporan ahli”, kata para pemimpin G7.

Tim investigasi WHO telah mendatangi Kota Wuhan pada awal tahun ini, untuk menyelidiki asal usul virus tersebut. Namun, karena pemerintah komunis Tiongkok menolak untuk bekerja sama, laporan tentang hasil investigasi dianggap kurang kredibel. Laporan ini mendefinisikan kemungkinan virus bocor dari laboratorium Wuhan sebagai sangat tidak mungkin.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada 13 Juni mengatakan bahwa, hasil investigasi WHO pertama itu sangat cacat.

Sebelum WHO merilis laporan tersebut, Wall Street Journal mengutip ucapan investigator WHO memberitakan bahwa pihak berwenang komunis Tiongkok menolak untuk memberikan kepada penyelidik data mentah yang dipersonalisasi tentang 174 kasus tahap awal, yang mana ditemukan di Kota Wuhan ketika COVID-19 mulai mewabah pada Desember 2019.

Selain itu, Dominic Dwyer, anggota tim investigasi WHO dan ahli penyakit menular dari Australia, juga mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa pemerintah komunis Tiongkok menolak memberikan data mentah.

Di tengah ketidakpercayaan negara-negara anggota WHO terhadap laporan hasil investigasi, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus terpaksa menjelaskan bahwa dari diskusi dengan tim investigasi WHO dirinya tahu, tim mendapat kesulitan dalam usaha memperoleh informasi di Tiongkok. 

Sehingga dipandang perlu untuk mengadakan penyelidikan lebih lanjut. Dalam pidatonya, Tedros untuk pertama kalinya mengakui bahwa kemungkinan virus bocor dari laboratorium Wuhan tidak dapat dikesampingkan. (sin)

https://www.youtube.com/watch?v=Q0oRKh2Crno

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine