oleh Li Yan
Gedung Putih pada Jumat (15/10) mengumumkan bahwa mulai 8 November mendatang Amerika Serikat akan melonggarkan pembatasan perjalanan, mengizinkan pengunjung asing dengan vaksinasi lengkap masuk ke wilayah Amerika Serikat baik melalui darat maupun udara
Kabarnya informasi tersebut melegakan banyak orang asing yang berniat berwisata atau mengunjungi sanak famili di Amerika Serikat. Namun masih ada beberapa detail yang perlu dipahami sebelum berangkat.
Siapa saja yang boleh bepergian ?
Menurut ketentuan yang dikeluarkan Gedung Putih, warga negara asing yang telah mendapat suntikan vaksinasi lengkap virus komunis Tiongkok atau COVID-19 dapat diterima masuk ke wilayah Amerika Serikat. Ketetapan baru ini menggantikan berbagai larangan dan pembatasan terkait yang dikeluarkan sebelumnya.
Sebelumnya, warga negara asing dari daratan Tiongkok, Iran, kawasan Schengen Eropa, Inggris, Republik Irlandia, Brasil, Afrika Selatan, dan India dilarang memasuki wilayah AS. Mulai 8 November nanti, warga negara dari negara-negara ini dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama mereka sudah divaksinasi dengan vaksin yang disetujui.
Vaksin mana saja yang sudah disetujui ?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengingatkan maskapai penerbangan bahwa semua vaksin yang telah disetujui dan disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) AS dan vaksin dengan Daftar Penggunaan Darurat (EUL) yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah vaksin sah yang dapat diterima pemerintah AS.
Ini termasuk vaksin AstraZeneca yang digunakan di Kanada dan Eropa. Namun vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Rusia belum disetujui oleh WHO atau FDA.
CDC belum mengomentari tentang persyaratan vaksin lintas batas darat. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa kemungkinan besar persyaratan untuk vaksin sama seperti di atas.
CDC-AS menetapkan, bahwa dalam 2 pekan setelah seseorang mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau dosis tunggal dapat dikategorikan sebagai orang yang sudah divaksinasi.
Bagaimana dengan warga negara AS yang belum divaksinasi ?
Warga negara Amerika Serikat yang belum divaksinasi masih dapat kembali ke Amerika Serikat, tetapi akan menghadapi persyaratan pengujian perjalanan udara yang lebih ketat.
Pada 20 September lalu saat mengumumkan peraturan perjalanan udara internasional baru, Jeff Zients, koordinator respons COVID-19 Gedung Putih mengatakan bahwa warga negara AS di negara lain yang belum divaksinasi akan menghadapi persyaratan pengujian yang lebih ketat, termasuk menjalani pengujian sehari sebelum keberangkatan dan setelah tiba di tujuan.
Dalam pengumuman tertanggal 12 Oktober di perbatasan darat antara Meksiko dan Kanada tidak secara khusus ditujukan kepada warga negara Amerika Serikat yang belum divaksinasi, dan persyaratan vaksinasi adalah untuk turis asing yang masuk.
Bagaimana dengan anak-anak yang belum divaksinasi ?
Ketentuan mengenai anak-anak ini hanya sedikit disebutkan dalam pengumuman perjalanan internasional yang baru, tetapi Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan kepada CNN bahwa persyaratan vaksinasi tidak berlaku bagi anak-anak yang tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi.
Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki saat mengumumkan peraturan perjalanan udara baru pada 20 September tentang persyaratan yang lebih ketat akan diberlakukan kepada warga negara Amerika Serkat yang belum divaksinasi, telah menyebutkan bahwa ketentuan ini juga berlaku bagi anak-anak.
Sampai sekarang belum jelas juga apakah persyaratan masuk untuk warga negara asing dan anak-anak warga negara Amerika Serikat adalah sama. CNN telah meminta klarifikasi tentang hal ini.
Bagaimana dengan vaksinasi campuran ?
Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan pada 12 Oktober bahwa CDC akan memberikan panduan yang relevan kepada individu yang menerima vaksin campuran dalam beberapa minggu mendatang.
Apakah perlu menjalani pengujian ?
Penumpang udara yang divaksinasi lengkap masih perlu menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 dalam 3 hari sebelum tanggal pemberangkatan ke Amerika Serikat, sesuai dengan peraturan pengujian saat ini.
Seperti yang disebutkan di atas, warga AS yang belum divaksinasi akan diminta untuk menjalani pengujian COVID-19 dalam sehari sebelum penerbangan dan akan diuji lagi pada saat kedatangan.
Tidak ada persyaratan pengujian di perbatasan darat.
Apakah perlu menunjukkan pembuktian dengan dokumen ?
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada Jumat (15 Oktober) bahwa peraturan yang relevan tentang dokumentasi vaksinasi akan segera diperkenalkan.
Pejabat itu mengatakan bahwa di perbatasan darat, individu yang melintasi perbatasan karena alasan yang tidak penting diharuskan untuk menunjukkan bukti vaksinasi kepada petugas CBP (Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan).
Pejabat administrasi senior lainnya mengatakan pada Selasa (12 Oktober) bahwa semua lembaga sedang bekerja sama dengan CDC untuk membahas persyaratan terkait darat dan udara yang diperlukan, dan berjanji akan menerbitkan hitam putihnya dalam beberapa hari ke depan.
Dikabarkan bahwa maskapai penerbangan telah membentuk sistem untuk mengumpulkan informasi tes yang diperlukan oleh penumpang udara, karena semua penumpang udara yang memasuki Amerika Serikat harus menunjukkan sertifikat hasil tes negatif COVID-19.
Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa rincian menyangkut operasional terkait dengan perjalanan internasional akan disiapkan sebelum 8 November.
Siapa saja yang tidak mungkin diizinkan lagi untuk memasuki AS ?
Sistem perjalanan internasional yang baru pada dasarnya menolak semua warga negara asing yang belum divaksinasi untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Ini termasuk para turis yang tidak divaksinasi yang saat ini diizinkan terbang ke Amerika Serikat (misalnya, dari Meksiko dan Kanada). Mulai 8 November nanti, mereka ini tidak akan bisa masuk ke AS.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa sebelum penerapan kebijakan perjalanan internasional, akan dikeluarkan panduan dalam menangani hal-hal yang sangat khusus.
Di perbatasan darat, persyaratan vaksinasi akan diberlakukan terhadap perjalanan yang tidak penting, seperti perjalanan wisata dan kunjungan teman atau keluarga mulai 8 November nanti.
Individu yang bepergian untuk alasan yang diperlukan, termasuk pengemudi truk dan pelajar, masih akan diizinkan melintasi perbatasan hingga awal bulan Januari tahun depan, terlepas dari apakah mereka sudah atau belum divaksinasi.
Pada awal bulan Januari, persyaratan vaksinasi akan diberlakukan kepada semua warga negara asing yang melintasi perbatasan melalui darat atau feri. (Sin)


