Wan Jaya
“Karakter seorang pemimpin teruji pada saat krisis. Dan saat krisis pemimpin sejati akan makin bersinar.” Dari segi kajian kepemimpinan, invasi perang Rusia- Ukraina menawarkan paling tidak tipe kepemimpinan yang menonjol yaitu kepemimpinan ala Putin yang ideologis, dan kepemimpinan ala Zelensky yang transformatif dan melayani. Pertempuran ini bisa dikatakan bahwa pertempuran antara dua Vladimir (Volodymir) yaitu Vladimir Putin vs Volodimyr Zelensky. Vladimir bagi bangsa Rusia atau Ukraina itu mempunyai sejarah tersendiri. Vladimir I atau Vladimir yang Agung memerintah Kiev (ibu kota Ukraina sekarang) 980-1015 M yang tadinya seorang paganis dan berkonversi menjadi Kristen Ortodoks setelah pencarian yang panjang dalam keyakinan. Jadi, Pertarungan Zelensky dan Putin ibarat pertarungan dalam seorang individu apakah di jalur kebebasan atau otokrasi.
Pada saat invasi mulai dilakukan oleh Putin dengan dalih demiliterisasi dan denazifikasi, banyak pihak yang menyangka bahwa habislah Zelensky! Bahkan AS menawarkan pada Zelensky untuk suaka di AS. Namun jawaban Zelensky di luar dugaan. “Saya tidak membutuhkan tumpangan, yang kami butuhkan adalah amunisi.” Dan ketika Putin dengan percaya diri akan bisa menaklukkan Zelensky dalam tempo singkat, ternyata Ukraina tak selemah yang dibayangkan oleh Putin dan para jenderalnya. Lebih dari sepuluh jenderal terbaik Rusia gugur. Dan peperangan jadi molor.
Kenapa invasi tak sesuai harapan Putin? Salah satunya adalah ada faktor kepemimpinan Zelensky yang membuat ambisi Putin untuk mengembalikan kejayaan Uni Soviet menemui jalan terjal, yang menjadikannya dikucilkan dunia, terancam paria atau Ukraina akan menjadi kuburan bagi diktator yang sudah memerintah 20 tahun di Rusia. Akhirnya yang disaksikan oleh dunia adalah Orang Kuat (strongman) vs Orang Nekat (braveman) atau David vs Goliath abad ini. Kita tidak tahu cerita akhirnya akan seperti apa. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Sekilas tentang Kepemimpinan Putin
Vladimir Putin lahir 7 Oktober 1952 di Leningrad, Rusia, Uni Soviet (sekarang St. Petersburg, Rusia). Ia adalah seorang perwira intelijen (mantan anggota KGB) dan politisi Rusia yang menjabat sebagai Presiden dan juga Perdana Menteri Rusia lebih dari 20 tahun.
Pernah belajar hukum di Universitas Negeri Leningrad, menjadi salah satu politisi reformasi terkemuka pada periode perestroika. Putin menjabat 15 tahun sebagai perwira intelijen asing untuk KGB (Komite Keamanan Negara), prorektor Universitas Negeri Leningrad, penasihat Sobchak (Wali Kota St. Petersburg yang terpilih secara demokratis pertama), menjadi staf kepresidenan sebagai wakil Pavel Borodin pada 1996, dan akhirnya menjadi sekretaris Dewan Keamanan di era Yeltsin yang akhirnya mengangkat Putin sebagai perdana menteri pada 1999.
Salah satu prestasi Putin adalah menaklukkan pemberontakan separatis di Chechnya dan malah menjadikan mereka “anak kesayangan” Putin. Pada 2000 Putin memenangkan pemilihan presiden dengan sekitar 53 persen suara. Sebagai presiden, ia berusaha untuk mengakhiri korupsi dan menciptakan ekonomi pasar yang diatur secara ketat. Putin dengan cepat menegaskan kembali kendali atas 89 wilayah dan republik Rusia, membaginya menjadi tujuh distrik federal baru, masing-masing dipimpin oleh seorang wakil yang ditunjuk oleh presiden.
Di bawah rezimnya, ia melakukan serangkaian upaya untuk mengontrol media. Putin berhasil berkuasa di Rusia baik sebagai presiden maupun perdana menteri dan ini memberikan ia kesempatan untuk mewujudkan impiannya untuk mengembalikan kejayaan Uni Soviet. Impian ini muncul ketika ia bertugas sebagai agen KGB di Jerman, namun begitu ia pulang ke tanah air, Uni Soviet telah Runtuh.
Pasca keruntuhan itu, Putin menganggap itu adalah tahun-tahun penuh penghinaan baginya dan bagi bangsa Rusia. Serangkaian invasi dan upaya untuk meng- gerogoti Ukraina mulai dari Kremia, Luhansk, Donbass dan Ukraina adalah demi mewujudkan impiannya mengembalikan kejayaan Rusia.
Pada 28 September 2015, dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Putin menyampaikan visinya tentang Rusia sebagai kekuatan dunia, yang mampu memproyeksikan pengaruh- nya di luar negeri, sambil melukiskan Amerika Serikat dan NATO sebagai ancaman terhadap keamanan global.
Dua hari kemudian Rusia menjadi peserta aktif dalam perang saudara Suriah, ketika pesawat Rusia menyerang sasaran di dekat kota Homs dan Hama. Meskipun pejabat pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan udara itu dimaksudkan untuk menargetkan pasukan dan material milik ISIS, fokus sebenarnya dari serangan itu tampaknya ditujukan pada penentang presiden Suriah dan sekutu Rusia Bashar al-Assad.
Sekilas tentang Kepemimpinan Zelensky
Volodymyr Zelensky lahir pada 25 Januari 1978 di Kryvyi Rih, Ukraina. Ia adalah seorang aktor dan komedian Ukraina yang terpilih sebagai presiden Ukraina pada 2019. Meskipun ia seorang pendatang baru di dunia politik, platform Zelensky yang anti korupsi membuatnya mendapat dukungan luas, dan pengikut daringnya yang signifikan diterjemahkan ke dalam basis pemilihan yang solid. Dia menang telak atas petahana Petro Poroshenko di putaran kedua pemilihan presiden 2019.
Zelensky yang merupakan keturunan Yahudi kuliah di Universitas Ekonomi Nasional Kyiv dan lulus sebagai sarjana hukum pada 2000. Meskipun Zelensky dilisensikan untuk praktik hukum, tapi karirnya sudah menuju ke arah yang berbeda.
Saat masih mahasiswa, ia aktif di teater, dan ini akan menjadi fokus utamanya. Pada 1997 grup penampilannya, Kvartal 95 muncul di final televisi KVN (Klub vesyólykh i nakhódchivykh; “Klub Orang-Orang yang Lucu dan Inventif”), kompetisi komedi improvisasi populer yang disiarkan di seluruh Persemakmuran Negara-Negara Merdeka. Zelensky dan Kvartal 95 menjadi pelanggan tetap di KVN, dan mereka muncul di program tersebut hingga 2003. Tahun itu Zelensky mendirikan Studio Kvartal 95, sebuah perusahaan produksi yang akan menjadi salah satu studio hiburan paling sukses dan produktif di Ukraina. Zelensky menjabat sebagai Direktur Artistik Studio Kvartal 95 sejak pendirian perusahaan hingga 2011, ketika ia diangkat sebagai produser umum saluran televisi Ukraina Inter TV.
Zelensky meninggalkan Inter TV pada 2012, dan pada Oktober tahun itu, ia dan Kvartal 95 menandatangani perjanjian produksi bersama dengan jaringan Ukraina 1+1. Jaringan itu dimiliki oleh Ihor Kolomoisky, salah satu orang terkaya di Ukraina, dan hubungan antara Zelensky dan Kolomoisky akan menjadi bahan penelitian ketika Zelensky menyatakan niatnya untuk terjun ke dunia politik. Selain bekerja di
televisi selama periode ini, Zelensky muncul di sejumlah film layar lebar, termasuk lelucon sejarah RZhevskiy Versus Napoleon (2012) dan komedi romantis 8 Kencan Pertama (2012) dan 8 Kencan Baru (2015).
Pada 2013 Zelensky kembali ke Kvartal 95 sebagai direktur artistik, tetapi karir hiburannya segera bersinggungan dengan peristiwa seismik yang mengguncang lanskap politik Ukraina.
Pada Februari 2014 pemerintah Ukraina Presiden Viktor Yanukovych digulingkan setelah berbulan-bulan diprotes rakyat, dan miliarder Mei Petro Poroshenko terpilih sebagai Presiden Ukraina. Dengan pemberontakan yang didukung Rusia berkecamuk di Ukraina timur dan korupsi endemik yang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah, Poroshenko berjuang untuk memberlakukan reformasi sederhana.
Dengan latar belakang inilah Servant of the People ditayangkan perdana pada 1+1 pada Oktober 2015. Zelensky berperan sebagai Vasiliy Goloborodko, seorang guru sejarah yang viral setelah seorang siswa memfilmkannya menyampaikan pidato yang berapi-api dan sarat kata-kata kotor terhadap korupsi resmi.
Pertunjukan itu sukses besar, dan jalan Goloborodko yang tidak mungkin menuju kepresidenan Ukraina akan memberikan semacam “peta jalan” bagi Zelensky. Untuk mengantisipasi langkah itu, pada 2018 Kvartal 95 resmi mendaftarkan Servant of the People sebagai partai politik di Ukraina. Dan lewat partai inilah Zelensky bisa menjadi Presiden Ukraina dengan memperoleh suara 73% walaupun di awal-awal ia calon yang diremehkan.
Sebagian lawan politiknya ragu apakah nantinya komedian ini bisa memberikan jawaban atas ancaman invasi Rusia yang pasti akan terjadi. Dan kenyataannya, Zelensky tiba-tiba menjadi terkenal di seluruh dunia dengan citra pemimpin yang berani melawan orang kuat, Putin.
Kenapa Zelensky Memengaruhi Begitu Banyak Orang?
Zelensky sebelum invasi bak jago kandang, namun pasca invasi Rusia namanya melambung ke seluruh dunia. Ada beberapa hal yang membuat ini terjadi; Pertama, Zelensky membuktikan dirinya seorang “alkemis”, mengubah logam biasa menjadi logam mulia atau mengubah krisis menjadi peluang. Hitungan di atas kertas Ukraina vs Rusia sangat tidak seimbang. Di atas kertas Ukraina pasti kalah. Tapi kepemimpinan transformatif ala Zelensky menjadi kuncinya. Dia tidak melihat kenyataan di atas kertas menjadi kenyataan dalam dirinya.
Dia tidak melihat dirinya kecil dan tidak pernah memposisikan dirinya seperti itu. Sebaliknya, Zelensky menciptakan perasaannya sendiri dan kemudian memancarkan kekuatannya yang tak tergoyahkan secara jauh dan luas. Dia melihat dirinya sebagai seorang pemimpin yang bisa melawan Vladimir Putin dari Rusia, dan bahkan mungkin mengalahkannya. Kedua, Zelensky mempunyai “sihir kata-kata” yang ampuh. Kata-kata seperti “Kami tidak akan menyerah. Kami tidak akan kalah. Kami akan berjuang sampai akhir”, “Saya tidak butuh tumpangan, yang kami butuhkan adalah amunisi”, begitu mempengaruhi orang di negerinya maupun publik dunia barat. Zelensky paling tidak bisa menyatukan Eropa dan barat dari tidur panjang.
Ketiga, Zelensky pemimpin yang berani. Saat ia mempunyai kesempatan lari dari horor tentara Rusia ia memilih tinggal bersama rakyatnya mempertahankan negaranya. Keempat, Pidato Zelensky sederhana, lugas, memerintah, dan emosional. Mereka sangat relatable sehingga sulit untuk diabaikan. Keenam. Hadir bersama rakyatnya. Zelensky telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang dibutuhkan Ukraina pada momen penting dalam sejarahnya. Ketujuh, Kemampuan uniknya untuk terhubung dengan orang Ukraina dan dunia. Sejak invasi Rusia ia melakukan pidatonya di Parlemen Inggris, Parlemen Kanada, Kongres Amerika Serikat, dan masih banyak lagi. Zelensky selalu dengan tampilan yang sama, kaos tentara. Tapi pidatonya selalu berakhir dengan standing applause.
Zelensky mengawali karirnya sebagai komedian. Tapi di sinilah kekuatan dan keistimewaan Zelensky terbentuk. “Dia sangat pandai menggunakan media sosial untuk menjangkau komunitas global. Berbicara langsung ke kamera menunjukkan kepercayaan diri kepada orang Ukraina, dan itu membuatnya sangat dihormati oleh audiens Barat,” kata Channell-Justice, yang menyamakan video tersebut dengan siaran radio Franklin D. Roosevelt yang dikenal sebagai Fireside Chats, yang membantu menenangkan kecemasan orang Amerika selama Depresi Hebat dan Perang Dunia II.
Dalam seni komedian sangat penting mempunyai kemampuan membaca ruangan. Dan dari itulah orang terpengaruh dengan lawakannya. Menghadapi otokrat dan diktator Putin yang menyebar teror, ke manapun membaca lawakan dan menerobos rasa takut ala Zelensky membuat nasionalis Ukraina siap mempertahankan negara sampai tetes darah terakhir, dan menginspirasi dunia untuk melawan rezim diktator yang lain. Taiwan banyak terinspirasi dengan Zelensky. Bagaimana dengan Indonesia? (et)


