Hampir Setengah Penumpang yang Terbang dari Tiongkok ke Milan, Italia Positif COVID-19

oleh Li Xin – Epochtimes.com

Pada Rabu (28/12) pejabat kesehatan Italia mengatakan bahwa hampir setengah dari penumpang dua penerbangan dari Tiongkok menuju Milan, Italia dinyatakan positif COVID-19.

Dua penerbangan dari daratan Tiongkok tersebut tiba di Bandara Milan Malpensa pada Senin (27/12) dengan masing-masing sekitar 38% dan 52% penumpangnya terinfeksi virus COVID-19.

Menurut Guido Bertolaso, kepala kesehatan untuk wilayah Lombardy, 35 dari 92 orang penumpang pada penerbangan pertama dinyatakan positif COVID-19. Pesawat kedua bahkan lebih parah, karena 62 dari 120 orang penumpang yang terinfeksi.

Penumpang yang dinyatakan positif lewat pengujian telah dibawa ke karantina, dan petugas telah meningkatkan upaya pelacakan kontak.

Di tengah lonjakan kasus COVID di Tiongkok, Menteri Kesehatan Italia Orazio Schillaci pada Rabu mengatakan bahwa Italia akan mulai memberlakukan pengujian terhadap semua pendatang baru dari daratan Tiongkok dan mengurutkan genom dari mereka yang terdeteksi untuk menentukan apakah terdapat varian baru.

“Langkah ini sangat penting untuk memastikan pemantauan dan identifikasi varian virus apa pun untuk melindungi rakyat Italia”, kata Menkes Orazio Schillaci. 

“Rincian lebih lanjut dari rencana tersebut akan diberikan kemudian”, demikian tambahnya.

Kementerian Kesehatan Italia juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mungkin memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada perjalanan dari Tiongkok jika ditemukan adanya jenis varian baru.

Pemerintah Italia akan membahas situasi di Milan pada rapat kabinet hari Rabu malam, ketika Schillaci kemungkinan akan memberikan informasi tentang hasil pengujian virus para penumpang pesawat tersebut.

Sebagian besar penumpang yang dites positif pada kedua penerbangan itu tidak menunjukkan gejala. Tetapi para pejabat kesehatan semakin khawatir tentang varian baru virus sudah muncul di Tiongkok, demikian menurut laporan media setempat.

Di awal tahun 2020, Italia menjadi negara Eropa pertama yang terpukul parah oleh virus COVID-19.

Pemerintahan partai komunis Tiongkok bulan ini membatalkan kebijakan pencegahan epidemi ekstremnya setelah serangkaian protes massal, tetapi ledakan wabah setelah itu justru memicu kekhawatiran negara-negara di seluruh dunia atas penyebaran varian virus baru. Amerika Serikat, Jepang, India, Korea Selatan, Malaysia, dan negara lain masing-masing terpaksa memberlakukan pembatasan masuk bagi pendatang dari Tiongkok. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine