Anak Anjing Ditinggalkan di Kantong Sampah Bertemu dengan Penyelamatnya

EtIndoneisa. Terkadang hewan datang ke dalam hidup kita dengan cara yang paling tidak terduga, dan kita tahu itu adalah takdir.

Baru-baru ini, anggota tim pembersihan menemukan seekor anjing yang ditinggalkan di tempat sampah… dan salah satu dari mereka memberikannya kehidupan baru yang menyenangkan.

Menurut postingan di Facebook, tim sedang mengumpulkan sampah di komunitas ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak terduga di tempat sampah.

Seekor anak anjing kecil dibiarkan terikat dalam kantong sampah plastik hitam di tumpukan sampah. Sungguh menyedihkan bahwa seseorang meninggalkan seekor anjing seperti itu, tetapi secara ajaib dia ditemukan tepat pada waktunya.

Brian Waldrop, salah satu anggota tim secara khusus memperhatikan anak anjing yang ditinggalkan itu.

“Saya baru saja berlutut, mengambilnya dan langsung jatuh cinta,” kenang Brian kepada FOX 2 St. Louis.

Ini adalah pertama kalinya dia menemukan seekor anjing di tumpukan sampah. Meskipun pertemuan mereka tidak terduga dan tidak biasa, Brian tahu itu memang seharusnya terjadi dan setuju untuk membawa pulang anak anjing itu selamanya!

Dia melaporkan bahwa dia memandikan anjing itu ketika mereka sampai di rumah: warna kuning awal anjing itu memudar, memperlihatkan bulu putih yang indah.

“Dia memiliki kepribadian yang baik dan sangat lembut,” kata Brian.

Brian mengatakan kepada FOX 2 bahwa dia belum memutuskan nama untuk anjingnya.

Sungguh menyedihkan bahwa seseorang meninggalkan anak anjing di tempat sampah seperti itu.

Namun kami sangat senang karena dia sekarang memiliki rumah baru yang penuh kasih sayang! Terima kasih Brian. (yn)

Sumber: stimmung

Kemenlu Tiongkok Bantah Editorial Media Asing Tentang UU Dasar Pasal 23 Hong Kong,  Pakar: Berbohong Tanpa Berkedip

Luo Ya

Baru-baru ini “UU Dasar Pasal 23” Hong Kong resmi berlaku setelah disahkan oleh legislatif, memicu kecaman dari opini dunia. Kemenlu Tiongkok  mengatasnamakan juru bicara Kantor Komisaris Hong Kong melayangkan surat kepada media massa asing, yang mengkritik artikel editorialnya yang berjudul “Hong Kong’s Giant Leap Backward” yang mengatakan “Hong Kong menjadi lebih berbahaya” adalah ungkapan yang membesar-besarkan. Pakar menilai, PKT sedang berbohong tanpa berkedip, sudah terang-terangan berbohong, masih bersikeras tidak bersalah.

Pada 21 Maret lalu, Kemenlu Tiongkok  mengatasnamakan juru bicara dari Kantor Komisaris Hong Kong mengirim surat kepada surat kabar Wall Street Journal. Karena surat kabar tersebut menerbitkan editorial yang berjudul “Hong Kong’s Giant Leap Backward”, yang isinya mengkritik pemerintah Hong Kong setelah berupaya lebih dari 20 tahun akhirnya berhasil meloloskan UU Keamanan Nasional yang lebih ketat. 

“UU tersebut telah menghapus kebebasan Hong Kong yang berbeda dengan Tiongkok, membuat Hong Kong menjadi sebuah tempat yang lebih berbahaya bagi perusahaan asing, pengacara, wartawan, terutama bagi warga Hong Kong sendiri.”

Kemenlu Tiongkok  dalam suratnya mengatakan, “UU Keamanan Nasional” Hong Kong hanya mencakup 2 jenis kejahatan yakni kejahatan memecah-belah negara dan juga kejahatan subversi kekuasan negara dari 7 jenis kejahatan dalam Pasal 23 UU Dasar Hong Kong, serta belum mencakup 5 kejahatan lainnya seperti kejahatan pengkhianatan negara, pencurian rahasia negara dan lain-lain, “upaya Hong Kong menutupi celah legislatif berdasarkan ‘UU Dasar Pasal 23’ adalah tidak pantas dikecam”.

Pada 23 Maret 2024, berbagai organisasi berkumpul di depan Konsulat Tiongkok di Los Angeles untuk memprotes penggunaan undang-undang Pasal 23 oleh PKT untuk menghancurkan supremasi hukum di Hong Kong. Pembicaranya adalah Profesor Wu Renhua. (Ma Shangen/The Epoch Times)

Mantan pengacara, sekaligus Ketua Federation for a Democratic China Canada yakni Lai Jianping menyatakan kepada surat kabar The Epoch Times, PKT membuat Hong Kong untuk menetapkan UU yang melindungi keamanan nasional, jelas bertujuan merampas kebebasan warga Hong Kong, dan menjadikan Hong Kong sebagai salah satu kota dari Tiongkok.

Ia menekankan, yang dimaksud PKT keamanan nasional sepenuhnya adalah bertentangan dengan akal sehat, semua pembuatan undang-undang PKT adalah bertujuan melindungi kekuasaan partai tunggal komunis, dan melindungi kekuasaan seorang diktator seperti Xi Jinping. Pada dasarnya PKT berniat memperbudak warga Hong Kong, lalu memperbudak seluruh rakyat Tiongkok. PKT takut Tiongkok akan meniru kebebasan di Hong Kong, “Jadi PKT hendak mengendalikan Hong Kong secara ketat dengan mengatas-namakan undang-undang serta mengerahkan alat kekerasannya dengan memberikan berbagai tekanan terhadap warga Hong Kong.”

Pakar permasalahan Tiongkok dari University of Technology Sydney yakni Profesor Feng Chongyi menyatakan kepada surat kabar The Epoch Times, PKT mengubah UU Dasar Hong Kong, pada dasarnya karena berniat untuk membuat “UU Keamanan Nasional” menyatu dengan UU Dasar Hong Kong, membuatnya menjadi semacam legalitas, inilah maksud dan tujuannya yang sebenarnya. “Tapi amandemen ini, dari segi hukum adalah sangat absurd, karena PKT tidak bisa menggunakan hukum yang lebih tinggi, untuk menambal undang-undang yang lebih rendah posisinya.”

Lai Jianping juga menyatakan, yang lebih jahat lagi adalah, PKT telah menjadikan orang di luar negeri dan segala perilaku di luar negeri, termasuk perilaku orang asing yang terjadi di Tiongkok maupun di Hong Kong, agar dimasukkan dalam jangkauannya, dan mengatakannya tidak ada yang patut dikritik, ini jelas adalah omong kosong.

“UU Keamanan Nasional” Baru Adalah Kejahatan Abu-Abu

Editorial surat kabar Wall Street Journal itu mengkritik Pasal 23 itu “terlalu luas ruang lingkup legislatifnya, dan kosa kata kejahatan pengkhianatan dan kejahatan pemberontakan dan lain-lain juga tidak jelas, dan samar.”

Surat dari Kemenlu Tiongkok  itu membantah dengan mengatakan “sebutan ‘lingkup yang luas’ dan ‘definisi yang tak jelas’ itu adalah standar ganda.” Sekaligus membela diri dengan mengatakan aturan tersebut mereferensi hukum di AS dan juga negara lain, yang pada dasarnya sejalan dengan negara-negara lain.

Lai Jianping berpendapat, ini jelas pernyataan yang arogan pembenaran diri. Karena PKT memiliki perbedaan yang esensial dengan negara Barat, maka PKT tidak bisa disejajarkan dengan negara Barat dalam hal hukum pidana untuk melindungi keamanan nasional.

Lebih lanjut Lai menganalisa, masyarakat Barat memiliki kebebasan berpendapat, yang disebut menjatuhkan kekuasaan negara, adalah dengan memberikan suara memilih penguasa yang berbeda, ini adalah hak asasi seorang warga negara yang wajar. “Jadi di negara Barat, membahayakan keamanan negara adalah benar-benar telah mengancam keamanan negara, mengakibatkan kerugian, baru bisa ditindak sebagai kejahatan pidana. Mulai dari legislatif sampai yudikatif sepenuhnya adalah masalah hukum dan bukan masalah politik.”

“Namun ini sama sekali berbeda dengan di Tiongkok. Xi Jinping memonopoli kekuasaan, rakyat tidak ada hak pilih, tidak ada kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul dan berorganisasi, Lembaga yudikatif adalah gagang pisau bagi partai komunis. Jadi legislatif PKT, sepenuhnya adalah untuk membingkai suatu kejahatan yang tidak perlu bagi rakyat, itu hanyalah hukum politik dan bukan hukum yang sesungguhnya.”

Feng Chongyi juga menekankan, Pasal 23 tidak memberikan ruang lingkup yang jelas, ia merupakan kejahatan abu-abu yang sangat kabur, “Apa yang dimaksud dengan berniat membahayakan keamanan negara, di dalam Pasal 23 itu selalu menggunakan kata-kata ini, ini adalah kejahatan abu-abu yang tidak profesional, jadi PKT mengatakan negara lain juga begitu, itu adalah omong kosong, terang-terangan berbohong.”

“Ekonomi Hong Kong Sudah Tidak Mungkin Bisa Makmur Lagi”

Editorial Wall Street Journal itu berpandangan “UU Keamanan Nasional” lebih banyak alat bagi pemerintah agar bisa memenjarakan warga, dan menilai pemimpin Hong Kong John Lee yang mengatakan sekarang sudah bisa mengalihkan perhatian pada ekonomi, “Tapi ini kemungkinan sudah terlambat”. Dalam surat Kemenlu itu menuding “ini adalah suatu perbuatan sensasional yang sangat jahat”.

Lai Jianping berpendapat, editorial itu benar-benar telah tepat sasaran, dan menohok titik vital PKT, telah dapat melihat sifat permasalahan yang sebenarnya. Pemerintah RRT berang dan merasa dipermalukan serta balas menyindir. “Karena hukum jahat ini membuat masyarakat seluruh dunia telah sepenuhnya memahami sifat asli rezim PKT dan rezim Hong Kong, yang benar-benar merupakan suatu wilayah perbudakan diktator. Investor di seluruh dunia tidak ada yang berani lagi berinvestasi perdagangan di Hong Kong, dan yang sudah di dalam bakal keluar dari sana. Jadi Hong Kong sudah tidak bisa menjadi makmur lagi, juga tidak akan menjadi pelabuhan bebas lagi.”

Feng Chongyi juga berpendapat, setelah undang-undang ini diloloskan setiap orang merasa tidak tenang, setiap orang akan dapat dikenakan sanksi dan hukuman dari undang-undang seperti ini. Jadi ini sangat bertentangan dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Setelah “UU Keamanan Nasional versi Hong Kong” dikeluarkan, maka Hong Kong sebagai kota yang bebas dan berasaskan hukum itu sudah dibunuh, hanya saja sekarang ditambah satu tusukan pamungkas.” (sud)

NATO akan Terjun ke dalam Perang Ukraina?  Prestasi Gemilang Perang Udara Ukraina

Time to Explore

Baru-baru ini terjadi perubahan situasi di medan perang Ukraina, setelah Rusia berhasil merebut Avdiivka, lalu pasukan dibagi menjadi lima jalur menyerbu Ukraina. Sementara itu di udara, Ukraina berhasil meraih prestasi perang yang cukup baik, selama sebulan terakhir, hingga medio Februari, Ukraina berhasil menembak jatuh belasan pesawat tempur Rusia tipe Su-34 dan Su-35, juga menjatuhkan sebuah pesawat peringatan dini A-50. Yang paling menarik perhatian yakni di pentas politik internasional, baru-baru ini Presiden Prancis Macron menyatakan bersedia mengirim pasukan ke Ukraina, dan Putin pun merespon pernyatan ini dengan menyatakan, jika Prancis berani mengirim pasukan, maka akan meletus perang nuklir.

Macron Hendak Mengirim Pasukan ke Ukraina?

Mari kita simak lebih dulu pemberitaan surat kabar Prancis Le Monde. Awalnya Presiden Prancis Macron pada 26 Februari lalu menyatakan, hari ini kami tidak mencapai kesepakatan untuk mengirimkan pasukan darat secara resmi ke Ukraina, tetapi mempertimbangkan kondisi perubahan saat ini, kami pun tidak mengabaikan kemungkinan ini. Kemudian pada 29 Februari Macron menyatakan, segala komentarnya terhadap Rusia dan Ukraina adalah penuh pertimbangan, ia menyatakan harus mengambil tindakan yang dianggap perlu, untuk memastikan kekalahan Rusia setelah melakukan invasi terhadap Ukraina.

Pernyataan Macron memicu kehebohan di dunia internasional, Presiden Rusia Putin memperingatkan Macron, segala pasukan yang dikirimnya ke Ukraina akan mengalami nasib serupa dengan pasukan Napoleon yang menginvasi Rusia pada 1812 silam. Sebenarnya, para sekutu NATO lainnya juga tidak sependapat dengan keputusan ini, seperti disampaikan oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby yang menyatakan, tidak akan ada pasukan AS menjalankan misi tempur di darat Ukraina, sedangkan Inggris juga menyatakan, Inggris tidak berencana melakukan penempatan pasukan dalam skala besar.

Sementara sikap Kanselir Jerman Olaf Scholz lebih jelas, ia menyatakan, negara Eropa tidak akan mengirim pasukannya ke wilayah kedaulatan Ukraina. Saat ini, satu-satunya negara NATO yang merespon positif adalah Kanada. Mari kita simak berita di surat kabar Kanada Toronto Star, Kanada menyatakan, bersedia mengirimkan pasukan dalam jumlah terbatas ke Ukraina untuk melatih pasukan Ukraina disana, selama kegiatan tersebut menjauh dari garis depan, dan jelas merupakan peran non-tempur. 

Masalah pengiriman pasukan NATO telah terjadi lebih dari sebulan, hingga kini kurang lebih kita dapat melihat arah pergerakannya. Setelah Macron mengemukakan usulan ini, langsung menimbulkan suara kontra yang amat besar di dalam negeri. 

Sementara di dunia internasional, semua negara sekutu pun tidak memberikan respon proaktif, penulis pun menilai, hal ini kemungkinan hanya sekedar omon-omon saja, hasil akhirnya adalah NATO kemungkinan akan mengirim staf non-tempur untuk membantu Ukraina, dan dipastikan tidak akan mengirim pasukan tempur untuk berperang ke garis depan. Tapi tindakan ini sama sekali tidak akan ada efek apapun, mengapa, karena saat ini pun NATO telah sedikit banyak mengirim sejumlah stafnya untuk membantu memberikan pelatihan pada Ukraina, ataupun melakukan sejumlah misi non-tempur, hanya saja tidak pernah disebutkan terang-terangan.

Yang paling konyol adalah minggu lalu, Kanselir Jerman Scholz secara terbuka menyatakan, Jerman tidak memberikan bantuan rudal jelajah tipe Taurus KEPD 350 kepada Ukraina, karena Jerman tidak bisa seperti Inggris dan Prancis, yang mengirimkan staf militer ke Ukraina untuk membantu pasukan Ukraina menggunakan senjata-senjata ini. Begitu pernyataan terlontar, sama saja telah ‘menjual’ sekutu Inggris dan Prancis-nya. Tentu saja, respon orang Inggris juga sangat menarik, mantan Menhan Inggris Robert Ben Lobban Wallace menyatakan, Scholz adalah sosok yang salah, pada waktu yang salah, telah melakukan pekerjaan yang salah. Sementara respon Prancis terhadap Scholz agak tenang, tetapi tidak menyangkal keberadaan staf militer mereka di Ukraina.

Dengan kata lain, walaupun tidak diakui secara resmi, tapi semua orang mengetahui para staf militer NATO sejak awal telah berada di Ukraina, yang sebisa mungkin memberikan berbagai bantuan dan dukungan bagi Ukraina. Hanya soal Kinmen Taiwan saja, awal tahun ini pasukan khusus AS telah mendarat di Taiwan, khususnya di Pulau Kinmen untuk memberikan panduan dan pelatihan. Berita semacam ini biasanya tidak diakui secara resmi, sebisa mungkin diatasi dengan diam-diam, tapi hal semacam ini Anda tahu saya tahu Langit tahu bumi tahu, semua orang tahu, hanya saja tidak mengakuinya.

Jadi, menilik kembali pernyataan Macron ini, tidak akan ada efek yang riil, NATO sudah mengirim staf militer non-tempur ke Ukraina, terlepas dari apapun pernyataan Macron, NATO pun akan tetap melakukannya, tapi untuk mengirim pasukan tempur untuk berperang di garis depan, NATO dipastikan tidak akan menginjak garis merah itu.

Tentu, maksud pernyataan Macron ini niatnya adalah baik, juga karena melihat sikon ajang pertempuran di Ukraina, dimana mereka telah kehilangan kota Avdiivka, bantuan militer AS bagi Ukraina pun terancam berhenti, bisa dikatakan Ukraina sekarang terjebak dalam dilema, sementara Rusia juga memanfaatkan kesulitan Ukraina saat ini, dan berupaya memperluas hasil peperangan mereka sendiri.

Rusia Lancarkan Serangan Lima Jalur

Setelah berhasil merebut Avdiivka, Rusia melakukan serangan pada banyak garis pertempuran dengan Ukraina, kita lihat pemberitaan surat kabar New York Times ini. Di peta diperlihatkan lima arah serangan utama Rusia saat ini, yang paling selatan adalah Krimea, ke utara adalah sekitar Bakhmut, lalu ke utara lagi ada Avdiivka dan Marinka, sementara di arah Zaporizhia ada Desa Robotyne.

Lalu apa sebenarnya yang sedang dilakukan Rusia? Melihat peta ini, antara Krimea dan Bakhmut, saat ini telah terbentuk suatu tonjolan raksasa di pihak Ukraina, para penggemar militer, saat Anda melihat tonjolan itu, yang pertama Anda inginkan tentu adalah serangan menjepit, segera mencaplok bagian tonjolan ini. Dengan Pertempuran Kursk pada masa PD-II sebagai contoh, sebelum perang berkobar, Uni Soviet telah membentuk sebuah tonjolan raksasa di kawasan Kursk, dan pemikiran Jerman juga sangat sederhana, yakni mendorong masuk dari kedua sisi/bagian iga dari tonjolan ke arah dalam, maka akan sekaligus mencaplok keseluruhan tonjolan tersebut.

Sementara dari Krimea dan Bakhmut, pihak Rusia mendorong terus ke depan, sasarannya adalah dua kota besar di Donetsk, yakni Sloviansk dan Kramatorsk. Bisa dilihat, tujuan strategi Rusia saat ini, masih saja terus menekan garis depan Ukraina, dan berupaya merebut kembali daerah Donbas.

Ditengah Kesulitan, Prestasi Perang Udara Ukraina Gemilang

Kita bisa menyaksikan, saat ini walaupun prajurit Ukraina di garis depan berperang dengan gagah berani, tapi mereka menghadapi tidak sedikit kendala. Bantuan NATO bagi Ukraina masih tak kunjung datang, saat ini Jerman masih menolak memberikan rudal penjelajah Taurus KEPD 350, bantuan militer AS juga stagnan, Macron menyatakan, NATO akan mengirim pasukan membantu Ukraina, tapi sepertinya hanya sekedar gertakan.

Sementara Rusia sedang memanfaatkan kesulitan Ukraina saat ini, dengan melakukan tekanan pada garis pertahanan Ukraina di banyak tempat, berupaya mencari titik tonjolan. Namun telah lebih setengah bulan sejak jatuhnya Avdiivka, tekanan Rusia di berbagai arah bisa dibilang sangat terbatas. Yang lebih penting adalah, sekarang telah memasuki  Maret, cuaca semakin berubah menghangat, tanah di Ukraina akan menjadi sangat berlumpur, serangan gencar Rusia sepertinya akan berakhir.

Setelah itu hingga Mei dan Juni, setelah musim panas tiba, di ajang perang Ukraina dikhawatirkan akan dilanda badai berdarah lagi. Akan tetapi, walaupun Ukraina dalam posisi bertahan di darat, tapi dapat meraih tidak sedikit prestasi di udara, dalam sebulan terakhir, Ukraina telah menjatuhkan belasan pesawat tempur Rusia. (sud)

Ramuan Tiongkok Kuno Melindungi Otak dari Penyakit Alzheimer

EtIndonesia. Dalam sebuah penemuan inovatif, para ilmuwan Tiongkok telah menyoroti potensi goji berry, yang secara tradisional dihargai karena manfaat kesehatannya dalam budaya Tiongkok, dalam memerangi penyakit Alzheimer.

Sering diberi nama ‘wolfberry’, warna oranye-merah cerah dan rasa asam manis goji berry bukan satu-satunya daya tariknya. Buah ini, yang berasal dari semak asli Tiongkok, dihormati baik dalam tradisi kuliner maupun praktik pengobatan kuno. Reputasinya telah berkembang melampaui Tiongkok, sebagian besar karena sifatnya yang kaya antioksidan dan segudang manfaat kesehatannya.

Penelitian yang dipimpin oleh tim di Institut Biofisika di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok yang bergengsi, menyelidiki mekanisme di mana ekstrak goji berry dapat berperan dalam perlindungan saraf.

Untuk mencapai hal ini, para peneliti beralih ke model tepercaya dalam studi biologi: C. elegans, seekor cacing yang terkenal karena genomnya yang sederhana dan terpetakan sepenuhnya.

Pengungkapan penelitian ini sungguh menarik. Para ilmuwan menemukan bahwa ekstrak goji berry memiliki potensi untuk memecah protein amiloid-beta yang terkenal buruk. Bagi orang awam, protein ini merupakan penyebab utama penyakit Alzheimer, dengan membentuk gumpalan atau ‘plak’ yang bermasalah di otak.

Selain itu, ekstrak tersebut menghentikan produksi spesies oksigen reaktif, yang kemudian mengurangi pembentukan protein amiloid-beta.

Para peneliti mengungkapkan bahwa ekstrak tersebut merangsang proses yang dikenal sebagai mtUPR (respons protein mitokondria yang tidak dilipat). Mekanisme ini berperan penting dalam memecah simpanan protein amiloid-beta yang terkenal buruk. Khususnya, mtUPR memainkan peran penting dalam mempertahankan fungsi mitokondria, pembangkit tenaga sel, dan kesehatan sel secara keseluruhan.

Dengan mengaktifkan mtUPR, ekstrak goji berry membuka pendekatan inovatif dalam pengobatan potensial Alzheimer. Sayangnya, penuaan menyebabkan penurunan fungsi mitokondria, membuat sel rentan mengalami malfungsi. Mengaktifkan proses ini dapat meremajakan kelangsungan hidup sel dan mengembalikan fungsi optimal jaringan mitokondria.

Potensi memanipulasi mtUPR untuk tujuan terapeutik tidak terbatas pada Alzheimer. Dipercaya memiliki potensi untuk memerangi berbagai penyakit yang berhubungan dengan disfungsi mitokondria.

Intinya, penelitian ini tidak hanya meningkatkan status goji berry sebagai agen pelindung terhadap Alzheimer tetapi juga memberikan wawasan tentang cara kerja ramuan kuno ini.

Meskipun temuan ini merupakan secercah harapan, penting untuk dipahami bahwa perjalanan untuk memanfaatkan kekuatan perlindungan penuh dari goji berry masih dalam tahap awal. Penelitian di masa depan sangat penting untuk membedah dampaknya. Hanya setelah penelitian menyeluruh dengan model eksperimental yang bervariasi, komunitas ilmiah dapat dengan percaya diri bergerak menuju uji klinis yang berpusat pada manusia.

Namun, penelitian ini merupakan bukti fakta bahwa alam, dalam hamparan luasnya, menyimpan solusi yang dapat memerangi penyakit yang paling mematikan sekalipun. Penelitian ini tidak diragukan lagi menempatkan goji berry di garis depan penelitian Alzheimer.

Sementara komunitas ilmiah menunggu temuan lebih lanjut, bagi mereka yang tertarik dengan penelitian ini, memasukkan goji berry ke dalam makanan sehari-hari mungkin merupakan upaya yang menarik dan berpotensi bermanfaat.

Seperti kata pepatah kuno: “Biarlah makanan menjadi obatmu,” dan mungkin, di dalam goji berry, kita menemukan suguhan lezat sekaligus harapan bagi kesehatan otak. (yn)

Sumber: thebrighterside

Desa Tempat Ratusan Orang Ditipu untuk Menjual Ginjal Mereka

EtIndonesia. Para petualang yang mencoba mendaki Gunung Everest dapat melihat tiga landmark yang memecahkan rekor setelah mereka berangkat dari ibu kota Nepal, Kathmandu.

Yang pertama adalah puncak gunung, terlihat pada hari yang cerah dari pesawat saat menuju Himalaya.

Yang kedua adalah Lukla, yang dikenal sebagai bandara paling berbahaya di dunia, tempat para pendaki mendarat sebelum menuju ke Base Camp Everest.

Begitu besarnya keagungan Himalaya sehingga mereka hampir pasti melewatkan yang ketiga: sebuah desa kecil di tengah-tengah antara Kathmandu dan Lukla.

Namun, Hokse dikenal bukan oleh para pelancong, melainkan oleh para ahli kesehatan yang bekerja untuk mengungkap praktik suram perdagangan organ internasional.

Para peneliti percaya bahwa setiap orang dewasa di desa berpenduduk beberapa ratus orang itu telah menjual salah satu ginjal mereka demi mendapatkan uang.

Agen-agen tersebut diketahui menyasar masyarakat miskin di daerah pedesaan di seluruh dunia, dan Nepal juga tidak kekurangan agen tersebut.

Di Nepal, broker yang mewakili klien asing yang kaya sering kali bertemu dengan calon korban dan mengelabui mereka agar memberikan ginjal mereka dengan janji pembayaran yang besar, kebohongan tentang risiko kesehatan, dan bahkan klaim palsu bahwa ginjal mereka akan tumbuh kembali.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 menemukan bahwa lebih dari 300 penduduk desa Hokse telah menjual ginjal mereka hanya dengan harga £160 (sekitar Rp 3,1 juta).

Sebagian besar korban diperdagangkan ke India, yang berbatasan dengan Nepal dan merupakan tempat dimana banyak klien terdekat bermarkas.

Bahkan pembayaran terbesar sekitar £3.000 (sekitar Rp 59,9 juga) sangatlah kecil mengingat penderitaan yang dapat dialami oleh orang-orang jika mereka dapat bertahan.

Manusia memang mampu hidup normal dengan satu ginjal, namun nyawanya jauh lebih terancam jika mengalami masalah pada organ lainnya.

Banyak penduduk setempat di Hokse mengatakan masyarakat di sana telah berhenti menjual organ mereka berkat pendidikan yang lebih baik mengenai risiko dan skeptisisme terhadap kebohongan yang disebarkan oleh para calo.

Namun dampaknya kini menjadi sangat tragis bagi mereka yang menjadi korban perdagangan ini selama bertahun-tahun.

Kemiskinan telah mendorong lonjakan pemuda Nepal meninggalkan rumah untuk mencari pekerjaan di negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, UEA, dan Qatar.

Laporan menunjukkan bahwa mereka yang menjual ginjal sangat rentan terhadap gagal ginjal di sana karena bekerja di panas terik dan kondisi yang sangat melelahkan.

Jit Bahadur Gurung, 29 tahun, yang menghabiskan tiga tahun bekerja di Arab Saudi, mengatakan kepada Sky News: “Saya harus bekerja di cuaca yang sangat panas – sekitar 50 derajat [Celcius]. Kami tidak punya waktu untuk makan siang, pergi ke toilet atau minum air.”

“Saya kepanasan. Tiba-tiba saya merasakan kaki saya bengkak dan saya tidak bisa berjalan. Kemudian saya diberitahu bahwa saya gagal ginjal.”

Dia selamat dari cobaan tersebut dan kembali ke Nepal namun kini harus menjalani cuci darah sebanyak tiga kali untuk bertahan hidup tanpa ginjal.

Ironisnya, ia kini membutuhkan donor ginjal – namun donor tersebut secara hukum harus memiliki hubungan keluarga dengannya dan tidak ada seorang pun di keluarga dekatnya yang cocok dengannya.

Seorang ahli bedah terkemuka di klinik transplantasi organ utama Nepal mengatakan dia dulu hanya melakukan transplantasi pada orang lanjut usia, namun kini menangani banyak orang muda.

Angka-angka menunjukkan sekitar sepertiga dari seluruh transplantasi di Nepal kini melibatkan pekerja luar negeri yang telah kembali dari luar negeri.

Pasien menunjukkan pola umum, yaitu pernah bekerja di suhu panas tinggi dengan sedikit air dan kembali mengalami ‘gagal ginjal total’, jelas dr. Pukar Shresth.

Bahkan di kalangan lansia yang rentan, kasus masalah ginjal seringkali hanya melibatkan kegagalan sebagian organ, yang dapat beradaptasi dan terus berfungsi dengan baik setelah pengobatan.

Tertarik dengan proyek-proyek berskala besar di kota-kota seperti Dubai dan Abu Dhabi, lebih dari 160.000 pekerja Nepal diperkirakan telah melakukan perjalanan ke UEA saja dalam 12 bulan hingga Juli 2023.

Diyakini ada sekitar 200.000 yang berbasis di Arab Saudi dan 400.000 di Qatar.

Pada periode yang sama, sekitar seribu pekerja Nepal diketahui meninggal di negara-negara Teluk dan beberapa ratus menderita luka dan penyakit yang mengubah hidup mereka.

Dikhawatirkan akan ada lebih banyak lagi kasus yang terjadi karena kesenjangan dalam pencatatan di negara-negara tersebut. (yn)

Sumber: metro

Kendaraan Melaju di Jalur Kendaraan Tak Bermotor di Pintu Masuk Wilayah Militer Sichuan, Tiongkok, Menyebabkan Sejumlah Korban Tewas dan Terluka

Sebuah insiden tabrakan maut terjadi di Chengdu, Provinsi Sichuan, pada 31 Maret lalu, mobil tersebut tiba-tiba menabrak sebuah jalur kendaraan tak bermotor, mengakibatkan sejumlah orang luka-luka dan meninggal dunia, netizen setempat mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi di pintu gerbang utama wilayah militer Sichuan, pengemudi diduga menggunakan narkoba

Li Li – NTD

Video yang beredar di jejaring menunjukkan bahwa sebuah sedan hitam merangsek masuk ke jalur tak bermotor, menabrak sejumlah pejalan kaki, pengendara sepeda dan mobil listrik, banyak orang tergeletak di jalan, terpental jauh, mengalami cacat parah, kendaraan dan pagar besi pinggir jalan mengeluarkan serangkaian percikan api yang cukup panjang, setelah menghantam orang-orang yang masih terlempar dari jarak seratus meter.

Netizen Tiongkok menggambarkan suasananya dengan mengatakan, “dari sana mendorong pria  ke sini”, “saya melihat seseorang terbang di udara beberapa putaran”, beberapa orang tewas di TKP.

Akun WeChat “keprihatinan masyarakat” melaporkan pada hari yang sama, menurut saksi mata, Wang menggambarkan kejadian tersebut ketika seorang warga mengendarai mobil listrik di jalur bebas hambatan, kendaraan tersebut adalah Mercedes Maybach hitam, kendaraan tidak terkendali dan merobohkan sejumlah orang, si pengemudi berhasil diamankan polisi di TKP.  Saat pengemudi dikendalikan  polisi, beberapa orang berang dan menendang si pelaku, namun berhasil dihentikan.

Video yang beredar menunjukkan pengemudi mengalami kejang-kejang dan menari-nari di kursi pengemudi, dan netizen berkomentar bahwa hal itu tidak terlihat seperti epilepsi atau mabuk saat mengemudi, tetapi seperti reaksi dari narkoba. 

Video tersebut juga menunjukkan bahwa ada orang-orang berseragam kamuflase berjalan di sekitar lokasi kejadian. 

Netizen berkata, “Ini benar-benar membuat khawatir orang-orang berseragam kamuflase.  Ini adalah pintu masuk ke zona militer.  Jika ingin ke Raffles berada di belakang Digital Plaza dari sini masih jauh sekali. Di mana Raffles City ? Ini pintu masuk ke kawasan militer. Boleh dibilang ini kota komputer, tapi agak jauh dari Raffles City. Ini kawasan militer. Tempat terjadi tabrakan adalah Gerbang utama kawasan militer.”

Mengenai jumlah korban jiwa, pihak resmi tidak melaporkannya, seorang netizen berkomentar, “gila semua, berantakan, meninggal di tempat beberapa orang”, “kabarnya 3 orang meninggal 7 orang luka-luka, diperkirakan lebih, ada juga netizen yang mengatakan, “saat ini yang meninggal dunia 8 orang, yang luka-luka belasan orang”. Netizen lain mengatakan, “Ada 8 orang tewas dan puluhan orang terluka.” Netizen lain mengatakan, “Sangat disayangkan ada dua mahasiswa pascasarjana dari Universitas Sichuan di antara orang-orang yang tertabrak.

Reporter NTD tidak dapat memverifikasi apakah klaim tersebut benar adanya.

Banyak video terkait dengan insiden tersebut telah diblokir di platform di Douyin daratan Tiongkok. Seorang netizen lokal dari Chengdu mengatakan, “Semua video lokal kami telah dihapus, dan hanya video asing yang ada di mesin pencari teratas”, sementara seorang netizen mengkritik pihak berwenang Partai Komunis Tiongkok, dengan mengatakan, “Kami tidak mempercayai mereka lagi, dan mereka telah mengatakan terlalu banyak kebohongan untuk dilihat dengan jelas oleh 1,3 miliar masyarakat.

Baru-baru ini, kerap terjadi rentetan insiden penabrakan yang disengaja di Tiongkok. Pada  19 Maret, terjadi tiga insiden penabrakan secara bersamaan di Taizhou, Provinsi Zhejiang, dan Shenyang, Provinsi Liaoning, yang mengakibatkan beberapa kematian dan cedera, serta kecelakaan kendaraan di Beijing, yang menyebabkan pejalan kaki dan pengendara sepeda motor dalam kondisi syok dan dengan jumlah korban yang tidak diketahui. Lokasi kecelakaan dikatakan hanya berjarak tiga kilometer dari Zhongnanhai. (Hui)

Perbatasan Negara Terkecil di Dunia Panjangnya Hanya 85 Meter

EtIndonesia. Peñón de Vélez de la Gomera, sebuah batu kecil di Afrika Utara yang ditaklukkan oleh Spanyol pada tahun 1564, menyandang gelar perbatasan negara terkecil di dunia, dengan panjang hanya 85 meter.

Spanyol memiliki hampir 2000 kilometer perbatasan darat dengan Portugal dan Prancis, namun juga memiliki perbatasan yang jauh lebih kecil dengan negara-negara seperti Andorra, Inggris (Gibraltar), dan Maroko.

Dengan Maroko, negara di Afrika, Spanyol berbagi perbatasan darat terkecil di dunia, hamparan tanah sepanjang 85 meter yang menghubungkan batu berukuran sekitar 19.000 meter persegi dengan pantai Maroko.

Peñón de Vélez de la Gomera telah menjadi wilayah Spanyol sejak tahun 1564 ketika ditaklukkan oleh Laksamana Pedro de Estopiñán, dan meskipun Maroko telah berulang kali mengklaim wilayah tersebut, Spanyol tidak pernah setuju untuk mengembalikan tanah tersebut dan sebenarnya menempatkan pasukan di sana untuk menegakkan kekuasaan Spanyol. .

Peñón de Vélez de la Gomera adalah salah satu “tempat kedaulatan” yang dimiliki Spanyol di Afrika Utara, bersama dengan Ceuta, Melilla, Peñón de Alhucemas, Kepulauan Chafarinas, dan Isla de Perejil. Status hukumnya adalah wilayah non-otonom di bawah pemerintahan Spanyol.

Menariknya, batu tandus ini merupakan sebuah pulau hingga tahun 1934 ketika gempa bumi menciptakan tanah genting kecil dan mengubah pulau tersebut menjadi semenanjung. Perbatasan darat ini secara resmi diakui sebagai perbatasan terkecil di dunia.

Peñón de Vélez de la Gomera saat ini hanya dihuni oleh pasukan Spanyol yang bertugas melakukan pengawasan dan pertahanan. Tentara dirotasi setiap bulan dan tinggal di fasilitas sederhana, tanpa air mengalir atau listrik. Mereka hanya mengandalkan kapal Angkatan Laut Spanyol yang mengirimkan pasokan secara rutin.

Fakta menariknya, Peñón de Vélez de la Gomera adalah wilayah Spanyol terakhir yang mengalami invasi oleh agen kekuatan asing. Pada tahun 2012, sekelompok tujuh orang yang tergabung dalam organisasi yang dikenal sebagai Komite Koordinasi Pembebasan Ceuta dan Melilla menyelinap ke atas batu dan mengganti bendera Spanyol dengan bendera Maroko. Invasi tersebut hanya berlangsung beberapa menit, ketika pasukan Spanyol dengan cepat menurunkan bendera negara asing dan menangkap pelakunya, namun secara teknis hal ini dianggap sebagai invasi yang sebenarnya.(yn)

Sumber: odditycentral

KEBAIKAN ITU KEREN “Malam Musim Gugur”

Di malam yang gelap, seorang wanita muda berjalan dengan gugup melewati jalan yang kosong. Dia sering menoleh ke belakang dan menemukan bahwa seorang pria aneh sedang mengejarnya, semakin dekat. Hatinya dipenuhi ketegangan dan ketakutan, memaksanya untuk mempercepat langkahnya, namun pria aneh itu juga mempercepat pengejarannya. Rasa menggigil muncul di punggungnya, dan dia tahu bahaya akan datang…

Abu Seorang Wanita Bersama dengan Kucing Peliharaannya Disebar di Luar Angkasa Sebagai Penghormatan yang Emosional dan luar biasa

EtIndonesia. Abu seorang wanita dan abu kucing peliharaannya disebar di luar angkasa.

Elizabeth Garcia dan suaminya John menghabiskan banyak waktunya bepergian keliling dunia, namun tidak pernah berkesempatan mengunjungi luar angkasa — hingga saat ini.

Elizabeth, lahir di St. Albans, menderita penyakit jantung yang diperkirakan hanya tersisa dua tahun lagi untuk hidup, dan kurang dari dua bulan setelah ulang tahunnya yang ke-70, dia meninggal dunia.

“Mereka senang bepergian dan bersosialisasi,” kata saudara perempuannya, Jean, kepada Jam Press. “Dia adalah orang yang sangat murah hati, membantu keluarga dan teman-temannya tanpa ragu. Keinginannya adalah agar abunya dikirim ke luar angkasa.”

Dalam penelitiannya, Elizabeth menemukan sebuah perusahaan bernama Aura Flights, penyedia memorial luar angkasa yang berbasis di Sheffield.

“Melakukan peluncuran ini sangat istimewa untuk seseorang yang sudah sering Anda ajak bicara – mengetahui betapa besar keinginannya untuk tersebar di luar angkasa dan dapat memenuhi hal tersebut untuknya benar-benar merupakan perasaan yang sangat berharga dan menghangatkan hati,” Elle Lilley, bagian layanan klien dan penghubung untuk perusahaan, berbagi.

Abunya dikeluarkan dari dunia ini, terbang lebih dari 100.000 kaki di atas Bumi dalam wadah pencar yang diangkat oleh balon stratosfer khusus.

Pada Januari 2023, abu Elizabeth berserakan di angkasa dengan foto dirinya terlampir, dan semuanya terekam kamera untuk disaksikan oleh teman dan keluarga.

“Itu emosional, tapi istimewa, mengetahui inilah yang diinginkan Elizabeth,” kata Jean. “Dia akan gembira dengan hasilnya, begitu pula kita semua.”

Sejak misi luar biasa ini, permintaan akan layanan penyebaran ruang angkasa semakin meningkat.

“Saat kami meluncurkan layanan ini, telah terjadi pergeseran budaya dimana masyarakat memilih kremasi dibandingkan penguburan dan beralih dari layanan pemakaman tradisional ke acara perayaan yang lebih personal,” kata juru bicara Aura Flights.

“Perubahan ini diterima secara besar-besaran pada masa-masa awal pandemi ketika orang tidak dapat menghadiri pemakaman secara langsung dan kami melihat peningkatan besar dalam jumlah pertanyaan yang semakin kuat sejak saat itu.” (yn)

Sumber: nypost

Pria Menderita Akibatnya Setelah Selama 23 Tahun Tinggal di Kapal Pesiar

EtIndonesia. Mario Salcedo hidup dan bernapas dengan berlayar – itulah sebabnya dia menghabiskan 23 tahun terakhirnya hidup di atas kapal.

Warga Kuba yang pecinta laut ini telah menjalani kehidupannya di atas kapal selama lebih dari dua dekade setelah meninggalkan pekerjaannya yang menuntut sebagai direktur keuangan internasional di sebuah perusahaan multinasional di lahan kering di AS.

Meskipun sepertinya Mario memenuhi keinginannya untuk berada di tepi pantai setiap hari hanya dengan bersenang-senang dan bermain-main, dia menderita beberapa konsekuensi kesehatan yang aneh karena pilihan gaya hidupnya.

Dia pertama kali melakukan perjalanan ke daratan kering pada akhir tahun 90an, setelah memutuskan untuk memulai serangkaian kapal pesiar karena dia bosan melakukan perjalanan dengan pesawat karena terus-menerus terbang untuk pekerjaannya.

Mario telah tinggal di kamar hotel lebih lama dibandingkan saat dia tinggal di rumahnya di Miami, jadi pada usia 47 tahun dia memulai perjalanan seumur hidup.

Selama beberapa tahun berikutnya, dia memulai lebih dari 100 kapal pesiar berturut-turut sebelum jatuh cinta dengan satu kapal istimewa – Voyager of the Seas milik Royal Caribbean.

Menggambarkan kapal tersebut sebagai kapal yang ‘revolusioner’, Mario benar-benar terpesona oleh kapal tersebut karena kapal tersebut memiliki ‘begitu banyak elemen yang membawa pelayaran ke dimensi lain’.

Pengalamannya yang luar biasa menegaskan kesetiaannya kepada Royal Caribbean dan sejak itu dia telah meninggalkan berbagai perusahaan kapal pesiar yang berbeda.

Pada tahun 2016, Mario telah menghabiskan lebih dari Rp 20 miliar.

Seperti yang dapat Anda bayangkan, dia telah menjadi bagian dari perabotan dan menganggap staf di berbagai kapal sebagai temannya – sedemikian rupa sehingga mereka memberinya julukan ‘Super Mario’, yang melekat erat.

Untungnya, dia memiliki akses internet gratis berkat dia yang naik peringkat ke puncak tingkat loyalitas Royal Caribbean dan dapat menjalankan bisnis manajemen investasinya dari jarak jauh sambil memuaskan keinginannya untuk berlayar.

Mario dapat bekerja dari kursi santai di tepi kolam renang dengan pemandangan laut setiap hari.

Jika dia tidak sibuk bekerja, Anda dapat menemukan Mario menyelam di perairan yang menakjubkan, melakukan beberapa gerakan sambil menari ballroom atau bersantai dengan cerutu di lounge khusus.

Kehidupan yang luar biasa, bukan?

Selain istirahat 15 hari setiap tahun dan jeda 15 bulan selama pandemi virus corona, pria ini menghabiskan sebagian besar waktunya selama 23 tahun di laut.

Mario memang masih memiliki apartemen di Miami, tapi dia sekarang menjulukinya sebagai ‘hotel’ karena dia hampir tidak menghabiskan waktu di sana – dan ketika tiba waktunya untuk meninggalkan kapal, itu tidak terlalu menyenangkan.

Itu karena bertahun-tahun di laut telah benar-benar menyamai tubuhnya… jadi meskipun dia bisa mengatasi mabuk laut seperti seorang juara, dia tidak lagi pandai berada di daratan kering.

Mario benar-benar seperti ikan yang keluar dari air ketika dia berdiri di daratan, karena dia secara tidak sengaja mendapatkan sepasang kaki laut permanen setelah menyesuaikan diri dengan kehidupan di kapal pesiar.

Membahas efek samping fisik yang aneh, ahli pelayaran mengatakan kepada Condé Nast Traveller: “Saya kehilangan kaki saya di darat, jadi ketika berjalan saya terlalu bergoyang, saya tidak bisa berjalan dalam garis lurus.

“Saya sudah terbiasa berada di kapal sehingga saya merasa lebih nyaman daripada berada di darat.” (yn)

Sumber: ladbible

Over Kapasitas Membuat Perusahaan Baja di Tiongkok Berada di Zona Merah 

Meng Xinqi/Luo Ya/Gao Yu

Di bawah pengaruh berbagai faktor seperti pelemahan ekonomi, lemahnya permintaan hilir, dan kelebihan kapasitas, sejumlah perusahaan perdagangan baja di Tiongkok baru-baru ini dilaporkan memburuk  dan sejumlah besar pedagang baja menghadapi kebangkrutan dan likuidasi wajib, yang menimbulkan kekhawatiran pihak luar.

Menurut China Business News, setelah Tahun Baru Tiongkok pada tahun ini, Baotou Yulun Steel Trading Co., Ltd. dan Sichuan Baoenjiachuang Trading Co., Ltd. telah “tutup”. Ada juga laporan tentang “gulung tikar” yang melibatkan perusahaan perdagangan baja di Tianjin dan Fujian.

Diantaranya, Baotou Yulun Iron and Steel Company, dengan dalih menerima pesanan penyimpanan musim dingin, pembayaran di muka untuk rebar, tetapi tidak ke pabrik baja untuk memesan barang, bos perusahaan mengambil semua uang dan kemudian “melarikan diri”, dana yang terlibat hingga 100 juta yuan sehingga menyebabkan perusahaan tidak dapat mengirimkan barang secara normal.

Situasi serupa juga terjadi di Sichuan Baoen Jiachuang, laporan tersebut mengutip sumber-sumber industri baja yang diinformasikan, perusahaan sebelum kebijakan penyimpanan musim dingin sebagai alasan, penerimaan uang muka puluhan ribu ton rebar, kepada sebagian besar perusahaan untuk menerima uang muka 20% di muka, sejumlah kecil pesanan adalah jumlah pembayaran penuh uang muka, tetapi perusahaan yang menerima uang tersebut tidak memesan barang ke pabrik baja, dan sekarang karena tidak mampu mengirimkan barang ke pelanggan. 

Kolumnis Epoch Times Wang He: “Pengguna terbesar industri baja  adalah real estat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir situasi real estat memburuk, permintaan baja menurun, seluruh permintaan baja Tiongkok  dalam beberapa tahun terakhir juga menurun, terutama sektor real estat, penurunannya bahkan lebih serius hingga menyebabkan sejumlah besar ketergantungan pada sektor real estat dari kumpulan perusahaan perdagangan besi dan baja mengalami masa-masa sangat sulit dan menghadapi penutupan usaha.  

Laporan tersebut mengutip orang dalam industri yang mengatakan bahwa insiden serupa terjadi hampir terjadi setiap tahun, tetapi tahun ini pasar lebih pesimis.

Ekonom yang berbasis di AS, Li Hengqing: ” karena keseluruhan ekonomi tidak makmur, sehingga operator menengah ini, operator mengalami keuntungan yang semakin menipis, dan kemudian banyak yang harus menarik diri dari pasar. Saya harus mengatakan bahwa dalam lingkungan di Tiongkok  ini, yaitu, sekarang semakin banyak ditemui, kami menyebutnya “involusi”, yaitu pertarungan sarang, semakin kejam, disebut “pertarungan sarang”, salah satu praktik yang paling umum adalah mengurangi harga, melalui pengurangan harga untuk dijual, pemotongan harga untuk memulai persaingan, jadi jika kemudian dihitung neracanya pada akhirnya tahun, kemungkinan besar akan terjadi kerugian.”

Para ahli menganalisis sebagai dampak dengan kemerosotan dan penurunan industri baja Tiongkok, lebih banyak perusahaan perdagangan baja yang akan ” gulung tikar “

Menurut Asosiasi Sirkulasi Bahan Logam Wuhan mengeluarkan surat peringatan risiko, sejak Agustus tahun lalu, Sichuan, Jiangsu, Zhejiang, Guizhou dan tempat-tempat lain telah muncul insiden “tambang” perusahaan perdagangan baja, satu keluarga tertinggi yang terlibat dalam penipuan hampir puluhan juta yuan.

Banyak asosiasi industri dan kamar dagang juga telah mengeluarkan peringatan risiko, mengingatkan perusahaan perdagangan baja untuk memperhatikan pencegahan risiko dan menghindari perdagangan gelap.

Wang He: “Industri baja Tiongkok, Anda tahu didominasi oleh perusahaan milik negara. Kemudian di perusahaan milik negara, penjualan baja bagian ini sangat kacau. Di titik ini kepentingan, transfer, korupsi, semua aspek faktornya sangat kompleks, pengaruhnya sangat dalam, sehingga seluruh industri besi dan baja, serta industri perdagangan besi dan baja yang merupakan bagian dari transformasi ini, berjalan lambat dalam mencapai kemajuan yang signifikan.

Selain itu, laporan  menyebutkan bahwa sejumlah besar perusahaan perdagangan baja bangkrut, ada perusahaan perdagangan baja yang mengajukan permohonan likuidasi wajib, dan bahkan beberapa dalam proses kebangkrutan dan likuidasi “tidak diketahui keberadaannya”.

Wang He: ” Jadi, baja Tiongkok sendiri mengalami kelebihan kapasitas hingga rendahnya penyerapan domestik, hal ini menyebabkan fluktuasi harga pasar baja secara keseluruhan, margin keuntungan industri secara keseluruhan sangat rendah. Tiongkok memiliki puluhan ribu perusahaan perdagangan baja, jadi artinya, seluruh pasar tampak sangat kacau, selanjutnya menyerempet ke industri perdagangan baja,  sehingga sudah tidak bisa dihindari lagi bahwa sejumlah besar perusahaan perdagangan baja menghilang, tutup dan bangkrut, 

Dalam pandangan industri, fenomena kacau di balik restrukturisasi ekonomi Tiongkok ini yakni kemerosotan ekonomi, lemahnya permintaan hilir, kelebihan kapasitas, perubahan model bisnis industri perdagangan baja, dan faktor lainnya. Dalam situasi seperti itu, kelangsungan hidup perusahaan perdagangan baja cukup mengkhawatirkan.

Untuk menyerap kelebihan kapasitas, Partai Komunis Tiongkok mencoba mengirim baja konstruksi ke beberapa negara berkembang.

Wang He berkata:  Jika Partai Komunis Tiongkok terus menggunakan subsidi harga demi memaksa ekspor baja, maka gesekan perdagangan ini akan menjadi sangat intens, bahkan jika ingin menyelamatkan industri baja melalui ekspor, pada kenyataannya, kesulitan dan kendala juga sangat besar, jadi pada dasarnya  langkah ini tidak berhasil.

Para ahli menganalisis bahwa dengan kemerosotan dan penurunan industri baja Tiongkok, lebih banyak perusahaan perdagangan baja yang akan ” gulung tikar.” (hui)

Lebih dari 200.000 Orang Menandatangani Petisi Online Mendukung Perjuangan Praktisi Falun Gong Menentang Penganiayaan

NTD

Sebuah jaringan global bernama “Dukung Falun Gong untuk Mengakhiri 24 Tahun Penganiayaan Brutal” telah mengoleksi tanda tangan online dari seluruh dunia sebanyak lebih dari 200.000 per 28 Maret 2024. 

Koleksi tanda tangan ini dipublikasikan di “Change.org”, salah satu situs pengumpulan tanda tangan terbesar di dunia, dan tersedia dalam 29 bahasa termasuk Mandarin, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Ling Xi, seorang sukarelawan dari Inggris mengatakan bahwa pengumpulan tanda tangan diprakarsai oleh individu-individu yang mendukung Falun Gong pada 2019. Saat ini, jumlah seluruh teks dalam semua bahasa jika digabungkan memiliki total 5,76 juta klik.

Petisi tersebut berbunyi : “Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa adalah metode kultivasi Tiongkok kuno yang mengajarkan lima perangkat latihan menenangkan, beserta cara untuk memperbaiki tingkatan moral yang bermanfaat dalam meningkatkan kondisi fisik dan mental praktisi”.

“Falun Gong berintikan prinsip atau karakteristik alam semesta yang ‘Sejati-Baik-Sabar’ yang digunakan sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari praktisi. Kultivasi yang dilakukan secara terus menerus ini diharapkan oleh praktisi untuk mencapai keadaan yang tidak mementingkatkan diri sendiri, juga memperoleh kearifan, wawasan yang lebih besar dan mendalam tentang alam semesta, selain kemurniaan dan keseimbangan batin — keadaan sehat yang sejati”.

“Falun Gong telah memberikan kesehatan dan kebahagiaan kepada lebih dari 100 juta orang praktisi. Orang-orang dapat mempelajari latihan ini secara gratis dari sukarelawan yang tersebar di banyak negara”.

“Falun Gong dapat dilatih secara bebas di lebih dari 100 negara dan wilayah di dunia. Namun, ada satu negara yang tidak hanya melarang orang berlatih Falun Gong, tetapi juga menganiaya mereka dalam skala besar, yaitu di Republik Rakyat Tiongkok”.

Petisi tersebut juga menyatakan : “Sejak 20 Juli 1999, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin melancarkan kampanye kekerasan untuk ‘membasmi’ Falun Gong, memandang kebangkitan nilai-nilai spiritual tradisional Falun Gong sebagai kompetisi melawan ideologi ateis Partai Komunis Tiongkok, dan menganggap penyebaran metode kultivasi diri Falun Gong ini sebagai ancaman terhadap kontrol politik rezim mereka”.

“Dalam 24 tahun terakhir, praktisi Falun Gong di Tiongkok telah ditangkap secara ilegal, dikirim secara paksa ke kamp kerja paksa, dan bahkan diambil secara paksa organ tubuh dalam kondisi hidup, disiksa sampai mati. Kampanye kebencian terhadap Falun Gong yang dipropagandakan secara nasional telah menjadikan praktisi Falun Gong mendapat perlakuan tidak manusiawi”.

“Pada 17 Juni 2019, di London, sebuah pengadilan independen dengan suara bulat menyimpulkan bahwa Tiongkok adalah “negara kriminal” yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sejumlah besar tahanan hati nurani telah dan akan terus dibunuh untuk mendapatkan organ tubuh mereka. Praktisi Falun Gong telah menjadi salah satu sumber pasokan organ tubuh manusia, bahkan mungkin sumber utamanya”.

Pada seruan terakhirnya disebutkan : “Penganiayaan terhadap Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida. Penganiayaan kejam ini harus segera dihentikan”. “Dengan menandatangani petisi ini, Anda dapat membantu mengubah kehidupan jutaan orang praktisi Falun Gong di Tiongkok, sekaligus mendesak rezim Partai Komunis Tiongkok untuk mengakhiri penganiayaan yang telah berlangsung selama 24 tahun”.

Dukungan dari seluruh dunia

Ling Xi mengatakan bahwa sejauh ini, sudah ada lebih dari 400 orang tak dikenal yang diam-diam mendanai promosi petisi tersebut, dan ada 16.293 orang pendukung telah membagikan petisi tersebut kepada lingkaran teman-teman mereka. “Tidak ada yang mengenal satu sama lain, namun para pendukung ini dengan tulus berharap agar lebih banyak orang mengetahui fakta kebenaran tentang Falun Gong, dan berharap penganiayaan di luar batas kemanusiaan yang dilancarkan oleh PKT ini dapat segera berakhir”.

Menurut informasi yang diberikan oleh pemohon petisi, bahwa pendukung petisi ini  berasal dari lebih dari 30 negara di dunia. Ling Xi mencontohkan, terdapat 1.186 kota besar dan kecil di Inggris, dilihat dari kode pos yang diberikan oleh pendukung Inggris, lebih dari 90% berasal dari kota-kota di Inggris.

Di bawah ini adalah kumpulan pesan tanda tangan dari para pendukung di beberapa negara, yang menyatakan dukungan mereka terhadap Falun Gong dan kecaman mereka terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh PKT.

Helen Hansen dari Guelph, Kanada menulis : “Penganut Falun Gong harus dilindungi dan dihormati sepenuhnya !”

Bernadette Chevalay dari Plouesca, Perancis menulis : “PKT telah melakukan kejahatan yang sangat brutal sehingga harus diadili dan dihukum”.

Karen Murphy dari Redhill, Inggris meninggalkan pesan yang berbunyi : “Setiap orang bebas memilih bagaimana mereka ingin hidup, terutama tanpa kekerasan, damai, penuh kasih sayang dan baik secara moral, dan tidak merugikan siapa pun”.

Daniela Passau dari Jerman menulis : “Saya menentang penganiayaan, penyiksaan dan pengambilan organ ini !”.

Maria Martinez dari Vitoria, Spanyol menulis : “Kediktatoran terbesar di dunia saat ini adalah pemerintahan komunis Tiongkok. Pembunuhan massal dan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup seperti ini tidak dapat ditoleransi”.

Isaac Kalungi dari Swedia menulis : “Jika Anda mampu, tolong bantulah mereka (praktisi Falun Gong)”.

M.vittoria Bosch dari Genoa, Italia menulis : “(Penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok adalah) murni teror ! Saya tidak dapat menemukan kata-kata yang lebih tepat untuk mengungkapkan kemarahan saya”.

Kimberly Jordan dari Maryland, AS meninggalkan pesan : “Saya berharap kita dapat memberikan ganjaran yang pantas kepada Partai Komunis Tiongkok”. “Saya yakin Tuhan pasti akan melarang penyebaran ideologi komunis”.

John Sheedy dari Toronto, Kanada menulis : “(Para penganiaya adalah) para gangster yang memerintah Tiongkok ! Hal-hal seperti itu tidak akan ditoleransi !”

Aman Deep dari Kolkata, India meninggalkan pesan yang berbunyi : “Saya merasa keadilan akan memihak rakyat Tiongkok.” (sin)

Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Bumi Akan Kehilangan Sedetik, Berpotensi Menimbulkan Masalah Besar

EtIndonesia. Mereka mengatakan waktu berlalu dengan cepat, tetapi dalam beberapa tahun, hal itu mungkin terjadi secara harfiah.

Untungnya, ini hanya sesaat, tapi bisa menandai perubahan signifikan bagi Bumi.

Para peneliti berpendapat bahwa pencatat waktu mungkin perlu mengurangi satu detik dari jam kita untuk pertama kalinya karena perubahan kecepatan rotasi bumi.

Ini memang peristiwa yang sangat penting.

Planet ini berputar sedikit lebih cepat dari sebelumnya, sehingga berpotensi mendorong penyesuaian pada jam kita.

Meskipun kita sudah terbiasa dengan penyesuaian waktu musim panas di banyak negara, hal ini sangat berbeda.

Penyesuaian ini mungkin melibatkan “detik kabisat negatif”, yang berpotensi memajukan jam satu detik lebih cepat pada tahun 2029.

Sebagai gambaran, waktu 11:59:59 tidak akan ada lagi, melompat langsung dari 11:58 ke tengah malam.

Sebuah studi di jurnal Nature menyelidiki mekanisme dan implikasi perubahan ini terhadap kehidupan sehari-hari.

Duncan Agnew, ahli geofisika di Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, dan penulis utama studi tersebut, mengatakan: “Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan masalah besar.”

“Ini bukan perubahan besar dalam rotasi Bumi yang akan menyebabkan bencana atau apa pun, tapi ini adalah sesuatu yang penting. Ini merupakan indikasi lain bahwa kita berada dalam masa yang sangat tidak biasa.”

Agnew mengklarifikasi bahwa peningkatan kecepatan rotasi bumi berasal dari inti “cair” yang tidak dapat diprediksi. Namun, ia mencatat bahwa pencairan es di kedua kutub telah mengimbangi efek ini, sehingga menyebabkan perubahan yang kurang terlihat.

Agnew lebih lanjut menjelaskan bahwa perubahan ini kemungkinan telah menunda terjadinya global second selama kurang lebih tiga tahun.

Massimo Frezzotti, ahli glasiologi dan profesor di Universitas Roma Tre, menjelaskan kepada ANSA: “Mencairnya gletser di Greenland dan Antartika mengubah distribusi massa dan oleh karena itu bentuk planet kita, yang bukan berbentuk bola, melainkan geoid.”

Mengingat hal ini, Dennis McCarthy, pakar independen yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa penerapan “detik kabisat negatif” tidak dapat dihindari.

McCarthy melanjutkan dengan menyatakan bahwa percepatan rotasi Bumi terutama dipengaruhi oleh efek pasang surut yang disebabkan oleh tarikan gravitasi Bulan.

Namun, seiring bertambahnya detik, laju perlambatan secara bertahap menurun.

Judah Levine, fisikawan spesialis pembagian waktu dan frekuensi di Institut Standar dan Teknologi Nasional, menambahkan, “Pada tahun 2016, 2017, atau mungkin 2018, laju perlambatan telah melambat hingga ke titik di mana Bumi benar-benar mengalami percepatan.”

Sepertinya kita perlu memperhatikan jam tangan kita di tahun-tahun mendatang, bukan? (yn)

Sumber: thoughtnova

Usai 1,5 Jam Bertemu Xi Jinping, Komunitas Bisnis AS Semakin Pesimis Terhadap Perekonomian Tiongkok

 oleh Lin Yan

Dilaporkan bahwa setelah 15 orang eksekutif dari komunitas bisnis Amerika Serikat yang usai mengikuti Forum Pembangunan Tiongkok (China Development Forum. CDF) di Beijing diundang untuk bertemu dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping dalam suatu pertemuan tertutup. Di akhir pertemuan, para eksekutif ini selain tidak merasakan adanya penurunan kekhawatiran, malahan memperburuk ekspektasi negatif mereka terhadap perekonomian Tiongkok.

Apa yang disampaikan oleh Xi Jinping dalam pertemuan tertutup itu ? Lalu bagaimana tanggapan para eksekutif  komunitas bisnis AS ? Tidak ada berita yang dipublikasikan oleh media resmi Partai Komunis Tiongkok.

Tujuan dari pertemuan ini adalah Xi ingin secara langsung menenangkan perusahaan-perusahaan asing dan mengeluarkan sinyal mengenai ekonomi Tiongkok yang positif. Namun, para eksekutif yang diwawancarai setelah pertemuan tersebut mengakui bahwa “bisnis masih sangat buruk”, dan kepercayaan mereka terhadap perekonomian Tiongkok sangat rendah.

Setelah mewawancarai seorang eksekutif AS yang ikut dalam pertemuan dengan Xi Jinping, kontributor CNBC Michelle Caruso-Cabrera mengungkapkan lewat media sosial “X”, bahwa menurut eksekutif yang tidak mau disebutkan namanya, selama pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam itu, para pengusaha mengajukan sejumlah pertanyaan esensial, tetapi ditanggapi oleh Xi Jinping dengan sikap keras.

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping berusaha meyakinkan para eksekutif AS bahwa perekonomian Tiongkok tumbuh “sehat dan berkelanjutan”, bahwasanya pasar Tiongkok tetap penting bagi perusahaan asing. Xi Jinping juga berupaya untuk meyakinkan para eksekutif bahwa perkembangan Tiongkok tidak akan mencapai puncaknya karena “teori puncak Tiongkok” (Peak China Theory). Namun pada saat yang sama, Xi berulang kali mengatakan bahwa setiap negara memiliki kesulitannya masing-masing dan Beijing tahu cara menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kerangka pembicaraan pada dasarnya sama dengan pernyataan Xi Jinping di masa lalu, seperti “menolak khotbah ‘guru’ yang sok ingin mengatur”.

Dalam wawancaranya di program “Squawk Box” CNBC pada 28 Maret, Michelle Caruso-Cabrera mengatakan bahwa meskipun pada kenyataannya lingkungan bisnis Tiongkok masih sangat buruk, tetapi Xi Jinping tetap dengan tegas mengatakan bahwa Beijing tidak akan melepaskan sentralisasi ekonomi.

Fokus Xi adalah mendukung BUMN, sedangkan BUMS tetap dikategorikan usaha kecil

Ketika para eksekutif menyinggung soal perusahaan milik swasta pada pertemuan tersebut, Xi Jinping langsung mengoreksi pembicara dan mengatakan : “Yang Anda maksud itu adalah usaha kecil”. Michelle Caruso-Cabrera mengatakan, jadi dari sudut pandang Beijing, usaha kecil tidak akan pernah bisa mengejar perusahaan milik negara yang besar. Dengan demikian berarti bahwa usaha kecil tidak akan sestabil perusahaan milik negara yang besar, sehingga yang patut didukung adalah perusahaan milik negara.

CEO tersebut juga mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan swasta juga beberapa kali disinggung dalam pembicaraan, tetapi Xi Jinping selalu mengalihkan fokusnya kembali ke dukungannya terhadap perusahaan besar milik negara yang mendominasi perekonomian.

“Mereka menyukai perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan oleh negara, tetapi ini bukanlah resep yang cocok untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok”, kata Michelle Caruso-Cabrera.

Michelle mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut sudah mulai berinvestasi besar-besaran di Tiongkok sejak 20 atau 30 tahun yang lalu, namun lingkungan bisnis saat ini benar-benar berbeda dibandingkan ketika mereka pertama kali masuk.

Xi Jinping ingin sentralisasi perekonomian, taipan Tiongkok menjual jet pribadi

Dalam postingan Michelle Caruso-Cabrera di media sosial “X” pada 27 Maret, disebutkan bahwa menurut apa yang dikatakan oleh para eksekutif bisnis AS yang menemui Xi Jinping, mereka tidak melihat adanya tanda-tanda Xi Jinping mau mengubah tren sentralisasi ekonomi.

Para eksekutif tersebut juga mengungkapkan, bahwa orang-orang kaya di Tiongkok pada umumnya khawatir, sehingga berlomba menjual aset-aset mereka yang dapat dianggap memamerkan kekayaan, termasuk jet pribadi, karena “kaya di Tiongkok berbahaya sekarang”, dan mereka juga terus mencoba memindahkan uang mereka ke luar negeri. Para eksekutif tersebut bahkan menyebutkan, bahwa otoritas Tiongkok setidaknya harus menciptakan 10 juta lapangan kerja baru bagi para freshgraduate setiap tahunnya.

Para eksekutif tersebut menyebutkan bahwa dalam pertemuan Xi Jinping juga secara khusus menekankan bahwa Taiwan adalah garis merah bagi Beijing, dan mengatakan, karena pemerintah Tiongkok tidak melakukan intervensi terhadap perbatasan negara lain, sehingga negara lain juga tidak boleh mencoba mengganggu perbatasan Tiongkok.

Namun faktanya justru militer Tiongkok-lah yang sering menginvasi negara-negara tetangga, menindas kapal-kapal dari Filipina, Taiwan, dan negara atau wilayah lain di Laut Tiongkok Selatan.

Modal mengalir kembali dari Tiongkok ke AS, saham-saham AS melonjak 

Michelle Caruso-Cabrera mengatakan di acara itu, menurut apa yang ia pantau bahwa terjadinya peningkatan tajam dalam alokasi aset domestik di Amerika Serikat baru-baru ini adalah akibat dari komunitas bisnis AS yang tidak lagi berinvestasi di Tiongkok.

Michelle menyebutkan sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Di mana pada masa lalu, para investor Amerika Serikat juga pernah berkhawatir terhadap Jepang, namun mereka tidak sampai terluka oleh “dekade yang hilang” dalam perekonomian Jepang. Mungkinkah Amerika Serikat terseret oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok ? Mengingat ada begitu banyak bisnis yang berinvestasi di Amerika Serikat saat ini.

Michelle Caruso-Cabrera mengatakan bahwa, perbedaannya adalah pada saat itu Amerika Serikat tidak khawatir terhadap Jepang, namun sekarang AS khawatir Tiongkok menyerang Taiwan.

Dia menyebutkan bahwa Menteri Keuangan AS Janet Yellen sedang menaruh perhatian pada masalah dumping terhadap 3 komoditas yang dilakukan Tiongkok di seluruh dunia, termasuk kendaraan listrik, panel surya, dan baterai lithium-ion. Menkeu. AS Janet Yellen ada rencana ingin mengunjungi lagi Tiongkok dalam bulan April ini.

Pemerintahan Biden khawatir terhadap tindakan Beijing yang demi menghidupkan kembali perekonomiannya yang lesu akan memicu membanjirnya ekspor barang-barang berharga rendah sehingga mengganggu stabilitas pasar global.

Pemerintah Tiongkok dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang terhambat akibat krisis pada industri real estat, justru terus memprioritaskan sektor manufaktur dibandingkan dengan menyelesaikan masalah konsumsi masyarakatnya yang sangat rendah.

Selain fakta menunjukkan bahwa Amerika Serikat sudah mulai gelisah  terhadap kebijakannya yang mendukung Tiongkok, kini Uni Eropa bermaksud mengenakan tarif tambahan terhadap kendaraan listrik buatan Tiongkok yang memasuki Uni Eropa. Bukti baru menunjukkan bahwa Beijing memberikan dukungan keuangan ilegal kepada industri tersebut.

Menurut Reuters, banyak eksekutif asing sebelum meninggalkan Tiongkok masih mempertahankan sikap kehati-hatian, karena kata mereka, risiko memperluas bisnis di Tiongkok masih lebih besar daripada imbalannya. (sin)

Rusia Veto Pengawasan Sanksi terhadap Korea Utara, PKT Menyetujuinya Hingga Memicu Kecaman Internasional

 Pada  Kamis (28 Maret), Rusia menggunakan hak vetonya yang mengakhiri mandat Kelompok Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memantau sanksi terhadap Korea Utara, sementara Partai Komunis Tiongkok (PKT) abstain dalam pemungutan suara. Hasil ini memicu kecaman dan keprihatinan internasional

Yi Jing – NTD

Panel PBB, yang diveto oleh Rusia pada Kamis, bertanggung jawab untuk memantau implementasi efektif dari sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh PBB terhadap Korea Utara sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan rudal balistik negara tersebut.

“Amerika Serikat  kecewa dengan veto Rusia terhadap Panel Ahli DK PBB 1718 untuk memperpanjang mandat tersebut, dan kami juga kecewa dengan keputusan Tiongkok untuk abstain setelah 14 tahun mendukung mandat penting ini,” ujar juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller.

Dalam laporannya di Februari, panel tersebut memberikan rincian transfer peralatan militer dan amunisi Korea Utara ke Rusia, yang diduga digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Diyakini bahwa hal demikian sebagai upaya Rusia untuk menutupi kesepakatan senjata ilegal antara Rusia dan Korea Utara sebagai akibat langsung dari keinginan Rusia untuk membubarkan panel tersebut.

Miller berkata : “Perilaku Rusia saat ini secara sembrono merusak perdamaian dan keamanan internasional, semuanya merupakan kelanjutan dari kesepakatan kotor Moskow dengan Korea Utara.”

Hwang Joon-kook , duta besar Korea Selatan untuk PBB: “Ini hampir seperti menghancurkan CCTV untuk menghindari tertangkapnya pelanggaran.”

Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward berkata: “Panel ahli telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi Rusia dengan mengungkap pelanggaran sanksi.”

Rusia dan Korea Utara bersama-sama menyangkal adanya kesepakatan senjata namun berjanji untuk memperdalam hubungan militer mereka.

PKT, sekutu militer Korea Utara dan mitra dagang terbesarnya, abstain dalam pemungutan suara pada hari itu.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood berkata : “Abstainnya Partai Komunis Tiongkok sekali lagi menunjukkan kepada kita pendiriannya dalam membendung Korea Utara.”

Sebelum pemungutan suara, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dan duta besar dari sepuluh anggota Dewan Keamanan termasuk Perancis, Jepang, Korea Selatan, Swiss dan Inggris mengeluarkan pernyataan yang menyatakan dukungan terhadap panel ahli.

Dia juga mencatat bahwa Korea Utara telah menembakkan lebih dari 100 rudal balistik sejak tahun 2022, yang menimbulkan ancaman bagi komunitas internasional. (Hui)