YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan “Urban District Market”, Destinasi Baru Urban Lifesyle di Kota Pahlawan

0

SURABAYA, 2026 – Menjawab kebutuhan masyarakat urban akan ruang berkumpul yang kreatif dan dinamis, YELLO Hotel Jemursari Surabaya resmi meluncurkan “Urban District Market – Special Market Edition”. Pasar urban modern ini dirancang sebagai pusat aktivitas yang menggabungkan belanja produk lokal, kuliner kekinian, dan hiburan langsung dalam satu lokasi, setiap Kamis dan Jumat mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Acara ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, melainkan sebuah ruang ekspresi bagi pelaku UMKM, brand lokal, dan komunitas kreatif Surabaya. Pengunjung dapat menjelajahi beragam stan yang menampilkan produk unik mulai dari fashion, aksesoris, karya seni (artwork), kopi spesialti, nail art, hingga berbagai pilihan makanan dan minuman (food & drinks) yang sedang tren.

Atmosfer Urban Hangout dengan Live Entertainment
Untuk memperkaya pengalaman, Urban District Market juga menghadirkan DJ Live Performance dan Live Music yang akan mengiringi suasana sore hingga malam. Alunan musik yang enerjik dan santai ini diharapkan menciptakan atmosfer hangout ala urban lifestyle yang nyaman dan stylish, menjadikannya destinasi ideal untuk melepas penat setelah beraktivitas.

Martha Chrisma, Asst Marketing Brand Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung ekosistem kreatif lokal.
“Melalui Urban District Market, kami ingin menciptakan sebuah platform yang tidak hanya mendukung brand lokal, tetapi juga menjadi destinasi gaya hidup baru di Surabaya. Ini adalah ruang untuk berkumpul, berekspresi, dan menikmati hiburan dalam satu pengalaman yang utuh,” ujarnya.

Dukungan untuk UMKM dan Ekosistem Lokal
Special Market Edition kali ini turut didukung oleh berbagai tenant dan partner lokal yang menghadirkan produk-produk eksklusif. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat jaringan komunitas kreatif di Surabaya.

Dengan konsep yang fun, interaktif, dan modern, Urban District Market menawarkan alternatif aktivitas yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, atau rekan kerja.

“Zumba Party Vol. 2” Sukses Kobarkan Semangat Hidup Sehat Komunitas di Grand Mercure Malang Mirama

Malang – Semangat hidup sehat kembali dikobarkan di Kota Malang melalui gelaran “Zumba Party Volume 2”. Acara yang digelar oleh Muse Health Club, fasilitas kebugaran Grand Mercure Malang Mirama, bekerja sama dengan Radio MAS 104.5 FM Malang ini, sukses menarik antusiasme puluhan peserta dari berbagai kalangan, Minggu (31/1) pagi.

Bertempat di area hotel bintang lima tersebut, sekitar 50 peserta yang berasal dari komunitas Zumba dan masyarakat umum Malang Raya tampak bersemangat mengikuti gerakan dinamis yang dipandu oleh instruktur profesional, Zin Diandra & Zin Puput. Tema selebrasi Imlek yang diusung tercermin dari dominasi warna merah pada pakaian para peserta, menciptakan atmosfer yang energik dan penuh keceriaan sejak pukul 06.00 pagi.

Lebih dari Sekadar Olahraga, Wadah Komunitas yang Eksklusif
Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun komunitas sehat di Malang.

“Kami melihat antusiasme luar biasa pada volume pertama, sehingga kami hadirkan kembali sesi ini sebagai bagian dari gaya hidup rutin masyarakat. Ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga ajang networking yang eksklusif di tengah fasilitas mewah hotel,” ujar Sugito.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menginspirasi lebih banyak orang untuk memulai hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Melalui latar belakang kemewahan Grand Mercure Malang Mirama, peserta diajak merasakan pengalaman berolahraga yang berbeda dan berkelas.

Kolaborasi Solid dengan Mitra dan Penawaran Menarik
Sugito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara, terutama Radio MAS 104.5 FM Malang sebagai mitra utama, serta sponsor lainnya seperti Madu Enak, Inaco, Deoksi Clinic Beauty Center, Jab Milk, dan My Republic.

Gelombang Dingin Langka Hantam Florida, Iguana Membeku dan Berguguran dari Pohon

EtIndonesia. Pada Minggu lalu (1 Februari), negara bagian Florida mengalami serangan udara dingin yang jarang terjadi, menyebabkan banyak iguana kehilangan kesadaran karena kedinginan dan jatuh dari pepohonan. Jumlah iguana yang jatuh sangat banyak sehingga pemerintah setempat secara khusus mendirikan pos pengumpulan sementara untuk menerima iguana yang dibawa oleh warga.

Pada hari itu, suhu di Miami, Fort Lauderdale, dan West Palm Beach mencapai rekor terendah, dengan suhu minimum turun hingga minus 1 derajat Celsius (30 derajat Fahrenheit). Ini merupakan cuaca terdingin di Florida Selatan dalam 15 tahun terakhir.

Jessica Kilgore, dari perusahaan jasa pengendalian hama Iguana Solutions, mengatakan kepada stasiun WPLG Local 10 bahwa ia telah mengumpulkan “ratusan pon” iguana yang jatuh. Ia mengenang bahwa pada gelombang dingin sebelumnya, ia menemukan banyak iguana mati di pantai—kemungkinan karena angin laut dingin meniup mereka dari pohon—dan memperkirakan jumlah kali ini akan lebih banyak.

Dalam kondisi normal, hukum Florida melarang warga memindahkan iguana secara sembarangan. Namun karena situasinya dinilai cukup serius tahun ini, Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC) memutuskan untuk mendirikan titik-titik pengumpulan sementara di seluruh negara bagian.

Media lokal melaporkan bahwa sebuah titik pengumpulan di kota Sunrise berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 iguana dalam satu hari. Seorang warga mengatakan ia membawa 50 hingga 100 iguana, sementara warga lainnya mengaku mengumpulkan lebih dari 100 pon iguana dalam waktu kurang dari satu jam.

Menanggapi fenomena ini, FWC menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa ketika suhu turun dan bertahan mendekati atau di bawah titik beku, iguana hijau akan memasuki kondisi dorman, sementara kehilangan kendali otot. Mereka tampak seperti “membeku”, dan terkadang jatuh dari pohon.

Seiring kenaikan suhu, iguana-iguana tersebut akan pulih dan kembali normal, lalu memanjat kembali ke pepohonan.

Iguana hijau dikategorikan sebagai spesies invasif di Florida. Menurut FWC, hewan ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan perekonomian Florida. Iguana yang diserahkan ke FWC akan disuntik mati secara manusiawi atau diserahkan kepada pihak berizin untuk dijual.

Laporan disusun oleh jurnalis Jin Jing / Penyunting Wen Hui

Bill Clinton, yang Namanya Tercantum dalam Berkas Epstein, Setuju untuk Bersaksi di Hadapan Kongres

EtIndonesia. Mantan Presiden AS, Bill Clinton dan istrinya, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, telah setuju untuk hadir di hadapan Kongres untuk memberikan kesaksian dalam kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, menurut Bloomberg.

Komite Pengawasan DPR sedang menyelidiki kasus Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang tercela, dan pengacara keluarga Clinton telah memberi tahu panel bahwa Bill dan Hillary Clinton bersedia hadir dan memberikan kesaksian.

Sebelumnya, DPR telah merencanakan pemungutan suara tentang apakah keluarga Clinton dapat dikenai sanksi penghinaan terhadap Kongres karena sebelumnya mengabaikan panggilan pengadilan terkait penyelidikan Epstein. Dalam surat kepada ketua komite, James Comer dari Partai Republik, pengacara keluarga Clinton mengatakan bahwa klien mereka bersedia untuk mematuhi persyaratan komite dan hadir pada tanggal yang disepakati bersama, sambil meminta konfirmasi bahwa proses penghinaan tidak akan berlanjut.

Kantor Comer mencatat bahwa posisi pengacara masih agak tidak jelas, karena tanggal spesifik untuk kesaksian belum diusulkan. Anggota senior Partai Demokrat di komite tersebut, Anggota Kongres Robert Garcia, menyatakan bahwa keluarga Clinton siap untuk bekerja sama dan menyarankan bahwa Comer tidak punya pilihan selain menerima tawaran tersebut.

Bill Clinton sebelumnya menyatakan bahwa dia telah memutuskan semua hubungan dengan Epstein bertahun-tahun sebelum kematian pengusaha tersebut di penjara New York pada tahun 2019 dan tidak mengetahui aktivitas kriminalnya. Meskipun demikian, mantan presiden tersebut muncul dalam penyelidikan karena penerbangan dengan pesawat pribadi Epstein dan kontak pribadi pada tahun 2000-an.

Hillary Clinton tidak secara langsung terlibat dalam kasus ini, meskipun namanya disebutkan secara tidak langsung melalui interaksi suaminya dengan Epstein setelah dia meninggalkan jabatan publik.

Bloomberg mencatat bahwa seorang mantan presiden AS yang memberikan kesaksian di hadapan badan kongres adalah kejadian yang sangat jarang terjadi. (yn)

Merajut Kolaborasi, Menyambut Ramadan 2026 Bersama Kokoon Hotel Surabaya

Surabaya – Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini, Kokoon Hotel Surabaya menggelar acara Dinner Gathering yang berlangsung di The Arch Bistro, berlokasi di Jalan Slompretan No. 26, Bongkaran, Surabaya. Acara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh para mitra korporat, perwakilan pemerintah, rekan media, komunitas, hingga influencer.

Dinner Gathering ini dikemas dalam suasana yang hangat dan santai, menjadi ruang silaturahmi sekaligus ajang kebersamaan dalam menyambut tahun baru 2026. Kehadiran para tamu undangan mencerminkan sinergi yang telah terbangun antara Kokoon Hotel Surabaya dengan berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan dan program-program hotel.

Selain sebagai ajang apresiasi, acara ini juga memiliki tujuan strategis untuk memperkenalkan tema serta menu Ramadan 2026 yang akan dihadirkan oleh Kokoon Hotel Surabaya. Bulan Ramadan yang diperkirakan dimulai pada minggu ketiga Februari 2026 menjadi momen penting yang dipersiapkan secara khusus, terutama dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang berkesan bagi para tamu.

Dalam kesempatan ini, para tamu undangan tidak hanya mendapatkan gambaran konsep Ramadan yang akan diusung, tetapi juga berkesempatan mencicipi langsung pilihan hidangan yang dirancang sebagai bagian dari sajian berbuka puasa dan Ramadan dining experience di Kokoon Hotel Surabaya yang berteme Pasar Senggol Volume 3. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman awal sekaligus membangun antusiasme menjelang bulan suci.

“Acara Dinner Gathering ini kami selenggarakan sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini,” ujar Tegar Kanugran, Asst. Marketing Communications Manager Kokoon Hotel Surabaya. “Melalui momen lanching Pasar Senggol Vol.3 ini, kami ingin semakin memperkuat relasi dengan para mitra, sekaligus memperkenalkan lebih awal konsep dan hidangan Ramadan 2026 agar para tamu dapat merasakan langsung pengalaman yang akan kami hadirkan.”

Dengan terselenggaranya Dinner Gathering ini, Kokoon Hotel Surabaya berharap hubungan baik dengan para mitra, media, dan komunitas dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kokoon Hotel Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, pelayanan terbaik, serta pengalaman kuliner yang relevan dan bermakna di setiap momen spesial.

Jenderal Garis Depan PKT : Jika Xi Jinping Datang untuk Inspeksi, Saya sendiri yang Akan Melenyapkannya

EtIndonesia. Baru-baru ini, Du Wen, seorang mantan pejabat dalam sistem pemerintahan yang kini berada di luar negeri, mendorong sebuah program penyelamatan keluarga para jenderal Tentara Komunis Tiongkok (PKT). Setelah itu, sejumlah tokoh militer berpangkat sangat tinggi menghubungi Du Wen.

Pada 2 Februari, Du Wen mengungkapkan di kanal YouTube-nya percakapan antara dirinya dan seorang komandan garis depan PKT, seraya menyatakan bahwa upaya penyelamatan saat ini berjalan lancar. Melalui pertukaran mendalam dengan kalangan militer, Du Wen juga memperoleh informasi terbaru mengenai dinamika di tubuh militer PKT.

Du Wen menyebutkan bahwa saat ini terdapat angka yang mengejutkan di dalam militer: lebih dari 60% prajurit dan lebih dari 80% perwira pada kenyataannya bersimpati dan mendukung Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Kedua tokoh ini digambarkan memiliki wibawa “bak sosok dewa” di kalangan militer.

Zhang Youxia masuk dinas militer pada 1968 dan memiliki pengalaman tempur di garis depan Laoshan. Rekam jejaknya melintasi tingkat kelompok tentara, wilayah militer besar, hingga markas Komisi Militer Pusat. Hampir 60 tahun ia berkiprah di militer, membangun bukan sekadar jabatan, melainkan jaringan personalia yang rapat dan luas. Para kader yang pernah ia promosikan atau tandatangani penunjukannya, secara logika sistem, secara alami menjadi “orang-orangnya”.

Menanggapi istilah yang diajukan media militer, “berganti bulu dan terlahir kembali”, Du Wen menjelaskan bahwa itu pada hakikatnya adalah pembersihan total militer oleh Xi Jinping. Istilah tersebut dinilai sangat kejam, bermakna mencabut bulu dan mematahkan paruh seperti elang, yakni menyapu bersih sistem jenderal yang ada. Akibatnya, seluruh militer terjerumus dalam ketakutan dan kebingungan ekstrem, karena tak seorang pun merasa aman dan siapa pun bisa menjadi target berikutnya.

Jika ketidakpuasan mencapai 80%, mengapa tidak bertindak? Du Wen secara langsung menanyakan hal ini kepada seorang “komandan tentara” yang terancam pembersihan. Sang komandan menjawab lugas:

“Saya juga ingin memberontak bersenjata, tapi di Tiongkok ini lebih sulit daripada memanjat ke langit.”

Ia mengungkap mekanisme pembatasan yang sangat ketat yang dirancang PKT:

Rantai komando terpecah dan pengawasan “xiaofenhong”:

Sang jenderal mengakui bahwa ia hanya dapat memerintah langsung kompi pengawal di sekitarnya. Untuk menggerakkan pasukan besar harus melewati divisi, brigade, resimen, batalion, kompi, peleton, hingga regu—rantai yang terlalu panjang. Selain itu, militer dipenuhi “xiaofenhong” (nasionalis garis keras) dan oportunis; cukup satu orang melapor ke atasan atau polisi, rencana akan langsung terbongkar. Di era komunikasi modern, ruang kerahasiaan nyaris nol.

Distribusi amunisi dan logistik “lintas wilayah”

Walau senjata berada di tangan unit, pasokan amunisi skala besar sering kali tidak disimpan secara lokal, bahkan lintas komando teater. Stok yang ada hanya cukup untuk latihan, sama sekali tidak memadai untuk operasi militer berkelanjutan.

Kendala “cabang membangun, teater bertempur”:

Reformasi militer yang didorong Xi Jinping memisahkan total kewenangan komando dan manajemen. Logistik dan komunikasi berada di bawah otoritas berbeda, menciptakan hambatan koordinasi besar. Upaya “menghubungkan” unit-unit berbeda untuk bangkit bersama nyaris mustahil.

Sang komandan kemudian menganalisis kebuntuan saat ini :

Hambatan geografis dan penindasan militer :

Jika unit memberontak di tempat, mereka akan menghadapi serangan “pemenggalan kepala” dari kekuatan darat, laut, udara, dan rudal. Jika menyerang Beijing, kecuali Biro Pengawal Pusat berbalik arah dari dalam, peluang keberhasilan serangan dari luar hampir nol.

“Bermuka dua” dan saling lapor:

Di bawah tekanan tinggi, Komisi Militer Pusat mewajibkan prajurit menulis surat jaminan dan laporan ideologi. Di balik layar semua tidak puas, namun di depan publik harus berperan sebagai “bermuka dua”. Di dalam unit bahkan mulai terjadi saling lapor demi menyelamatkan diri—siapa yang bersimpati pada Zhang Youxia. Kekejaman konflik internal ini bisa melampaui perang sesungguhnya.

Du Wen menilai bahwa langkah-langkah ekstrem Xi Jinping sedang mendorong militer ke tepi jurang. Sang komandan melontarkan pernyataan keras:

“Jika Xi Jinping datang ke unit kami untuk inspeksi, saya pastikan akan menyingkirkannya dengan tangan saya sendiri.”

Pernyataan ini mencerminkan keputusasaan para komandan akar rumput dengan mentalitas “apa pun akhirnya sama-sama mati”.

Pada hari yang sama, komentator urusan aktual Wang Youqun menulis di The Epoch Times, memberikan bukti historis bagi rumor “komandan garis depan ingin menyingkirkan Xi”. Ia menunjukkan bahwa dalam sejarah berdirinya PKT, setidaknya delapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat mengalami nasib tragis akibat pertarungan hidup-mati internal:

  • Peng Dehuai: Disiksa berat selama Revolusi Kebudayaan, dipenjara 8 tahun dan wafat akibat penganiayaan.
  • He Long: Dituduh menyiapkan “kudeta Februari”, meninggal dalam tahanan karena sakit tanpa perawatan.
  • Lin Biao: Berselisih dengan Mao Zedong, melarikan diri dan tewas dalam kecelakaan pesawat di Öndörkhaan, Mongolia.
  • Zhao Ziyang: Berselisih dengan Deng Xiaoping terkait peristiwa 4 Juni, ditahan rumah 16 tahun hingga wafat.
  • Guo Boxiong, Xu Caihou: Diselidiki karena korupsi; Xu meninggal saat proses peradilan, Guo dijatuhi penjara seumur hidup.
  • He Weidong: Pernah dianggap “orang kepercayaan nomor satu Xi di militer”; pada 2025 dilaporkan dibawa untuk diselidiki, lalu dipecat dari militer, dan dikabarkan bunuh diri.
  • Zhang Youxia: Januari 2026, Zhang Youxia (76) secara resmi diumumkan jatuh.

Wang Youqun menyimpulkan bahwa PKT sejak lama meyakini “kekuasaan lahir dari laras senjata”—siapa menguasai militer, dialah penguasa sesungguhnya. Siapa yang paling dekat dengan Ketua Komisi Militer Pusat? Wakil Ketua. Apa yang paling ditakuti Ketua? Kudeta. Siapa yang paling mungkin melancarkannya? Orang terdekat. Daripada kamu menyingkirkan saya, lebih baik saya menyingkirkan kamu lebih dulu. Inilah sebab utama mengapa Wakil Ketua KMP kerap bernasib buruk.

Wang juga menegaskan bahwa karena kekuasaan militer tidak berasal dari mandat sah rakyat, maka Ketua dan Wakil Ketua KMP akan selalu berada dalam ketidakamanan. (***)

Segelas Susu Segar

EtIndonesia. Seorang mahasiswa miskin, demi membayar uang sekolahnya, berkeliling dari rumah ke rumah untuk menjual barang dagangan.

Saat malam tiba, perutnya terasa sangat lapar, sementara di sakunya hanya tersisa satu koin kecil.

Ketika seorang gadis muda yang cantik membuka pintu, keberaniannya tiba-tiba menghilang. 

Dia tidak berani meminta makanan, dan hanya berkata dengan pelan: “Bolehkah saya meminta segelas air?”

Gadis itu melihat wajahnya yang jelas menunjukkan rasa lapar. Tanpa berkata banyak, dia justru membawakan segelas besar susu segar.

Pemuda itu meminumnya perlahan, lalu bertanya dengan sopan: “Berapa yang harus saya bayar?”

Gadis itu menjawab lembut :  “Kamu tidak berutang apa pun. Ibu kami mengajarkan, jangan pernah meminta imbalan atas perbuatan baik.”

Pemuda itu berkata :  “Kalau begitu, izinkan saya mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati.”

Saat Howard Kelly pergi, dia merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat. Bukan hanya fisiknya yang pulih, iman dan kepercayaannya kepada Tuhan dan kepada manusia pun tumbuh kembali.

Padahal sebelumnya, dia telah berada di titik putus asa dan hampir menyerah pada segalanya.

Beberapa tahun kemudian, gadis muda itu jatuh sakit parah. Para dokter setempat sudah angkat tangan.

Akhirnya, keluarganya membawanya ke kota besar untuk menemui para dokter spesialis, guna memeriksa penyakit langka yang dideritanya.

Dokter yang menangani kasus tersebut adalah dr. Howard Kelly.

Ketika dia mendengar bahwa pasien itu berasal dari sebuah kota kecil tertentu, matanya memancarkan cahaya yang aneh.

Dia segera mengenakan jas dokternya dan berjalan menuju bangsal rumah sakit, lalu memasuki kamar pasien.

Sekali melihatnya, dia langsung mengenalinya.

Dia kembali ke ruang diagnosa dan bertekad dalam hati untuk mencurahkan seluruh kemampuannya demi menyelamatkan nyawa wanita itu.

Sejak hari itu, dia memberi perhatian khusus pada kondisi pasien tersebut.

Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, akhirnya wanita itu berhasil diselamatkan dan pulih dari penyakitnya.

Suatu hari, bagian administrasi mengirimkan tagihan biaya rumah sakit ke meja dokter untuk ditandatangani.

Dokter itu menatap tagihan tersebut sejenak, lalu menuliskan beberapa kata di tepi kertas, sebelum mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut membuka tagihan tersebut, karena dia yakin perlu menghabiskan seumur hidup untuk melunasi biaya pengobatan itu.

Namun akhirnya dia memberanikan diri membukanya.

Dan matanya tertuju pada kalimat yang tertulis di tepi tagihan itu: “Segelas susu segar telah cukup untuk melunasi seluruh biaya pengobatan.”

Tertanda:
Dr. Howard Kelly

Air mata pun mengalir di wajahnya. Dengan hati penuh syukur, dia berdoa: “Ya Tuhan, terima kasih. Terima kasih atas kasih-Mu yang terus mengalir dan disebarkan melalui hati dan tangan manusia.”

Hikmah Cerita

Ada sebuah kalimat indah dalam film Evan Almighty yang berbunyi:  “Jika setiap orang melakukan satu perbuatan baik secara acak, dunia akan ikut berubah.”

Mengubah dunia memang terdengar sangat sulit. Namun Tuhan mengajarkan satu hal sederhana: mengubah diri sendiri jauh lebih mudah daripada mengubah dunia. Ketika cara berpikir, sikap, dan tindakan seseorang berubah, dunia di sekitarnya pun ikut berubah.

Sebuah senyuman kecil bisa dibalas dengan senyuman lain. Satu perbuatan baik, sekecil apa pun, bisa mengubah takdir seseorang— bahkan, tanpa disadari, juga mengubah takdir diri kita sendiri di masa depan.

Jangan menunda berbuat baik hanya karena terlihat kecil. Jangan meremehkan keburukan meski tampak sepele.

Kami percaya, ketika niat hati berubah, jalan hidup pun ikut berubah. Semoga kita semua hidup dalam kebahagiaan dan keberkahan. (jhn/yn)

Warga Tiongkok Kabur dari Sindikat Penipuan Telekomunikasi, Terlantar di Kamboja dan Tak Bisa Pulang

EtIndonesia. Belakangan ini, otoritas Kamboja melakukan pembersihan terhadap sejumlah kawasan penipuan telekomunikasi. Akibatnya, sejumlah besar warga Tiongkok melarikan diri dari kawasan tersebut namun kemudian terdampar di Kamboja dan tidak dapat pulang ke Tiongkok. 

Saat ini, banyak dari mereka ditempatkan secara terpusat di sebuah gudang besar dengan kondisi yang sangat sederhana. Proses kepulangan belum jelas dan memakan waktu lama, hingga ada yang hampir mengalami gangguan emosional.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sejumlah besar warga Tiongkok yang melarikan diri dari kawasan penipuan telekomunikasi ditempatkan di sebuah gudang besar yang sederhana di dekat bekas bandara Phnom Penh. Di lantai hanya digelar tikar bambu, banyak orang berbaring langsung di lantai. Mayoritas adalah pria, namun ada juga beberapa perempuan. Karena cuaca panas, banyak yang bertelanjang dada. Di dalam gudang, mereka hanya dibagikan sedikit air minum dan makanan.

Mereka yang terlantar ini kehilangan paspor  setelah masuk ke kawasan penipuan, karena paspor telah disita. Mereka hanya bisa menunggu proses deportasi oleh Imigrasi Kamboja untuk dapat kembali ke Tiongkok, namun proses ini diperkirakan akan memakan waktu yang sangat lama.

Dalam salah satu video terlihat seorang pria yang diduga sebagai perantara atau koordinator sedang berbicara kepada para orang yang terlantar tersebut, kemungkinan menjelaskan prosedur serta pengaturan deportasi.

Seorang warga Tiongkok yang menunggu kepulangan di tempat penampungan sederhana itu mengatakan secara langsung:

“Sudah hampir tidak tahan, rasanya mau runtuh.”

Video-video tersebut memicu perbincangan hangat di platform X. Banyak warganet Tionghoa berkomentar:

  • “Lingkungan seperti ini benar-benar tidak memperlakukan mereka sebagai manusia.”
  • “Persis seperti dulu waktu diseret ke tempat karantina.”
  • “Binatang-binatang ini menipu orang ke Kamboja untuk dijadikan ‘babi ternak’, sekarang akhirnya berhasil kabur, tapi negara malah membiarkan kami tidur di lantai pabrik sambil menunggu pesawat?!”

Menurut pernyataan Direktorat Jenderal Imigrasi Kamboja, pada 31 Januari telah mendeportasi 406 warga asing, termasuk 140 warga negara Tiongkok. Sisanya berasal dari Indonesia, Bangladesh, Uganda, Nigeria, Korea Selatan, India, Thailand, dan Sierra Leone.

Pihak Imigrasi menyatakan bahwa orang-orang tersebut melanggar hukum karena masuk secara ilegal, tinggal secara ilegal, bekerja secara ilegal, serta menggunakan dokumen kode QR palsu, sehingga dikenakan tindakan deportasi sesuai hukum.

Pada 31 Januari, polisi Kamboja menggelar operasi penegakan hukum berskala besar di Kota Bavet, Provinsi Svay Rieng, di perbatasan Kamboja–Vietnam. Sekitar 700 personel dikerahkan untuk membongkar kawasan penipuan telekomunikasi A7 dan menangkap lebih dari 2.000 warga asing, termasuk 1.792 warga Tiongkok daratan dan 5 warga Taiwan.

Sebelumnya, di bawah tekanan pemerintah Kamboja, banyak warga Tiongkok korban penipuan yang melarikan diri dari kawasan penipuan mendatangi Kedutaan Besar Tiongkok di Kamboja untuk meminta bantuan. Namun karena tidak memiliki paspor, mereka harus menjalani prosedur deportasi, sehingga waktu kepulangan menjadi sangat tidak pasti. Banyak orang terpaksa terlantar di pinggir jalan di luar gedung kedutaan. Video terkait menyebar luas di internet dan menarik perhatian media internasional.

Baru-baru ini, seorang warganet Tionghoa di Kamboja mengunggah video yang mengatakan bahwa, karena banyaknya warga Tiongkok yang terlantar dan berdampak buruk pada citra pemerintah PKT, semua warga Tiongkok yang sebelumnya berada di luar kedutaan telah dipindahkan secara seragam ke sebuah gudang bekas bandara di Phnom Penh.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

AS Menembak Jatuh Drone Shahed Iran yang Mendekati Kapal Induk

EtIndonesia. Pada hari Selasa, militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan mencegah penangkapan kapal dagang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Insiden tersebut terjadi di perairan Laut Arab dan Selat Hormuz, hal ini dinyatakan dalam komentar kepada Fox News oleh Kapten Tim Hawkins, perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Penembakan Shahed-139 di Dekat Kapal Induk

Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) berada di Laut Arab sekitar 500 mil lepas pantai selatan Iran ketika sebuah UAV Shahed-139 Iran mulai bermanuver agresif menuju kapal tersebut.

Menurut CENTCOM, drone tersebut terus mendekat dengan niat yang tidak jelas, meskipun pasukan AS telah mengambil langkah-langkah de-eskalasi.

“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata Hawkins.

Tidak ada personel militer AS yang terluka, dan tidak ada peralatan yang rusak akibat insiden tersebut.

Upaya penyitaan kapal tanker di Selat Hormuz

Beberapa jam setelah insiden pertama, pasukan IRGC mulai mengejar kapal tanker berbendera AS dengan awak Amerika. Kapal tanker M/V Stena Imperative secara sah melintasi jalur laut internasional di Selat Hormuz.

“Dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam untuk naik dan menyita kapal tanker tersebut,” kata seorang perwakilan CENTCOM.

Kapal perusak USS McFaul (DDG 74) segera datang membantu kapal tanker tersebut, didukung oleh perlindungan udara Angkatan Udara AS. Intervensi militer tersebut meredakan situasi, dan kapal tersebut terus berlayar dengan aman.

Eskalasi Ketegangan antara AS dan Iran

Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden AS, Donald Trump diduga telah memerintahkan pengembangan opsi untuk serangan cepat terhadap Iran.

Menurut para jurnalis, pemerintahan AS sedang mempertimbangkan skenario serangan udara terhadap target pemerintah Iran dan IRGC untuk memaksa rezim tersebut membuat konsesi terkait program nuklirnya dan membebaskan para pembangkang.

Tujuan Washington adalah untuk menimbulkan kerusakan signifikan tanpa menyeret AS ke dalam perang yang berkepanjangan.

Sebuah kelompok angkatan laut yang kuat saat ini berada di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam menyusul penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah di Teheran awal bulan ini. (yn)

Uang Perlahan Mengalir kepada Mereka yang Mau Menabung

EtIndonesia. Menurut catatan pada lempengan tanah liat yang digali dari peradaban Babilonia kuno, orang terkaya di Babilonia bernama Arkad. Banyak orang iri dan kagum pada kekayaannya, sehingga mereka datang kepadanya untuk menanyakan rahasia menjadi kaya.

Pada awalnya, Arkad hanyalah seorang pengrajin yang bekerja mengukir tulisan pada batu bata tanah liat. Suatu hari, seorang pria kaya bernama Algamish memesan kepadanya sebuah lempengan tanah liat berisi hukum-hukum tertulis. Arkad berkata bahwa dia bersedia bekerja semalaman dan menyelesaikannya sebelum fajar, dengan satu syarat: Algamish harus mengajarinya rahasia untuk menjadi kaya.

Algamish menyetujui syarat tersebut. Saat fajar menyingsing, Arkad menyelesaikan pekerjaannya, dan Algamish pun menepati janjinya. 

Dia berkata: “Rahasia menjadi kaya adalah: dari uang yang kamu peroleh, sisihkan sebagian untuk ditabung.”

Dia melanjutkan:  “Kekayaan itu seperti pohon. Dia tumbuh dari biji yang sangat kecil. Uang pertama yang kamu tabung adalah benih dari pohon kekayaanmu. Tidak peduli seberapa sedikit penghasilanmu, kamu harus selalu menabung sepersepuluhnya.”

Setahun kemudian, Algamish kembali dan bertanya kepada Arkad apakah dia benar-benar mengikuti nasihat tersebut—menyisihkan sepersepuluh dari penghasilannya.

Dengan bangga, Arkad menjawab bahwa dia telah melakukannya. 

Algamish lalu bertanya:  “Lalu, bagaimana kamu menggunakan uang tabungan itu?”

Arkad menjawab: “Aku memberikannya kepada seorang tukang batu bernama Aluma. Dia akan pergi ke negeri jauh untuk membeli permata langka dari orang Filistin. Ketika dia kembali, kami akan menjual permata itu dengan harga tinggi dan membagi keuntungannya.”

Mendengar itu, Algamish menegur dengan keras: “Hanya orang bodoh yang melakukan hal seperti itu! Mengapa membeli permata tetapi mempercayai tukang batu? Tabunganmu sudah lenyap! Anak muda, kamu telah mencabut pohon kekayaanmu sampai ke akar-akarnya. Jika ingin membeli permata, bertanyalah kepada pedagang permata. Jika ingin membeli wol, bertanyalah kepada pedagang wol. Jangan berbisnis dengan orang yang bukan ahlinya!”

Seperti yang dikatakan Algamish, tukang batu itu tertipu oleh orang Filistin. Yang dibawanya pulang hanyalah kaca murahan yang tampak seperti permata.

Arkad kembali bertekad untuk menabung sepersepuluh dari penghasilannya. 

Pada tahun berikutnya, ketika Algamish datang lagi dan menanyakan hasil tabungannya, Arkad menjawab: “Aku meminjamkannya kepada seorang pandai besi untuk membeli bahan perunggu. Dia membayarku bunga setiap empat bulan.”

Algamish berkata : “Bagus. Lalu, bagaimana kamu menggunakan bunga yang kamu terima?”

Arkad menjawab: “Aku menggunakan uang bunga itu untuk menikmati jamuan makan yang lezat dan membeli pakaian yang bagus. Aku juga berencana membeli seekor keledai untuk ditunggangi.”

Algamish tersenyum dan berkata: “Kamu telah menghabiskan anak-anak dari uangmu. Bagaimana kamu berharap mereka dan keturunannya bisa terus bekerja untukmu dan menghasilkan lebih banyak uang? Nikmatilah kekayaan hanya setelah dia cukup besar, agar kamu bisa menikmatinya tanpa kekhawatiran.”

Dua tahun kemudian, Algamish kembali bertanya:  “Apakah kamu sudah mencapai kekayaan yang kamu impikan?”

Arkad menjawab: “Belum. Namun aku telah menabung sejumlah uang, dan uang itu kini menghasilkan uang, lalu uang itu kembali menghasilkan uang.”

Algamish bertanya lagi:  “Apakah kamu masih meminta nasihat kepada tukang batu?”

Arkad menjawab: “Untuk urusan membuat batu bata, nasihat mereka sangat berguna.”

Algamish tersenyum puas dan berkata : “Kamu telah mempelajari rahasia kekayaan. Pertama, kamu belajar menyisihkan uang dari penghasilanmu. Kedua, kamu belajar meminta nasihat dari orang yang ahli. Ketiga, kamu belajar membuat uang bekerja untukmu, sehingga uang bisa menghasilkan uang. Kamu telah belajar bagaimana memperoleh kekayaan, menjaga kekayaan, dan menggunakan kekayaan.”

Sejak delapan ribu tahun yang lalu, bangsa Babilonia telah menyadari bahwa orang sukses adalah mereka yang pandai mengelola, menjaga, dan menggunakan kekayaan untuk menciptakan lebih banyak kekayaan.

Jalan menuju kekayaan terletak pada mendengarkan nasihat profesional dan memegang prinsip tersebut sepanjang hidup.

Dalam kebijaksanaan kuno ini tersimpan lima hukum emas tentang uang:

Hukum Pertama Uang

Uang perlahan mengalir kepada mereka yang mau menabung. Menyisihkan minimal sepersepuluh penghasilan setiap bulan, lama-kelamaan akan membentuk kekayaan yang besar.

Hukum Kedua Uang

Uang mau bekerja untuk orang yang tahu cara menggunakannya. Mereka yang bersedia mendengarkan nasihat ahli dan menempatkan uangnya pada investasi yang aman dan produktif akan membuat uang berkembang dan menciptakan kekayaan tanpa henti.

Hukum Ketiga Uang

Uang akan bertahan bersama mereka yang tahu cara melindunginya. Orang yang menghargai nilai waktu, bersabar, berhati-hati, dan tidak tergoda keuntungan cepat akan melihat kekayaannya terus bertumbuh.

Hukum Keempat Uang

Uang akan menjauh dari orang yang tidak pandai mengelolanya. Bagi mereka, peluang investasi tampak ada di mana-mana, tetapi sesungguhnya jebakan juga tersembunyi di mana-mana. Kesalahan penilaian sering kali berujung pada kerugian.

Hukum Kelima Uang

Uang akan menjauh dari orang yang menginginkan keuntungan instan. Investasi memiliki tingkat pengembalian yang wajar. Mereka yang serakah mengejar keuntungan besar sering tertipu dan kehilangan uang. Kurangnya pengalaman dan pengetahuan adalah penyebab utama kegagalan investasi.

Hikmah Cerita

Kisah ini diambil dari cerita pengelolaan keuangan tentang Arkad, orang terkaya di Babilonia. Kekayaannya begitu besar hingga bahkan raja Babilonia pun meminta nasihat kepadanya—sebuah bukti betapa luar biasanya pencapaiannya.

Semoga melalui cerita hari ini, kita semua bisa belajar dan menerapkan jalan menuju kesejahteraan yang bijak dan berkelanjutan, bukan hanya dalam mencari uang, tetapi juga dalam menjaga dan menggunakannya dengan benar. (jhn/yn)

Kapal Tanker AS Didekati Kapal Perang Iran di Selat Hormuz

EtIndonesia. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, mengatakan pada hari Selasa bahwa sebuah kapal tanker berbendera AS didekati dan dihadang oleh kapal perang Iran di Selat Hormuz sebelum melanjutkan perjalanannya.

Kapal Stena Imperative didekati oleh tiga pasang kapal kecil bersenjata milik Garda Revolusi saat melintasi selat tersebut sekitar 30 kilometer di utara Oman, kata perusahaan itu.

Kapal-kapal perang tersebut menghubungi kapal melalui radio, memerintahkan kapten “untuk mematikan mesin dan bersiap untuk dinaiki”, tetapi kapal tersebut malah menambah kecepatan dan mempertahankan haluannya, tambah perusahaan itu, menekankan bahwa kapal tersebut tidak memasuki perairan teritorial Iran.

“Kapal tersebut sekarang dikawal oleh kapal perang AS,” kata Vanguard Tech.

Sebelumnya, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan insiden tersebut tanpa menyebutkan kewarganegaraan kapal atau kapal-kapal yang mendekatinya.

Kantor berita Iran, Fars, mengatakan sebuah kapal, yang kewarganegaraannya tidak disebutkan, telah memasuki perairan teritorial negara itu di Selat Hormuz secara ilegal, dan pada saat itu unit-unit Iran “meminta” kapal tersebut untuk menunjukkan izin yang diperlukan.

“Kapal tersebut tidak memiliki izin resmi untuk berada di perairan ini,” kata Fars. “Oleh karena itu, kapal tersebut diperingatkan dan segera meninggalkan perairan Iran.”

Selat tersebut, jalur penting untuk transportasi minyak dan gas alam cair global, telah menjadi lokasi beberapa insiden di masa lalu.

Seorang pejabat senior Iran dari angkatan laut Garda Revolusi, tentara ideologis Republik Islam, pekan lalu mengancam akan memblokir jalur tersebut jika terjadi serangan AS. (yn)

Melepaskan Keterikatan Hati di Setiap Momen

EtIndonesia. Pada zaman dahulu, hiduplah seorang biksu. Suatu hari dia mendengar bahwa desa tempat dia tinggal diserbu dan dijarah oleh para perampok. Mengingat selama ini penduduk desa telah banyak membantunya, sang biksu pun tergerak untuk menyelamatkan mereka. Dia memutuskan pergi seorang diri ke markas para perampok. Namun, setibanya di sana, dia justru ditangkap.

Ketika para perampok hendak memenggal kepalanya, sang biksu berkata dengan tenang: “Kalian boleh membunuhku, tetapi setidaknya biarkan aku makan sampai kenyang dulu. Jika seorang biksu mati tanpa ada yang mendoakan, dia akan menjadi arwah kesepian.”

Para perampok berpikir, toh dia tidak akan selamat juga. Maka mereka membawa banyak makanan—ayam, bebek, ikan, dan daging—kepada sang biksu. Tanpa ragu dan tanpa memilih-milih, sang biksu memakan semuanya hingga habis.

Para perampok justru merasa senang dan tertawa puas. Dalam hati mereka berpikir : “Kami ini perampok, orang jahat. Tak disangka biksu ini juga biksu yang ‘jahat’!”

Setelah selesai makan, sang biksu kembali meminta : “Sekarang aku memang tidak akan mati kelaparan, tetapi setelah mati tetap tidak ada yang akan berdoa untukku. Tolong siapkan kertas, tinta, dan alat tulis. Aku akan menulis doa pemakamanku sendiri dan membacanya.”

Para perampok merasa ini akan menjadi tontonan menarik, maka mereka menuruti permintaannya.

Setelah selesai membaca doa pemakamannya, sang biksu berkata : “Sekarang kalian boleh membunuhku.”

Namun para perampok justru berkata:  “Kamu ini lucu sekali. Kami tidak ingin membunuhmu.”

Melihat kesempatan itu, sang biksu berkata : “Jika kalian tidak membunuhku, ada satu syarat—kalian harus menjadi muridku.”

Tak disangka, semua perampok dengan gembira bersedia menjadi muridnya. Sejak saat itu, bencana di desa pun mereda.

Biksu ini berhasil karena dia menggunakan sebuah kebijaksanaan besar: tidak melekat.

Seandainya dia kaku memegang aturan dan prinsip tanpa kelenturan, dia tak akan mampu menyelamatkan siapa pun.

Sesungguhnya, kita sering kali terlalu melekat pada banyak hal—apa pun selalu ingin kita genggam erat.

Ketenaran, harta, keinginan… bahkan rasa sakit pun tidak kita lepaskan, hingga akhirnya rasa “sakit” itu berubah menjadi “penderitaan”.

Pada zaman kuno pula, ada seorang jenderal yang sangat piawai berperang dan tak terkalahkan. Dia sangat menyukai barang-barang antik.

Suatu hari, dia sedang memainkan cangkir porselen kesayangannya di rumah. Tiba-tiba, karena kurang hati-hati, cangkir itu terlepas dari tangannya. Untungnya, sang jenderal sangat gesit dan berhasil menangkapnya tepat waktu.

Namun peristiwa itu membuatnya berkeringat dingin.

Dia berpikir : “Aku memimpin jutaan pasukan, keluar-masuk medan perang, hidup dan mati sudah kulalui, tak pernah merasa takut. Mengapa hari ini hanya karena sebuah cangkir kecil aku bisa ketakutan seperti ini?”

Dalam sekejap, dia pun tersadar.

Ternyata, dia telah “dikendalikan oleh cangkir itu”.

Kelekatan terhadap benda itulah yang merusak ketenangan dan kebebasan batinnya.

Penulis Melanie Beattie dalam bukunya Codependent No More mengingatkan :  “Apa pun yang ingin kita kendalikan, justru akan mengendalikan hidup kita.”

Ketika kita belajar melepaskan kelekatan—tidak lagi menggenggam terlalu erat, juga tidak mati-matian melawan—hidup akan mulai mengalir dengan lebih ringan.

Lepaskan kelekatan di setiap momen,  maka pintu hati akan terbuka dengan sendirinya.

Hikmah Cerita

Kelekatan ibarat pedang bermata dua. Ia bisa membawa seseorang menuju kesuksesan, tetapi juga bisa menyeretnya ke jurang kegagalan.

Belajar, menambah pengetahuan, dan menumbuhkan kebijaksanaan sejatinya adalah proses untuk memahami satu hal penting: kapan harus bertahan dengan kelekatan, dan kapan harus berani melepaskan.

Karena tidak semua hal perlu digenggam sampai akhir— ada kalanya, melepaskan justru adalah bentuk kebijaksanaan tertinggi. (jhn/yn)

Program PEGAS Gresik: Cetak Biru Intervensi Gizi Terpadu yang Torehkan Penurunan Stunting 26,79% dalam 3 Bulan

GRESIK – Kabupaten Gresik menorehkan prestasi signifikan dalam upaya nasional memerangi stunting. Melalui implementasi terstruktur Program Pemantauan Gizi Anak Stunting (PEGAS), daerah yang dikenal sebagai kawasan industri ini berhasil mencatat penurunan angka stunting sebesar 26,79 persen hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Angka ini bukan hanya statistik di atas kertas, melainkan sebuah bukti nyata (proof of concept) bahwa intervensi gizi yang tepat, terukur, dan kolaboratif dapat menghasilkan perubahan cepat dan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi penerus.

Program PEGAS di Gresik dilaksanakan secara bertahap di 18 Puskesmas sepanjang periode Agustus hingga Desember 2025. Program ini menyasar balita usia 0–57 bulan yang telah melalui skrining ketat dan teridentifikasi mengalami stunting, tanpa disertai kelainan bawaan atau infeksi kronis seperti tuberkulosis. Dari 60 balita yang terdaftar pada fase awal, 56 balita (93,3%) berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian intervensi hingga akhir, menunjukkan tingkat retensi dan kepatuhan yang tinggi dari para orang tua.

Anatomi Keberhasilan: Tiga Pilar Intervensi Terintegrasi
Keberhasilan dramatis ini bertumpu pada tiga pilar intervensi yang dijalankan secara simultan dan saling memperkuat:

  1. Pemberian Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK): Intervensi ini menjadi fondasi. PKMK yang diberikan bukan produk nutrisi biasa. Ia telah memenuhi standar ketat Badan POM (PerBPOM No.24/2020) dengan spesifikasi unggul: densitas energi 1,01 kkal/ml dan Protein Energy Ratio (PER) 10,4%. Lebih dari sekadar sertifikasi, produk ini memiliki landasan ilmiah yang kuat, telah teruji secara klinis pada populasi anak Indonesia dan dipublikasikan secara internasional, dengan bukti kemampuan meningkatkan berat dan tinggi badan anak malnutrisi setelah tiga bulan penggunaan.
  2. Pemantauan Rutin dan Ketat: Setiap perkembangan anak dipantau dengan cermat setiap dua minggu sekali. Pengukuran antropometri yang konsisten ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini dan alat umpan balik yang vital. Data yang terkumpul secara real-time memungkinkan tim penanganan mengevaluasi efektivitas intervensi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan dengan cepat, memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
  3. Pendampingan Klinis via Telemedicine oleh Dokter Spesialis Anak (DSA): Ini adalah elemen pemutus mata rantai yang seringkali hilang di layanan dasar. Melalui pendampingan klinis jarak jauh (telemedicine), tim DSA dapat memberikan supervisi, konsultasi, dan arahan langsung kepada tenaga kesehatan Puskesmas di garis depan. Forum diskusi daring ini memungkinkan tata laksana kasus yang lebih presisi, pengambilan keputusan klinis yang lebih baik, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas dalam menangani stunting.

Dampak Nyata dan Analisis Hasil: Di Balik Angka 26,79%
Analisis mendalam terhadap 56 balita yang menyelesaikan program mengungkap gambaran dampak yang lebih rinci dan menggembirakan:

  • 64,28% balita menunjukkan perbaikan status gizi yang jelas, meski belum sepenuhnya keluar dari kategori stunting. Kelompok ini menunjukkan tren pemulihan yang konsisten dan positif.
  • 8,93% balita masih memerlukan pendampingan intensif lanjutan dari DSA untuk mencapai status gizi optimal, mengindikasikan kasus yang lebih kompleks atau mungkin disertai faktor medis/lingkungan tambahan.
  • Secara keseluruhan, 91,07% balita peserta dengan masalah gizi kurang dan stunting menunjukkan perbaikan status gizi. Angka ini merefleksikan keberhasilan model intervensi secara keseluruhan.

dr. Wiweka Merbawani, Sp.A, salah satu DSA yang terlibat, menekankan bahwa keberhasilan ini harus dilihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar. “Penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) oleh kader dan tenaga Puskesmas kepada ibu hamil dan orang tua adalah fondasi yang tidak tergantikan. PEGAS efektif menangani, tetapi pencegahan melalui KIE yang masif sejak dini akan lebih sustainable,” ujarnya. Ia juga mendorong agar program semacam PEGAS tidak berhenti sebagai pilot project, tetapi dilanjutkan dan diperluas cakupannya.

Belajar dari Gresik: Kolaborasi dan Replikabilitas
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Anik Luthfiyah, M.Ked., menggarisbawahi beberapa faktor kunci keberhasilan. Pertama, kolaborasi vertikal dan horizontal yang solid antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit (melalui DSA), dan dukungan teknis dari sektor swasta dalam hal penyediaan PKMK. Kedua, pemanfaatan teknologi telemedicine yang berhasil menjembatani kesenjangan akses ke spesialis dan memastikan kualitas konsultasi. Ketiga, fokus pada pemantauan data-driven yang memungkinkan evaluasi objektif dan akuntabilitas.

“Konsultasi langsung dengan DSA via telemedicine memastikan intervensi gizi benar-benar personal dan sesuai kebutuhan medis masing-masing anak. Ini adalah nilai tambah yang luar biasa,” kata dr. Anik. Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran dari PEGAS akan langsung diimplementasikan dalam strategi 2026, dengan penekanan lebih besar pada skrining dini dan pencegahan, serta perencanaan yang lebih matang untuk ketersediaan suplemen pendukung seperti sirup zat besi.

Momentum Menuju Zero Stunting: Refleksi Hari Gizi Nasional
Pencapaian Gresik ini menjadi relevan khususnya dalam menyambut peringatan Hari Gizi Nasional setiap 25 Januari. Ia menjadi pengingat bahwa peringatan tersebut harus bermakna aksi, bukan seremonial belaka. “Keberhasilan ini membuktikan bahwa penurunan stunting memerlukan program nyata, terukur, dan berkelanjutan di tingkat layanan paling dasar,” tegas dr. Anik.

Program PEGAS di Gresik telah memberikan sebuah cetak biru (blueprint) yang terbukti efektif: kombinasi nutrisi medis spesifik, pemantauan ketat berbasis data, dukungan spesialis melalui teknologi, dan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan. Model ini menawarkan harapan dan jalan yang jelas bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dalam perjuangan kolektif menuju target zero stunting, inovasi berbasis bukti seperti PEGAS bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Kisah sukses Gresik menyampaikan pesan optimis: dengan pendekatan yang tepat, komitmen kuat, dan kerja sama semua pihak, percepatan penurunan stunting bukanlah mimpi, tetapi tujuan yang dapat diwujudkan.

Gereja Italia Selidiki Lukisan Malaikat yang Direkonstruksi Mirip Meloni

EtIndonesia. Seorang malaikat kecil di sebuah gereja di Roma memiliki kemiripan yang mencolok dengan Perdana Menteri Italia, Giorgio Meloni, yang memicu skandal. Surat kabar Italia menerbitkan foto-foto malaikat kecil yang mirip Meloni tersebut, yang menuai reaksi keras dari publik.

Keuskupan Roma dan Kementerian Kebudayaan Italia telah meluncurkan penyelidikan terhadap renovasi di Basilika San Lorenzo in Lucina.

Sejak kehebohan tersebut, gereja, yang sudah terkenal sebagai salah satu gereja tertua di Roma, dipenuhi oleh para pengunjung yang mencoba mengambil gambar malaikat yang mirip Meloni tersebut, bahkan terkadang mengganggu Misa.

Meloni menanggapi foto tersebut di media sosial, dengan mengatakan: “Tidak, saya jelas tidak terlihat seperti malaikat,” dengan emoji tertawa/menangis di samping foto karya tersebut.

Pada tahun 2000, salah satu kapel depan direnovasi untuk memasukkan patung dada raja terakhir Italia, Umberto II. Dalam dekorasi tersebut terdapat patung malaikat kecil yang memegang peta Italia, tampak berlutut di hadapan raja.

Patung itu kini menjadi sorotan karena wajah malaikat kecil tersebut, setelah restorasi baru-baru ini, tampak dimodelkan berdasarkan wajah Meloni. Hal ini bermasalah karena malaikat kecil tersebut tampak dalam posisi hormat kepada raja. Rakyat Italia menolak monarki setelah Perang Dunia II karena dukungannya terhadap diktator Fasis Benito Mussolini; partai sayap kanan Meloni berakar pada partai neo-fasis yang menggantikan Mussolini.

Investigasi akan dilakukan untuk menentukan seperti apa rupa malaikat kecil tersebut pada tahun 2000.

Pastor paroki, Pendeta Daniele Micheletti, mengakui kemiripan dengan Meloni tetapi menepis signifikansinya, dengan mencatat bahwa banyak seniman menggambarkan orang-orang nyata dalam karya mereka.

Gereja tersebut telah dijuluki “Kapel Meloni” oleh masyarakat.

Namun, telah ada tradisi panjang para pelukis yang menggambarkan orang-orang nyata dalam karya seni religius mereka. Caravaggio konon menjadikan seorang pelacur sebagai model untuk menggambarkan Perawan Maria dalam salah satu karyanya; Michelangelo melukis dirinya sendiri sebagai Santo Bartolomeus dalam lukisan “Penghakiman Terakhir” di Kapel Sistina.(yn)

Bagaimana Saif Gaddafi, Putra Mantan Diktator Libya, Tewas di Dalam Rumahnya

EtIndonesia. Saif al-Islam Gaddafi, putra paling terkemuka dari mendiang pemimpin Libya, Moammar Gaddafi, telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh empat penyerang, menurut publikasi milik Saudi, Al Arabiya. Pria berusia 53 tahun itu tewas di Kota Zintan, 136 kilometer (85 mil) barat daya ibu kota, Tripoli.

Para penyerang menembak Saif al-Islam di taman kediamannya sebelum melarikan diri dari tempat kejadian pada Selasa malam, kata sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Gaddafi kepada publikasi tersebut. Laporan mengklaim para penembak menonaktifkan kamera keamanan di rumah Gaddafi dan menembaknya setelah konfrontasi. Dia tewas sekitar pukul 02:30 (waktu setempat).

Rincian tentang keadaan insiden yang merenggut nyawanya belum sepenuhnya diungkapkan, tetapi salah satu rekan dekat Saif al-Gaddafi menggambarkannya sebagai “pembunuhan.”

Abdullah Othman, yang merupakan anggota tim politik (2020-2021) dan salah satu penasihat politik Saif Gaddafi, mengkonfirmasi kematiannya dalam sebuah unggahan Facebook.

“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali. Mujahid Saif al-Islam Gaddafi berada dalam perlindungan Allah,” tulisnya.

Saif al-Islam tetap menjadi tokoh politik terkemuka sejak runtuhnya pemerintahan ayahnya dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.

Kehidupan dan Masa-masa Saif al-Islam Gaddafi

Saif al-Islam Gaddafi beralih dari pewaris takhta ayahnya yang terkenal menjadi tahanan dan penyendiri selama satu dekade di kota pegunungan terpencil sebelum meluncurkan pencalonan presiden di Libya yang membantu menggagalkan upaya pemilihan. Meskipun tidak memegang jabatan resmi, dia pernah dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh di negara Afrika Utara yang kaya minyak itu setelah ayahnya yang otokrat, Moammar Gaddafi, yang memerintah selama lebih dari empat dekade.

Saif al-Islam membentuk kebijakan dan memediasi misi diplomatik tingkat tinggi dan sensitif. Dia memimpin pembicaraan tentang Libya yang meninggalkan senjata pemusnah massalnya dan menegosiasikan kompensasi bagi keluarga korban yang tewas dalam pemboman Pan Am Flight 103 di atas Lockerbie, Skotlandia, pada tahun 1988.

Bertekad untuk membebaskan Libya dari status paria, Saif al-Islam menjalin hubungan dengan Barat dan memposisikan dirinya sebagai seorang reformis, menyerukan konstitusi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dididik di London School of Economics dan fasih berbahasa Inggris, dia pernah dipandang oleh banyak pemerintah sebagai wajah Libya yang dapat diterima dan ramah terhadap Barat.

Namun ketika pemberontakan meletus melawan pemerintahan Gaddafi yang panjang pada tahun 2011, Saif al-Islam segera memilih loyalitas keluarga dan klan daripada banyak persahabatannya untuk menjadi arsitek penindakan brutal terhadap para pemberontak, yang dia sebut tikus.

Berbicara kepada kantor berita Reuters pada saat pemberontakan, dia berkata: “Kami berjuang di sini di Libya, kami mati di sini di Libya.”

Setelah pemberontak menguasai ibu kota, Tripoli, Saif al-Islam mencoba melarikan diri ke negara tetangga Niger dengan menyamar sebagai anggota suku Badui. Milisi Brigade Abu Bakr Sadik menangkapnya di jalan gurun dan menerbangkannya ke Kota Zintan di bagian barat sekitar satu bulan setelah ayahnya diburu dan ditembak mati oleh pemberontak.

Dia menghabiskan enam tahun berikutnya dalam tahanan di Zintan, jauh berbeda dari kehidupan mewah yang dia jalani di bawah Gaddafi ketika dia memelihara harimau, berburu dengan elang, dan bergaul dengan kalangan atas Inggris dalam perjalanan ke London.

Human Rights Watch bertemu dengannya di Zintan. Saat itu, Saif al-Islam kehilangan satu gigi dan mengatakan bahwa dia telah terisolasi dari dunia dan tidak menerima kunjungan.

Pada tahun 2015, Saif al-Islam dijatuhi hukuman mati dengan regu tembak oleh pengadilan di Tripoli atas kejahatan perang.

Dia menghabiskan bertahun-tahun bersembunyi di Zintan untuk menghindari pembunuhan setelah dibebaskan oleh milisi pada tahun 2017 berdasarkan undang-undang amnesti. Pada tahun 2021, mengenakan jubah dan sorban tradisional Libya, dia muncul di Kota Sabha di selatan untuk mengajukan pencalonannya dalam pemilihan presiden.

Dia diharapkan dapat memanfaatkan nostalgia akan stabilitas relatif sebelum pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 yang menggulingkan ayahnya dan membawa kekacauan serta kekerasan selama bertahun-tahun. Namun, pencalonannya kontroversial dan ditentang oleh banyak orang yang menderita di bawah pemerintahan ayahnya. Kelompok-kelompok bersenjata kuat yang muncul dari faksi pemberontak yang bangkit pada tahun 2011 menolaknya mentah-mentah.

Saat proses pemilihan berlangsung hingga akhir tahun 2021 tanpa kesepakatan nyata tentang aturan, pencalonan Saif al-Islam menjadi salah satu poin utama perselisihan. Dia didiskualifikasi karena vonisnya pada tahun 2015, tetapi ketika dia mencoba mengajukan banding atas putusan tersebut, para pejuang memblokir pengadilan. Perdebatan yang terjadi kemudian berkontribusi pada runtuhnya proses pemilihan dan kembalinya Libya ke kebuntuan politik. (yn)