Rahasia Seorang Master Wushu Ternama, Selama 27 Tahun Kultivasi

Jiang Linda

Dalam pertandingan wushu kalangan etnis Tionghoa yang pertama di dunia pada 2008 lalu, para ahli wushu dan ketua perguruan berkompetisi menggalang persahabatan. Waktu itu yang menjadi ketua dewan jurinya adalah master wushu ternama yakni Li You’fu. Sejak saat itu pula banyak orang barulah mengetahui, tokoh kelas master di bidang Qigong (baca: chikung, sejenis ilmu tenaga dalam Tiongkok kuno, red.) sekaligus seorang dokter PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok, red.) di era 1980-an hingga 1990-an itu, telah sejak lama menemukan rahasia kultivasi (pengolahan jiwa dan raga) tingkat atas, dari yang tadinya seorang master atau guru besar ia dengan lapang dada kembali menjadi seorang murid, dan tanpa terasa ia telah berkultivasi selama 27 tahun.

Bagi banyak orang, seumur hidup Li You’fu dipenuhi dengan legenda. Namun, ia sendiri tersenyum mendengar ketenaran itu yang terasa semu baginya, karena di hadapan seorang master yang sesungguhnya, dirinya terasa sangat kerdil. 

Sebagai salah satu rangkaian kompetisi global NTDTV, “Kompetisi Seni Bela Diri Tiongkok Global” telah diadakan sebanyak enam kali sejak tahun 2008. Li Youfu adalah ketua dewan juri untuk acara ini. (Jiang Linda/Epoch Times)

Kini ia yang telah berusia lebih dari 70 tahun, dalam memperlakukan siapa saja tetap ramah dan sopan, juga rendah hati dan ceria, terlebih gesturnya dengan sendirinya mengungkapkan karisma seorang praktisi wushu yang perkasa. Pada saat menjawab wawancara dari wartawan, ia mengungkapkan suka-cita dan rasa bersyukurnya setelah menjadi seorang “murid”.

Segala Sesuatu Dalam Kehidupan Ada Pengaturan Tuhan

Pepatah kuno mengatakan “seorang hero sejak masa mudanya sudah menunjukkan kepahlawanannya”, hal ini terlihat nyata pada diri Li You’fu. Di saat berusia 18 tahun, ia menyelamatkan teman sekolahnya yang dikeroyok dan dianiaya oleh sejumlah orang, pengalaman itu ternyata telah menjadi kisah legenda di tempat kejadian tersebut.

Ia berkata, “Saya merasa memiliki semacam sifat dasar bawaan lahir, yaitu rasa keadilan, terkadang berani maju membela kebenaran.” Sejak bertekad mendalami ilmu bela diri, ia pun setiap hari bangun pukul 5 pagi dan berlatih, serta selalu mengingat “etika wushu” yang diajarkan gurunya.

“Saat kecil, yang saya pikirkan sebenarnya adalah berkultivasi, hanya saja saat itu saya merasa wushu adalah begitu menakjubkan, dengan berlatih wushu seseorang bisa melatih kemampuan laiknya seorang berkemampuan linuwih (supernormal), sejak kecil saya berguru kemana-mana.” 

Dengan mengandalkan kegigihannya itu, sambil tertawa ia mengatakan, “Dimana ada guru yang baik, saya selalu bisa membuatnya menerima saya (menjadi murid). Bagaimanapun saya diuji, saya selalu bisa membuatnya menerima saya.”

Nyatanya ia telah mewujudkannya. Sejak berusia 18 tahun, secara berturut-turut ia menjadi murid kebanggaan guru wushu nomor satu Tiongkok yakni Chen Shengfu dan juga Ketua Asosiasi Wushu Jinan Provinsi Shandong yang juga ahli jurus Taichi yakni Chen Jisheng.

“Setelah mulai berlatih ilmu bela diri, saya juga mendalami seni berperang Sun Tzu, juga mempelajari kitab kuno, ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), dan lain sebagainya.” Ia mengatakan, Guru Chen Shengfu telah mewarisinya ilmu Kungfu yang sangat unik, yakni ilmu tongkat cambuk Shanxi, yang membuatnya berhasil meraih juara dalam kompetisi wushu nasional; Guru Chen Jisheng mengajarkannya jurus Taichi, bahkan berhasil mengajarinya menguasai “kemampuan supernatural”. Semua kemampuan supernatural itu pun, telah membuatnya diterima sebagai peneliti di Pusat Penelitian Sains Somatik Tiongkok di Beijing pada era 1980-an.

Nama dan Ketenaran Sebagai Jembatan, Hanya Demi Mencari Guru

“Sebenarnya kalau dikenang kembali seumur hidup saya, setiap hal, baik maupun yang buruk, manis pahit getir, saya rasakan semua itu telah diatur dalam takdir. Saya tahu segala pengaturan dalam hidup saya itu adalah agar saya menyadarinya, agar saya mengerti Hukum agung yang saya peroleh saat ini yakni ‘Sejati-Baik-Sabar’.” 

Li You’fu mengatakan, tidak disangka dengan menjadi peneliti di Pusat Sains Somatik, dirinya telah membangun pondasi sangat baik sebagai peluang yang ditakdirkan untuk menemukan “Falun Dafa”.

Pada era 1980-an hingga 1990-an abad lalu, Li You’fu sudah menjadi tokoh ternama di bidang medis PTT dan juga kalangan Qigong, kemampuan “penyembuhan jarak jauhnya”, yakni mendiagnosa penyakit melalui telapak tangan dan metode pengobatan yang sangat unik, telah diberitakan oleh banyak media massa, membuat banyak tokoh tenar seantero negeri, termasuk petinggi PKT bahkan kepala negara pun mencarinya.

Foto : Master Li You’fu sedang berlatih metode perangkat kedua dari Falun Dafa. (Linda Jiang /Epoch Times)

“Mereka selalu meminta saya, bertanya sejumlah masalah, menyembuhkan penyakit, berbincang soal kemampuan supernatural. Waktu itu banyak orang memuji saya,” ungkapnya. Akan tetapi ketenaran itu tidak membuat Li You’fu merasakan ketenangan hati yang sesungguhnya, baginya nama dan keuntungan yang semu itu tidak ada artinya, “Saya selalu merasakan, pada suatu hari nanti, saya akan dapat menemukan seorang guru, yang dapat membantu orang menuju kesempurnaan, dan yang dapat terbebas dari derita.” Setelah membolak-balikkan berbagai kitab kuno dan mendalami segala aliran agama, tapi tidak membuahkan hasil, ia lantas berharap dapat memanfaatkan ketenarannya dengan “mendekatkan diri pada orang yang berkemampuan tinggi, itu memudahkannya dalam mencari guru”.

Foto : Falun Dafa mudah dipelajari, dan cocok untuk segala usia. Master Li sedang berlatih metode perangkat kelima. (Linda Jiang / The Epoch Times)

Setelah Puluhan Tahun Belajar Wushu, Akhirnya Memperoleh Dharma Agung

Selama berada di Beijing, Li You’fu berkesempatan mengenal Guan Guimin yang waktu itu menyandang predikat “penyanyi top Tiongkok”. “Begitu saling mengenal kami berdua langsung cocok satu sama lain, dan banyak membicarakan soal kultivasi (pengolahan jiwa dan raga), Qigong (baca: chikung, sejenis ilmu tenaga dalam Tiongkok kuno, red.) dan lain sebagainya.” Tidak pernah terbayangkan, jodoh pertemuan itu berlanjut hingga ke luar negeri. 

Sementara itu Li You’fu yang telah menetap di Los Angeles pada 1996, secara kebetulan membaca di surat kabar mengenai kedatangan Guan Guimin ke Amerika Serikat untuk menggelar pertunjukan. “Melihat kedatangannya saya sangat senang, setelah menemuinya, ia langsung berkata, ‘Kita tidak usah banyak bicara lagi soal supernatural, Qigong, atau apapun itu, tidak perlu dibahas lagi. Ada satu metode yang disebut Falun Dafa (法輪大法), yang berkultivasi Sejati-Baik-Sabar.”*); “Saya berlatih wushu sudah puluhan tahun, waktu itu saya sudah berusia 40 tahun lebih, belum juga menemukan guru untuk berkultivasi. Tapi begitu diperkenalkannya, saya ingin menemui guru.” 

Li You’fu berkata, “Sewaktu saya membaca ‘Zhuan Fa Lun (轉法輪)’, semakin dibaca semakin tidak ingin saya lepaskan. Menurut saya, ajaran guru ini sungguh luar biasa baik, maka saya pun bertekad, saya tidak akan mencari apapun lagi, dan hanya akan berkultivasi Falun Dafa.”; “Karena yang diberikan oleh Dharma Agung ini bukan sekedar pengetahuan, bukan kemampuan, dan juga bukan teknik, melainkan adalah kebijaksaan”, imbuhnya.

Dari Guru Menjadi Murid, Terharu dan Bersyukur Seperti Saat Awal

Berkultivasi Falun Dafa hingga sekarang, tanpa terasa 27 tahun telah berlalu, namun Li You’fu masih merasakan haru, syukur, dan sulit dipercaya, serta berbagai perasaan bercampur aduk seperti kala pertama dulu. “Selama 27 tahun saya tidak merasa waktu ini lama, saya merasa seakan-akan baru kejadian kemarin”, kenangnya.

Sejak saat itu pula, dia yang tadinya seorang guru besar di mata masyarakat luas, telah berubah menjadi seorang pengikut biasa Falun Dafa. “Saya merasa setelah memiliki sebuah Dharma Agung yang dapat membebaskan manusia dari penderitaan, serta yang dapat membuat manusia berkultivasi menuju kesempurnaan, ada seorang guru pembimbing, maka apapun dapat saya lepaskan”, tandas Li Youfu.

“Kitab dari “Laozi” dan “Sutra Intan” (Diamond Sutra dari sang Buddha Sakyamuni, red.), bisa saya hapalkan dengan baik.” Namun sejak berkultivasi Dafa, ia berkata, “Bagaimanapun Anda membayangkan Dafa ini tidak akan ada habisnya, ia begitu berharga, begitu luas, begitu dalam, dan tidak dapat dibayangkan, semakin dipelajari semakin dirasakan betapa banyaknya hal-hal yang terkandung di dalam Fa ini.”

“Sekarang jika menoleh kembali ke masa lalu, dulunya saya menyukai wushu, dan ilmu medis PTT, maka saya sekarang tahu apa yang sedang terjadi. Bagaimana asal muasal wushu ini, dan bisa dilatih sampai tahap seperti apa, semua itu sebenarnya sudah dijelaskan di dalam ‘Zhuan Fa Lun’ ini.” Ia mengatakan, perolehan dirinya yang paling besar adalah, “Saat melihat semua persoalan dari sudut pandang “Fa (Dharma)” ini, akan bisa melompat keluar serta bisa melihat tembus segala hal sampai tuntas, dapat dengan mudah melihat suatu persoalan yang begitu runyam, akan menjadi hal yang baik.”

Mengenang Jasa Guru

Mengenang kembali pemandangan saat pertama kali bertemu guru Li Hongzhi, itu adalah kejadian lebih dari 20 tahun lalu. Ia berkata waktu itu di Houston, dan guru untuk pertama kalinya memberikan ceramah Fa secara terbuka di AS, waktu itu guru pernah mengatakan, secara garis besarnya: “Kalian semua, dulunya (di kehidupan masa lalu) demi mendapatkan Fa ini, ada yang pernah kepalanya dipenggal”, perkataan ini membuatnya sangat terharu, “Waktu itu saya bertanya pada diri sendiri: layakkah? Jawabannya: sangat layak.”

“Dulu saya pernah bertemu guru dalam agama, termasuk guru wushu, semuanya juga memiliki tuntutannya masing-masing.” Li You’fu berkata, “Tapi guru yang satu ini sangat ramah dan bersahabat, berbincang dengan semua muridnya, sama sekali tidak ada kesan menjaga jarak. Tapi segala hal yang dikatakan guru, tidak terpikirkan oleh kami, kami sebagai orang biasa tidak bisa mengutarakannya. Pada ceramah Fa kala itu guru mewejangkan banyak sekali ‘rahasia langit’.”

Ia mengenang kembali, dari sejumlah kesempatan lain para praktisi berkesempatan mendekat dengan guru, mereka merasakan guru selalu memberikan teladan dengan perbuatan, sedikit hal kecil selalu mempertimbangkan orang lain terlebih dahulu, seperti yang guru ajarkan dalam ceramah Fa “bercita-cita besar dan mengabaikan hal sepele” (Gigih Maju: “Sang Suci”) dan “tidak ada ego tidak ada aku, mementingkan dia daripada aku” (Gigih Maju: “Sifat Buddha Tanpa Kebocoran”).

Li You’fu juga mengenang suatu kejadian, “Waktu itu pada Maret 1999, guru pertama kalinya datang ke Los Angeles. Saya mengemudikan mobil pergi (menemui guru), sepanjang jalan air mata terus mengalir tanpa henti, saya berpikir bagaimana bisa menemui guru dalam kondisi seperti ini, kalau begini saya tak akan bisa menemui guru, lalu saya berusaha menguasai diri di luar cukup lama baru kemudian masuk ke ruangan, dan begitulah perasaan yang saya alami.”

Ia mengakui, kini usianya semakin lanjut, juga telah cukup lama berkultivasi, tentu tidak lagi menangis seperti waktu itu, tetapi setiap kali bertemu dengan guru, perasaan hati masih saja begitu terharu seperti dulu.

Mengingat Wejangan Guru “Berkultivasi Seperti Awal”

“Siapa pun orang yang memiliki akal sehat akan berpikir, bila warga Tiongkok yang berkultivasi Sejati-Baik-Sabar pada waktu itu (sebelum 1999) semuanya akan mengalami peningkatan moralitas, apa yang akan terjadi pada negara tersebut? Hal ini benar-benar akan mendatangkan ‘kebahagiaan dan kemuliaan bagi seluruh bangsa dan negara’, ini juga dikatakan guru dalam ‘Lun Yu’, sangat jelas dikatakan, dan sungguh benar akan demikian.”

Li You’fu mengatakan, di Daratan Tiongkok Falun Dafa hanya mengandalkan cara “dari mulut ke mulut”, dalam waktu singkat hanya beberapa tahun saja seratus juta orang sudah berkultivasi, begitu pula di luar negeri, banyak orang telah memilih ‘kebajikan’. Di Amerika Serikat ia direkrut oleh beberapa perguruan tinggi PTT untuk menjadi dosen ilmu medis PTT dan dosen wushu, selama itu pula ia menyebarkan Falun Dafa kepada banyak siswanya.

Sejak memperoleh Fa pada Mei 1996 hingga kini, ia berkata : “Sejujurnya, yang dikatakan guru kepada saya, yang paling melekat dalam ingatan saya adalah ‘berkultivasi seperti awal, pasti akan meraih buah sejati’ (Ceramah Fa di Berbagai Tempat: Ceramah Fa Pada Konferensi Fa Internasional di New York 2009).” (sud/whs)

*)  Falun Gong merupakan kultivasi (pengolahan) ganda jiwa dan raga. Latihan raga terdiri dari gerakan-gerakan lembut yang menyerupai senam, dan juga meditasi. Latihan gerakan tersebut berfungsi mengolah potensi tubuh, membangkitkan energi dalam tubuh dan menyerap energi alam semesta, juga untuk memperkuat sistem mekanisme energi yang kuat di sekujur tubuh.

Sedangkan kultivasi jiwa bertujuan meningkatkan Xinxing (dibaca: sin sing = watak, kualitas moral), dengan jalan menyelaraskan diri dengan karakteristik alam semesta yakni: Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar). Pengertian kata “Sejati” adalah benar, lurus dan jujur; “Baik” adalah kebajikan, suka menolong, dan tidak mementingkan diri sendiri; “Sabar” adalah penuh toleransi, meringankan beban pikiran, pengendalian emosi, tahan uji serta mampu melepaskan keterikatan hati. Terus menerus meningkatkan standar Xinxing di dalam kehidupan sehari-hari, harus dengan kondisi ini mematut tingkah lakunya, di dalam rumah tangga, di tempat kerja, dalam masyarakat, harus menjadi seseorang yang bermoral tinggi serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan kewajibannya. 

Untuk lebih jelasnya silahkan klik: https://belajarfalundafa.com/

Lebih dari 26.000 Orang Dievakuasi dari Pulau Tenerife Spanyol Saat Dilanda Kebakaran Hutan

NTD

Lebih dari 26.000 orang telah dievakuasi dari Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary Spanyol, setelah kebakaran hutan melanda bagian utara pulau tersebut baru-baru ini. Kebakaran  terjadi di daerah pegunungan di timur laut pulau tersebut pada  15 Agustus lalu merupakan “kebakaran paling kompleks” yang melanda Kepulauan Canary Atlantik Spanyol dalam kurun waktu lebih dari 40 tahun terakhir, demikian ungkap pihak berwenang.

Pada 19 Agustus 2023, kebakaran hutan menyebar di luar kendali di lereng hutan La Matanza di Pulau Tenerife, Kepulauan Canary. (DESIREE MARTIN/AFP melalui Getty Images)

Kantor berita Reuters dan Agence France-Presse melaporkan, layanan darurat Canary Islands mengatakan bahwa, menurut perkiraan awal, pada sore hari tanggal 19 Agustus, lebih dari 26.000 orang  dievakuasi, yang merupakan peningkatan secara signifikan dari 4.500 orang pada  18 Agustus. Saat ini ada sekitar 11 kota yang terkena dampak.

Kobaran api yang dahsyat menerangi langit malam.  Pada 19 Agustus helikopter terlihat menyemprotkan air ke area dekat rumah-rumah, dan asap bergulung-gulung di udara. Untungnya, api tidak menyebar ke daerah wisata yang banyak dikunjungi para turis dan dua bandara di pulau ini beroperasi secara normal.

Foto yang diambil pada malam hari tanggal 19 Agustus 2023 menunjukkan kebakaran hutan yang menyebar di perbukitan di atas rumah di Lembah Guimar, Pulau Tenerife, Kepulauan Canary. (DESIREE MARTIN/AFP melalui Getty Images)

Menteri Kepulauan Canary Fernando Clavijo mengatakan pada konferensi pers bahwa evakuasi skala luas diperintahkan pada Minggu pagi karena cuaca yang memburuk pada malam harinya, termasuk kenaikan suhu dan angin kencang.

Asap tebal menghambat upaya pemadaman api dari udara. Sejauh ini, sekitar 5.000 hektar telah terbakar.

Rosa Davila, presiden Dewan Pulau Tenerife, mengatakan kepada wartawan skala kebakaran tersebut adalah insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kepulauan Canary. Prioritas saat ini  “untuk melindungi nyawa orang-orang”. Mengutip pemadam kebakaran, Davila mengatakan, sejauh ini kobaran api tidak menghancurkan tempat tinggal penduduk. .

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengunjungi Pulau Tenerife pada 21 Agustus. 

Foto yang diambil di kotamadya La Victoria de Ascentejo, Lembah Guimar, Pulau Tenerife, Kepulauan Canary pada 19 Agustus 2023 ini memperlihatkan rumah-rumah dengan latar belakang asap tebal yang mengepul dari bagian depan kebakaran hutan di puncak utara pulau. . (DESIREE MARTIN/AFP melalui Getty Images)

=

Pengendalian Hama Alami: Kekuatan Tersembunyi dari Kulit Lidah Buaya

EtIndonesia. Lidah buaya, yang dikenal karena khasiat obatnya, mengungkap rahasia baru. Para peneliti telah menemukan bahwa kulit tanaman lidah buaya yang dibuang, sering dianggap sebagai limbah pertanian, dapat menjadi kunci pengendalian hama alami. Temuan inovatif ini akan dipresentasikan pada pertemuan American Chemical Society musim gugur mendatang.

Dr. Debasish Bandyopadhyay, pemimpin penelitian tersebut, mengatakan perlunya menemukan cara untuk memanfaatkan jutaan ton kulit lidah buaya yang dibuang di seluruh dunia setiap tahun.

Selama kunjungan ke fasilitas produksi lidah buaya, Dr. Bandyopadhyay memperhatikan bahwa sementara serangga memangsa tanaman lain, daun lidah buaya dihindari oleh mereka. Pengamatan ini membangkitkan rasa ingin tahunya dan dia meminta sampel kulit yang dibuang untuk dipelajari lebih lanjut.

Meskipun gel lidah buaya digunakan oleh tukang kebun sebagai pestisida alami, namun kulitnya masih diabaikan. Pada skala industri, kulitnya biasanya digunakan sebagai biomassa untuk meningkatkan kualitas tanah di pertanian lidah buaya. Namun, praktik ini mempunyai dampak terhadap lingkungan karena penguraian limbah pertanian melepaskan metana dan gas rumah kaca lainnya.

Dr. Bandyopadhyay melihat peluang untuk memenuhi permintaan insektisida dan pengelolaan limbah. Dengan memanfaatkan potensi kulit lidah buaya sebagai pengusir serangga, ia bertujuan untuk membuat produksi lidah buaya lebih berkelanjutan. Timnya di Universitas Texas Rio Grande Valley memulai dengan mengeringkan kulitnya secara alami untuk menjaga bioaktivitasnya.

Para peneliti menemukan bahwa ekstrak heksana mengandung octacosane, senyawa yang dikenal memiliki khasiat membunuh nyamuk. Namun, ekstrak diklorometana (DCM) terbukti menjadi insektisida yang lebih ampuh.

Menggunakan teknik modern seperti kromatografi cair kinerja tinggi-spektrometri massa, lebih dari 20 senyawa diidentifikasi, enam di antaranya menonjol karena sifat insektisidanya: octacosanol, subenniatin B, dinoterb, arjungenin, nonadecanone, dan asam quillic.

Dengan penelitian inovatif ini, kulit lidah buaya bisa menjadi alternatif alami yang berharga dibandingkan pestisida sintetis. Ini tidak hanya akan membantu mengendalikan infestasi serangga, tetapi juga akan mempromosikan pendekatan produksi lidah buaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.(yn)

Sumber: earth-chronicles

Satu-satunya Jerapah di Dunia Tanpa Bintik Telah Lahir di Kebun Binatang di AS

EtIndonesia. ‘Jerapah paling langka di dunia’ telah lahir di AS – tanpa bintik apa pun.

Lahir pada tanggal 31 Juli di Kebun Binatang Brights di Limestone, Tennessee, adalah bayi jerapah yang tingginya sekitar 180 cm, dengan rata-rata tinggi lahir jerapah betina sekitar 1,8 meter.

“Jerapah yang baru lahir akan menyusu pada induknya segera setelah ia dapat berdiri – itulah mengapa mereka harus bertubuh sangat tinggi saat lahir,” jelas Giraffe Conservation Foundation (GCF).

“Anak jerapah bergantung pada susu induknya hingga usia 9-12 bulan. Mereka mulai makan makanan padat (daun-daun) sejak usia sekitar 4 bulan dan pada saat itulah mereka juga mulai memamah biak.”

Namun yang membuat jerapah ini menonjol dari jerapah lainnya adalah dia diyakini sebagai satu-satunya jenis jerapah yang ada di dunia tanpa bintik apa pun pada kulitnya, kata petugas kebun binatang pada Senin (21 Agustus).

“Liputan internasional mengenai bayi jerapah yang tidak berpola telah menciptakan sorotan yang sangat dibutuhkan dalam konservasi jerapah,” kata pendiri Kebun Binatang Brights, Tony Bright.

“Populasi liar secara diam-diam sedang menuju kepunahan, dengan 40 persen populasi jerapah liar hilang hanya dalam tiga dekade terakhir.”

Pihak kebun binatang telah mengajukan permintaan khusus kepada masyarakat untuk membantu mereka memberi nama pada bayi jerapah, yang kini dapat dilihat.

Kebun Binatang Brights telah mempersempit menjadi empat nama:

1) Kipekee – Unik

2) Firyali – Tidak biasa atau luar biasa

3) Shakiri – Dia paling cantik

4) Jamella – Salah satu yang sangat cantik

Kembali pada tahun 2017, Kebun Binatang Brights menerima sedikit reaksi dari PETA dan memutuskan untuk menghentikan penjualan salah satu bayi jerapahnya ke sebuah fasilitas di Texas, yang diklaim PETA ‘memiliki hubungan dengan peternakan berburu hewan eksotis’.

Pada saat itu, sang pendiri mengatakan bahwa Kebun Binatang tersebut ‘telah diserang pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya’ dan ‘karena itu tidak ada kebun binatang di luar sana yang mau menanggung beban hewan dengan pengikut seperti ini’.

Hal ini terjadi setelah PETA menulis dalam suratnya: “Saya harap Anda setuju bahwa tidak ada jerapah yang harus mengalami kehidupan yang penuh penderitaan, stres, dan kekurangan dan akan mengambil keputusan untuk mengakhiri pembiakan dan berhenti memindahkan hewan cerdas dan sensitif ini.”

“Dengan ditutupnya sirkus Ringling Bros, berakhirnya program penangkaran orca di SeaWorld, dan pengumuman National Aquarium mengenai rencananya untuk membangun suaka lumba-lumba tepi laut yang pertama, semakin jelas bahwa masyarakat tidak mendukung sirkus tersebut menggunakan binatang untuk hiburan.”

Bright mengumumkan bahwa rencana sedang dibuat untuk membangun kandang jerapah untuk menampung hewan tersebut dan Wildlife Partners akan membelikannya seekor betina dalam dua tahun ke depan, yang diperkirakan menelan biaya sekitar 150.000 dolar.(yn)

Sumber: unilad

Penutupan Pabrik Berusia 38 Tahun di Shenzhen, Tunggakan Gaji Karyawan Berbulan-bulan di Shandong Hingga Merebaknya Varian Baru COVID-19  

NTD

Sebuah pabrik asal Hong Kong yang sudah beroperasi selama 38 tahun di Shenzen akhirnya tutup lebih awal. Mogok massal terjadi di Shandong gara-gara berbulan-bulan tidak digaji hingga varian baru dari Omicron yang kembali merebak di daratan Tiongkok.

Berikut ragam berita terkini dari daratan Tiongkok :

Seiring Memburuknya Perekonomian, Pabrik Tertua dari Hong Kong Tutup

Sehubungan dengan memburuknya perekonomian, pabrik tertua Shenzhen, Tiongkok yang berinvestasi di Hong Kong, Xin’an Electrical Appliances tiba-tiba mengumumkan pembubarannya, sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Menurut laporan dari situs web “China Bussines News”, seorang pekerja kantor Xin’an Electric mengatakan bahwa perusahaan tersebut belum menginformasikan kepada para karyawannya mengenai tanggal penutupan, tetapi telah memberikan pemberitahuan di surat kabar bahwa mereka bermaksud untuk menutup bisnisnya pada tanggal 18 Agustus.

Awalnya didirikan pada tahun 1985, Xin’an Electric memiliki lebih dari 1.000 karyawan di pabriknya di Shenzhen dengan jumlah karyawan mencapai 100.000 orang. Pabrik ini telah memproduksi mesin pembuat kopi Philips dan merek-merek terkenal lainnya atas nama perusahaan.

Mengapa Xin An Electric yang beroperasi selama 38 tahun tiba-tiba dibubarkan?

Pada Agustus 2023, sebuah “Surat kepada Semua Kolega” diedarkan di Internet, ditandatangani oleh Xin’an Electric (Shenzhen) Co., Ltd. (Gambar web)

Menurut “Surat untuk Semua Karyawan” Hsin On Electric yang beredar di Internet, karena kemerosotan ekonomi global, pengurangan pesanan dan dampak epidemi, ditambah dengan semakin memburuknya situasi bisnis, pemegang saham perusahaan memutuskan untuk membubarkan diri lebih awal dan membayar kompensasi finansial kepada karyawan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Isi menyimpulkan bahwa pembubaran dini adalah langkah yang tidak dapat dihindari.

Menurut staf kantor Xin’an Electric, produk utama perusahaan adalah peralatan rumah tangga kecil yang sebagian besar diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Penurunan pesanan  terjadi pada tahun ini.  Gelombang PHK juga terjadi, sekitar setengah dari karyawan di-PHK saat itu. Kini, perusahaan memiliki lebih dari 900 karyawan.

Nyatanya, bukan hanya Xin’an Electric yang ditutup, menurut laporan dari Oriental Fortune.com, sejak awal tahun ini, banyak perusahaan di Shenzhen yang mengumumkan penutupannya.

Chen Lixin, penduduk Longgang, Shenzhen, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa setelah epidemi, banyak perusahaan lokal tutup dan perusahaan yang didanai asing bahkan lebih menderita. Penduduk itu telah tinggal di daerah setempat selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah melihat penutupan bisnis berskala besar. Banyak pekerja migran juga dievakuasi dari Guangdong. Bahkan, tingkat pengangguran semakin meroket  dan menyedihkan.

Mr Zhu, seorang pengusaha di Dongguan berkata bahwa Partai Komunis bergerak di bidang ekonomi dan sekarang ekonomi telah runtuh. Tak disangka, Guangdong yang pernah menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Tiongkok sudah berakhir setelah puluhan tahun beroperasi.

Aku Telah Menikah 3 Tahun dan Memiliki Seorang Putra, Orangtua Kami Menginginkan Cucu Kedua, Namun, Laporan dari Dokter Membuat Aku Terkejut

EtIndonesia. Aku adalah orang yang gila kerja, mantan pacarku putus karena alasan ini, dan aku berusia 28 tahun. Keluargaku sangat khawatir aku tidak akan menikah dan pada akhirnya mereka memaksa aku untuk pergi kencan buta.

Dengan terpaksa, aku harus meninggalkan pekerjaanku untuk sementara waktu untuk bertemu dengan seorang gadis yang dipilih oleh ibuku. Gadis itu agak mirip dengan mantan pacarku. Dia cantik, pendiam, dan lemah lembut.

Kami mengobrol selama sekitar setengah jam dan kami saling memberikan nomor kontak. Ketika kami bertemu untuk kedua kalinya, aku mengungkapkan perasaanku padanya, tetapi dia menolak karena belum cukup mengenalnya.

Saat bertemu ketiga kalinya, dia bilang dia baru putus dengan mantan pacarnya 3 bulan yang lalu dan bertanya apakah aku bisa menerimanya. Aku juga bilang baru putus dengan mantanku. Kemudian, kami berkencan, dan setengah bulan kemudian kami tinggal serumah.

Sebulan kemudian, dia bilang hamil dan orangtua kami mendesak untuk menikah. Kami hanya mengadakan pernikahan sederhana, dan ibuku merawat istriku dengan baik setelah pernikahan. Kemudian, istriku melahirkan seorang anak laki-laki gemuk yang besar, dan seluruh keluarga sangat bahagia.

Setelah punya anak, aku akan pulang tepat waktu setiap hari untuk menemani istri dan anakku. Keluarga kami hidup sangat bahagia. Di akhir pekan, kami juga sering pergi ke kebun binatang untuk bermain, atau piknik.

Ketika anakku berusia 3 tahun, orangtuaku dan ibu mertuaku mendesak kami untuk memiliki satu anak lagi. Istriku juga mengatakan bahwa dia menginginkan anak lagi. Meskipun kami sudah berusaha, istriku masih belum juga hamil.

Kemudian, ketika kami pergi untuk pemeriksaan, dokter memberikan laporan pemeriksaan yang membuat aku merasa seperti disambar petir, ternyata aku mandul dan itu tidak memungkinkan istriku untuk hamil.

Aku menunjukkan laporan itu kepada istriku, dan dia tidak tahu apakah anak kita adalah anakku atau mantan pacarnya.

Istriku mengatakan dia tidak ingin melihat keluarga bahagia kami hancur. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Setelah sampai di rumah, aku memberitahu orangtua kami bahwa kami mungkin tidak dapat memiliki anak kedua karena masalah fisik. Orangtua kami tidak mempermasalahkan, mengatakan bahwa mereka sudah memiliki seorang cucu.

Aku pun bersembunyi di balkon dan menangis, apa yang harus aku lakukan?

Sumber: ezp9

Studi: Waktu yang Dihabiskan Bayi untuk Menatap Layar Terkait dengan Keterlambatan Bicara, Pemecahan Masalah

EtIndonesia. Apakah menggunakan televisi mengasuh bayi berdampak buruk pada anak?

Hal ini mungkin terjadi, kata sebuah penelitian baru yang menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan balita untuk melihat layar – televisi, komputer, tablet atau ponsel pintar – semakin besar kemungkinan mereka mengalami keterlambatan perkembangan.

Keterlambatan ini bisa terjadi pada kemampuan komunikasi, motorik halus, pemecahan masalah atau keterampilan pribadi dan sosial, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics .

“Waktu di depan layar yang pasif, seperti menonton televisi atau video tanpa berpikir panjang, mungkin tidak memungkinkan anak-anak untuk melatih keterampilan pemecahan masalah secara interaktif,” kata Dr. Jason Nagata, profesor pediatri di Universitas California, San Francisco, mengatakan kepada MedPage Today .

“Layar dapat mengganggu atau menggantikan interaksi dengan pengasuh dan membatasi peluang pertukaran verbal, yang dapat mengganggu keterampilan komunikasi dan sosial,” tambah Nagata, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Ketika penggunaan layar tidak memiliki komponen interaktif atau fisik, anak-anak tidak banyak bergerak dan mungkin tidak dapat melatih keterampilan motorik kasar mereka.”

Studi tersebut – yang merekrut subjek antara Juli 2013 dan Maret 2017 – melibatkan lebih dari 7.000 anak Jepang dan mengukur berapa jam per hari anak-anak menggunakan layar pada usia 1 tahun, berdasarkan laporan ibu mereka. Para peneliti juga menyelidiki bagaimana kinerja balita dalam beberapa tes perkembangan pada usia 2 dan 4 tahun.

Studi tersebut menemukan bahwa pada usia 2 tahun, anak-anak yang memiliki waktu di depan layar hingga empat jam per hari hingga tiga kali lebih mungkin mengalami keterlambatan perkembangan dalam keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah.

Dan anak-anak yang menghabiskan empat jam atau lebih dengan layar hampir lima kali lebih mungkin memiliki keterampilan komunikasi yang kurang berkembang, dua kali lebih mungkin memiliki keterampilan pribadi dan sosial yang kurang berkembang, dan hampir dua kali lebih mungkin memiliki keterampilan motorik di bawah standar.

Pada usia 4 tahun, masalah dengan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah masih terlihat jelas, menurut para peneliti.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa ibu dari anak-anak dengan tingkat waktu di depan layar yang lebih tinggi lebih muda dan menjadi ibu pertama kali, memiliki pendapatan dan tingkat pendidikan yang lebih rendah, dan lebih mungkin mengalami depresi pascapersalinan.

Para ahli dengan cepat memperingatkan bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk jumlah waktu di depan layar yang dilaporkan oleh ibu dan tidak dipisahkan menurut jenisnya, seperti pendidikan vs hiburan.

“Tidak semua waktu di depan layar sama. Misalnya, menonton program pendidikan atau video chatting dengan keluarga tidak sama dengan menonton televisi secara pasif atau video TikTok yang bertempo cepat,” kata Nagata.

“Selain itu, data waktu menatap layar awalnya dikumpulkan pada 2013, dan ada teknologi, perangkat, dan aplikasi baru yang mungkin terpapar oleh anak-anak sekarang pada 2023,” tambah Nagata.

Selain itu, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa tambahan waktu menatap layar menyebabkan keterlambatan perkembangan.

“Poin paling penting adalah bahwa hasil [ini] mewakili asosiasi, bukan penyebab. Jadi, dokter dan/atau orangtua tidak perlu membatasi waktu anak-anak menonton televisi dan sejenisnya berdasarkan hasil kami,” kata Dr. Taku Obara, dari Universitas Tohoku di Jepang, mengatakan kepada MedPage Today. (yn)

Sumber: nypost

Xi Jinping Menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan dengan Harapan Memperoleh Dukungan 

NTD

Xi Jinping tiba di Ibukota Johannesburg, Afrika Selatan pada Senin (21 Agustus). Kedatangannya rangka menghadiri KTT BRICS yang diselenggarakan pada 22 Agustus.  Ini adalah kunjungan luar negeri kedua bagi Xi Jinping tahun ini, dan kunjungan pertamanya ke Afrika Selatan dalam 5 tahun terakhir.

Analis percaya bahwa pada saat ketegangan Tiongkok – AS meningkat dan ekonomi Tiongkok serta diplomasi PKT berada dalam keterpurukan, Xi Jinping berharap dapat menarik lebih banyak negara untuk bergabung dengan organisasi BRICS yang tujuannya tak lain adalah memperluas pengaruh PKT di panggung internasional, dan secara ekonomi bersaing dengan kelompok G7 dan organisasi internasional lain yang didominasi oleh negara Barat.

Kolumnis Epoch Times Wang He mengatakan : “Bukankah Xi Jinping terus mengklaim bakal terjadi perubahan besar yang belum pernah ada dalam seabad terakhir ? Xi mengatakan bahwa sekarang adalah masa kebangkitan Timur dan kejatuhan Barat. Meski kebangkitan Timur yang ia maksud tidak hanya mengacu kepada Tiongkok, tetapi mengacu pada seluruh konfrontasi antara negara-negara Timur, Barat, Utara dan Selatan, dimana kekuatan negara-negara berkembang sedang naik, terutama adalah beberapa negara industri baru yang mulai berkembang, yang tergabung dalam BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.Tiongkok berambisi untuk menarik negara-negara ini ke pihaknya, kemudian Tiongkok dapat mengambil kesempatan untuk bertindak atas nama mereka melakukan persaingan dengan negara-negara Barat dan Amerika Serikat”.

Tang Hao, komentator urusan internasional mengatakan : “Masalah eksternal terbesar yang dihadapi PKT saat ini adalah militer, diplomatik, perdagangan dan teknologi Tiongkok sedang dalam kepungan negara-negara industri G7 yang dipimpin oleh AS. Oleh karena itu, PKT berharap dapat memenangkan dukungan BRICS yang dapat digunakan sebagai bemper dalam melawan “Aliansi kekuatan Utara yang anti-Tiongkok” di G7. Sederhananya, PKT di mulut berbicara tentang mengkritik adanya perlawanan terhadap Perang Dingin yang baru, padahal di hati, ia sendiri juga terlibat dalam Perang Dingin yang baru.”

Salah satu topik utama KTT kali ini adalah perluasan keanggotaan. Menurut analisis, meskipun PKT ingin memanfaatkan “kebersamaan”, dan menggunakan Brasil untuk menahan Amerika Serikat sampai batas tertentu. Tetapi saat ini, negara-negara BRICS memiliki “uneg-unegnya” sendiri, sehingga besar kemungkinan keinginan PKT itu tidak kesampaian.

Wang He mengatakan : “Jangan lupa ada India dalam kelompok BRICS yang mendapat keuntungan cukup besar dari restrukturisasi rantai industri global akibat terjadinya sengketa perdagangan antara Tiongkok dengan AS. Sedangkan India dan Tiongkok sedang “berseteru” soal perbatasan. Oleh karena itu, dengan adanya India dalam kelompok tersebut, tampaknya Xi Jinping akan menghadapi kesulitan dalam memanipulasi BRICS demi kepentingannya, sehingga harapannya sulit tercapai.”

Data ekonomi resmi terbaru dari otoritas PKT menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok menghadapi tantangan yang lebih serius. Analis percaya bahwa Xi Jinping sangat mungkin mengambil tindakan berbahaya untuk mengalihkan perhatian domestik dari kesalahan dan kebijakan yang dibuatnya.

“Dilihat dari situasi saat ini, perekonomian Tiongkok sedang menghadapi tren penurunan jangka panjang yang sulit untuk dipulihkan. Jadi Xi Jinping yang terjepit masalah rumit internal dan eksternal, apakah tidak mungkin mengambil risiko meluncurkan perang lintas Selat Taiwan untuk mengalihkan konflik yang ia hadapi ? Inilah tantangan terbesar Amerika Serikat saat ini”, kata Wang He.

Para analis berpendapat bahwa kekuatan militer Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan yang kuat saat ini tidak diragukan lagi merupakan ancaman besar bagi peluncuran Perang Selat Taiwan oleh PKT. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mempromosikan kerangka ekonomi Indo-Pasifik dan Asia-Pasifik, yaitu reorganisasi rantai pasokan global yang bertujuan mengurangi kemungkinan dan kemampuan Tiongkok untuk memaksa perekonomian negara-negara di seluruh dunia. Namun menghadapi ancaman Partai Komunis Tiongkok tidak hanya membutuhkan upaya negara-negara demokratis di seluruh dunia, tetapi termasuk kebangkitan dari rakyat Tiongkok.

Wang He mengatakan : “Situasi saat ini menunjukkan bahwa PKT menjadi semakin pasif, dan situasi yang ia hadapi secara keseluruhan menjadi semakin buruk. Apalagi masalah terbesar bagi PKT saat ini adalah rakyatnya yang semakin sadar dengan perlunya menyingkirkan PKT. Mereka memilih mundur dari keanggotaan partai dan organisasi afiliasinya. Hal ini akan menjadi penghalang besar bagi pihak berwenang yang selalu bertindak gegabah di dalam negeri.” (sin)

https://www.youtube.com/watch?v=tIlAIZ_6Nag

Denmark akan Mengirim Jet Tempur F-16 pada Akhir Tahun ini untuk Mendukung Ukraina

 Yu Liang 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (21 Agustus) dalam pidatonya di luar Istana Christiansborg di Kopenhagen, Denmark, mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat, Belanda dan Denmark atas komitmen mereka untuk menyediakan jet tempur F-16. Ia juga mengatakan bahwa langkah tersebut memiliki makna yang signifikan, dan merupakan terobosan bersejarah yang akan membantu Ukraina mengalahkan Rusia.

Zelenskiy mengatakan : “Anda membantu Ukraina yang membutuhkan senjata. Saya berterima kasih kepada kalian, juga Denmark karena akan menyediakan F-16 dan semua senjata yang kami sepakati demi perjuangan untuk melindungi kebebasan.”

“Hari ini kami yakin Rusia akan kalah dalam perang ini,” katanya.

Agence France-Presse melaporkan bahwa Denmark berjanji akan mengirimkan jet tempur F-16 ke Kiev secara bertahap, yakni 6 unit pada akhir tahun ini, 8 unit tahun depan, dan 5 unit tahun setelahnya.

Ada warga Ukraina yang menyatakan bahwa dirinya berharap jet tempur F-16 dapat secepatnya bergabung dalam perang untuk membantu tentara Ukraina mendapatkan kembali supremasi udara dan mendapatkan kembali wilayah yang diduduki Rusia.

Larysa Shymko, warga wilayah Kherson, Ukraina mengatakan : “Terimakasih Tuhan, saya pikir semua orang Ukraina telah lama menantikan tibanya (F-16).”

Pada Senin, Duta Besar Rusia untuk Denmark mengecam pemerintah Denmark atas tindakan ini. Ia mengatakan bahwa hal itu akan menyebabkan terjadinya “eskalasi konflik”.

Pada saat yang sama, tentara Ukraina mengatakan padai Senin bahwa mereka telah merebut kembali beberapa wilayah di dekat Bakhmut dan memukul mundur tentara Rusia di Kharkov, tetapi pertempuran tetap menemui jalan buntu dan tidak ada kemajuan berarti yang dicapai.

Gubernur wilayah Moskow mengklaim bahwa pasukan Rusia telah berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Ukraina di Moskow, yang sebagian dari reruntuhannya melukai setidaknya 2 orang. Hampir 50 penerbangan di bandara Moskow telah dihentikan sementara.

Sehari sebelumnya, wahana penjajak bulan Rusia “Luna-25” telah kehilangan kontak dengan pusat pengendalian karena diduga terjadi hard landing atau menabrak permukaan bulan, sehingga rencana untuk mendarat di kutub selatan bulan mengalami kegagalan total. Menurut analisis ahli, kegagalan pendaratan benar-benar mematahkan visi Rusia untuk kembali ke perlombaan teknologi menjelajah bulan, dan pada saat yang sama menyoroti terjadinya penurunan kekuatan luar angkasa Rusia. (sin)

‘Putri Duyung’ di Kehidupan Nyata, Menghabiskan Waktu Berjam-jam Setiap Hari di Air dengan Ekor Seberat 5 Kilogram

EtIndonesia. Nikky Wegloop, 19 tahun, menyukai air — dan telah mengubah minatnya menjadi profesi sebagai putri duyung dan penyelam scuba yang berkualitas.

Wegloop, yang tinggal di Mijas Costa, Spanyol, menghabiskan hari-harinya dengan berenang di pantai sebagai makhluk mitos yang menakjubkan dengan ekor buatannya dengan harapan dapat menginspirasi orang lain untuk mengarungi hari itu.

“Sebagai penyelam scuba, saya selalu berada di dalam atau di sekitar lautan sejak saya masih kecil,” kata Wegloop kepada Jam Press.

“Cerita tentang putri duyung, film, dan buku tentang mereka selalu membuat saya terpesona, dan ketika saya mencapai usia di mana saya bisa memahami mitologi, hanya itu yang akan saya baca.”

Instruktur putri duyung berkualifikasi pertama di Costa del Sol, Wegloop memakai ekor berwarna biru muda yang terbuat dari 70% poliester daur ulang — dengan sirip biru kehijauan seharga 500 dolar.

Ekornya panjangnya sekitar 1,5 m dan berat 5kg.

“Di dalam ekor ada monofin, dasarnya satu sepatu besar berbentuk sirip yang masuk kedua kaki,” jelas Wegloop. “Ini akan memberiku kekuatan untuk bergerak maju dan memberi bentuk pada ekor, jadi kita menjadi putri duyung sungguhan!”

Meskipun dia sudah memiliki ekor yang berfungsi, satu ekor tidak cukup untuk membuat ikan ini keluar dari air.

“Sama seperti sepatu, tidak pernah ada cukup untuk satu ekor!” serunya, menambahkan bahwa dia berharap memiliki ekor dalam setiap warna suatu hari nanti.

Dia harus mengeluarkan banyak uang, karena satu ekor dijual seharga 200 hingga 5.000 dolar.

Wegloop bergoyang ke ekor seperti rok, lalu melompat ke air untuk berenang bersamanya.

Dia mendorong semua orang untuk mencobanya, tidak peduli usia mereka.

“Banyak orang mengira menjadi putri duyung/manusia hanya berarti membeli ekor, padahal sebenarnya ada lebih dari itu,” ungkapnya. “Siapapun bisa belajar berenang dengan lembut melintasi lautan luas kita yang indah!”

“Mencobanya!” mendorong Wegloop, yang bercita-cita mendirikan sekolah bagi orang-orang yang bercita-cita menjadi putri duyung berikutnya.

“Jangan takut dan jangan malu jika pertama kali tidak berjalan dengan baik,” tambahnya. “Pastikan untuk terus mencoba!”(yn)

Sumber: nypost

KTT Organisasi Kesehatan Dunia Pertama Tentang Pengobatan Tradisional

EtIndonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengadakan pertemuan puncak pertama tentang pengobatan tradisional. Acara dua hari ini, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah India, diadakan di Gandhinagar, India, dan bertujuan untuk menjajaki peluang untuk mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam layanan kesehatan konvensional.

Dengan miliaran orang yang sudah bergantung pada obat-obatan tradisional, sangatlah penting untuk memvalidasi penggunaannya secara ilmiah dan berkolaborasi dalam mengintegrasikannya ke dalam sistem kesehatan umum.

Ketertarikan WHO terhadap pengobatan tradisional bukanlah hal baru. Tahun lalu, organisasi tersebut mendirikan Pusat Global untuk Pengobatan Tradisional di Jamnagar dengan dana sebesar 250 juta dolar dari India. Selain itu, pada tahun 2019, WHO akan memasukkan beberapa obat tradisional ke dalam Klasifikasi Penyakit Internasional-11 yang berpengaruh, yang banyak digunakan oleh para profesional kesehatan untuk mendiagnosis penyakit.

Shyama Kuruvilla, kepala Pusat dan Pertemuan Global Pengobatan Tradisional WHO, menekankan perlunya mengeksplorasi integrasi pengobatan tradisional ke dalam layanan kesehatan konvensional. Namun, beberapa peneliti masih skeptis terhadap kemungkinan hasil pertemuan puncak tersebut.

Edzard Ernst, peneliti pengobatan komplementer di Universitas Exeter, Inggris, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pertemuan tersebut mungkin hanya menghasilkan retorika kosong dan bukan kemajuan nyata.

WHO saat ini mengakui berbagai disiplin ilmu sebagai pengobatan tradisional dan komplementer, termasuk Ayurveda, yoga, homeopati, dan terapi komplementer. Bagi banyak orang di beberapa negara, praktik-praktik ini merupakan satu-satunya sumber intervensi dan layanan kesehatan. Menyadari hal ini, KTT ini bertujuan mempertemukan peserta dari seluruh wilayah WHO, perwakilan masyarakat adat, praktisi pengobatan tradisional, serta pakar kebijakan, data, dan sains.

Pendekatan WHO terhadap pengobatan tradisional didasarkan pada bukti. Pedoman dan kebijakan WHO hanya mencakup intervensi atau sistem yang telah diuji secara ketat dalam uji coba kontrol acak atau tinjauan sistematis. Praktik ini akan berlanjut pada pengobatan tradisional, dengan memastikan bahwa hanya praktik berbasis bukti yang dipromosikan.

Kuruvilla juga menekankan perlunya standar global dalam industri kosmetik alami dan obat herbal, yang menghasilkan pendapatan miliaran dolar. Selain itu, untuk intervensi holistik seperti yoga, peneliti harus mengembangkan metode ilmiah yang sensitif secara budaya dan kontekstual, sehingga memerlukan pendekatan penelitian interdisipliner.

Lisa Susan Wieland, direktur Cochrane Center for Complementary Medicine di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, bertindak sebagai penasihat eksternal pada pertemuan tersebut.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian obat tradisional untuk mengetahui keamanan dan khasiatnya. Banyak kemajuan telah dicapai dalam bidang ini selama 15 tahun terakhir, dengan semakin banyaknya penelitian yang bermunculan. Namun, kemajuan lebih lanjut diperlukan untuk memberikan bukti konklusif mengenai sistem pengobatan tradisional.

KTT WHO yang pertama mengenai pengobatan tradisional menandai langkah signifikan menuju integrasi praktik tradisional ke dalam layanan kesehatan umum. Meskipun masih ada skeptisisme, hal ini memberikan kesempatan bagi para ahli dari berbagai bidang untuk berkumpul dan mengeksplorasi potensi pengobatan tradisional.

Melalui penelitian dan kolaborasi yang cermat, kami berharap dapat memanfaatkan potensi penuh dari praktik kuno ini dan meningkatkan layanan kesehatan di seluruh dunia. (yn)

Sumber: earth-chronicles